Trakeotomi Adalah
Oleh : Bidan Rina Widyawati
Trakeotomi adalah merupakan tindakan membuat jalan napas baru dengan membuat lubang (stoma) pada trakea. Menurut urgensinya trakeotomi dibagi atas :
- Emergency tracheostomy. Dilakukan pada keadaan darurat, biasanya di daerah glotis (trakeostomi tinggi); sebaiknya segera diganti dengan trakeostomi rendah.
- Olderly tracheostomy. Merupakan tindakan berencana, dilakukan pada cincin trakea III atau di bawahnya (trakeostomi rendah).
Teknik Melakukan Trakeotomi
Teknik dalam melakukan trakeotomi meliputi :
- Premedikasi dengan atropin sulfat 1 mg i.m.
- Penderita dalam posisi hiperekstensi pada leher, bila perlu tengkuk di ganjal dengan bantal atau kantong pasir.
- Antisepsis daerah tindakan dan berikan anestesi lokal (infiltrasi) dengan prokain 1% mulai dari kartilago tiroid sampai daerah fosa suprasternal, dapat juga dilakukan anestesi umum, tetapi sebelumnya trakea harus ditