0851 0117 9366 / 022 2032522
0822 144 623 86 / 08112 2345 05
2AB98F9C
tokoalkes.com
Menu

( pcs)
jmlBarangBerat (Kg)Total
keranjang anda kosong
0 0,00Rp 0
Selesai Belanja
Rp 2.469.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangRanjang Pasien Sederhana BFG 013 - 004
Harga Rp 2.469.000
Lihat Detail
Rp 45.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode16023
Nama BarangUrine Bag 2000 ml OneMed
Harga Rp 45.000
Lihat Detail
Rp 35.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSenter Led / Senter Medis (Pen Light) GEA
Harga Rp 35.000
Lihat Detail
Rp 2.333.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTrolley Instrumen stainless 2 Tahap BFG 081-001
Harga Rp 2.333.000
Lihat Detail

Prosedur Tindakan Kompresi Bimanual Uterus oleh Bidan

Friday, September 26th 2014.

Prosedur Tindakan Kompresi Bimanual Uterus oleh Bidan

Oleh : Bidan Rina Widyawati

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan Bidan pada saat melakukan kompresi bimanual uterus, yaitu:

  1. Patuhi prosedur pekerjaan
  2. Bertindak lembut dan hati-hati pada saat melakukan tindakan
  3. Perhatikan keadaan umum klien
  4. Letakkan peralatan pada tempat yang terjangkau dan sistematis oleh petugas
  5. Pusatkan perhatian pada pekerjaan serta kenyamanan klien
  6. Lakukan tindakan dengan tetap memeperhatikan prinsip aseptik dan antiseptik

Alat yang digunakan adalah :

  1. Apron plastik, masker, kacamata pelindung
  2. Sarung tangan panjang DTT/steril
  3. Alas kaki/sepatu boot karet
  4. Partus set
  5. Infus set + cairan
  6. Lampu sorot

Berikut prosedur tindakan kompresi bimanual uterus, yaitu:

  1. Sapa klien dengan ramah dan perkenalkan diri anda dan tanyakan tujuan kedatangannya.
  2. Beritahu pada ibu apa yang akan dikerjakan dan berikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan.
  3. Dengarkan apa yang disampaikan oleh ibu.
  4. Berikan dukungan emosional dan jaminan pelayanan.
  5. Pelajari keadaan umum (kesadaran, tensi, nadi, nafas) untuk memastikan bahwa ditemukan keadaan yang merupakan indikasi dan syarat tindakan obstetrik, atasi renjatan.
  6. Memberitahukan suami/keluarga terdekat akan kondisi ibu dan tindakan yang akan dilakukan
  7. Pada pasien :
    - Perut bawah dan lipatan paha sudah dibersihkan dengan air dan sabun
    - Cairan infus sudah terpasang jika diperlukan
    - Siapkan alas bokong, sarung kaki dan penutup perut bawah .
  8. Kosongkan kandung kemih.
  9. Setelah kandung kemih dikosongkan, cabut kateter dan masukkan kedalam wadah yang berisi cairan klorin 0,5%.
  10. Pasang spekulum dibawah dan diatas. Bila diperlukan, pasang spekulum lateral kiri dan kanan.
  11. Tentukan bahwa perdarahan memang keluar melalui ostium serviks, bukan dari laserasi atau robekan jalan lahir.
  12. Lepaskan spekulum dan letakkan di dalam wadah yang tersedia.
  13. Bersihkan sarung tangan, lepas dan rendam secara terbalik dalam larutan klorin 0,5%.
  14. Cuci tangan dan lengan, keringkan dengan handuk.
  15. Pakai sarung tangan DTT yang baru dengan benar.
  16. Pastikan cairan infus berjalan baik dan uterotonika sudah diberikan.
  17. Penolong berdiri di depan vulva. Oleskan larutan antiseptik pada sarung tangan kanan. Dengan ibu jari dan telunjuk tangan kiri, sisihkan kedua labium mayus ke lateral dan secara obstetrik, masukkan tangan kanan melalui introitus.
  18. Kepalkan tangan kanan dan letakkan dataran punggung jari telunjuk hingga kelingking pada forniks anterior, dorong uterus ke kranio-anterior.
  19. Tapak tangan kiri menekan bagian belakang korpus uteri.
  20. Lakukan kompresi dengan jalan mendekatkan telapak tangan kiri dengan kepalan tangan kanan pada forniks anterior.
  21. Perhatikan perdarahan yang terjadi, bila perdarahan berhenti, pertahankan posisi demikian hingga kontraksi uterus membaik. Bila perdarahan Belum berhenti, lanjutkan ke tindakan berikut.
  22. Keluarkan tangan kanan, bersihkan sarung tangan dan rendam dalam klorin 0,5 %.
  23. Cuci tangan dan lengan, keringkan dengan handuk.
  24. Pakai sarung tangan DTT yang baru secara benar.
  25. Penolong berdiri menghadap pada sisi kanan ibu.
  26. Tekan dinding perut bawah untuk menaikkan fundus uteri agar telapak tangan kiri dapat mencakup dinding belakang uterus.
  27. Pindahkan posisi tangan kanan sehingga telapak tangan kanan dapat menekan korpus uteri bagian depan.
  28. Tekan korpus uteri dengan jalan mendekatkan telapak tangan kiri dan kanan dan perhatikan perdarahan yang terjadi.
  29. Bila perdarahan berhenti, pertahankan posisi tersebut hingga uterus dapat berkontraksi dengan baik. Bila perdarahan belum berhenti, lanjutkan ke langkah berikutnya.
  30. Raba pulsasi arteri femoralis pada lipatan paha.
  31. Kepalkan tangan kiri dan tekan bagian punggung jari telunjuk hingga kelingking pada umbilikus ke arah kolumna vetebralis dengan arah tegak lurus
  32. Dengan tangan lain, raba pulsasi arteri femoralis untuk mengetahui cukup tidaknya kompresi :
    - Jika pulsasi masih teraba, artinya tekanan kompresi masih belum cukup
    - Jika kepalan tangan mencapai aorta abdominalis, maka pulsasi arteri femoralis akan berkurang / berhenti.
  33. Jika perdarahan pervaginam berhenti, pertahankan posisi tersebut dan pemijatan uterus (dengan bantuan asisten) hingga uterus berkontraksi baik
  34. Jika perdarahan maih berlanjut :
    - Lakukan ligasi arteri uterina adan utero-ovarika
    - Jika perdarahan masih terus banyak, lakukan histerektomi supravaginal.
  35. Perhatikan tanda vital, perdarahan dan kontraksi uterus tiap 10 menit dalam 2 jam pertama.
  36. Tuliskan hasil tindakan dan instruksi perawatan lanjutan, jelaskan dan serahkan pemantauan dan status pada petugas.
  37. Beritahukan kepada pasien dan keluarganya tentang tindakan dan hasilnya serta perawatan lanjutan yang masih diperlukan.
  38. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan.

Peralatan tindakan kompresi bimanual uterus ini bisa didapatkan di TokoAlkes Jl. Pasir kaliki no. 239B (depan RSHS), atau bisa menghubungi telp 0851 0117 9366 SMS : 0822 144 623 86, BBM : 7F8B61CD, WA : 0822 144 623 86.

 

Sumber : Buku Asuhan Kebidanan IV

Incoming search terms:

  • arti kranio anterior
  • kranio anterior
  • pengertian kranio
  • apa itu kranio
  • apa itu kranio anterior
  • arah kranio anterior
  • cara cek bimanual
  • kranio anterior adalah

Produk terbaru

Rp 264.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBenang Operasi Catgut Plain 3/0 + Jarum Sinopharm
Harga Rp 264.000
Lihat Detail
Rp 165.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangUji HEPATITIS BsAg Rapid Test
Harga Rp 165.000
Lihat Detail
Rp 2.570.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBedside Cabinet (Lemari Samping Ranjang Pasien) BFG 041 - 001
Harga Rp 2.570.000
Lihat Detail
Rp 434.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKorset Lumbar Hard Prothese SPO
Harga Rp 434.000
Lihat Detail
Rp 560.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBed Screen Besi Single (1 Bidang) BFG 122 - 001
Harga Rp 560.000
Lihat Detail
Rp 413.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTensimeter Digital Polygreen KP 7520 (Lengan Atas)
Harga Rp 413.000
Lihat Detail
Rp 11.175.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTempat Tidur Rumah Sakit 3 Crank BFG 012 – 001
Harga Rp 11.175.000
Lihat Detail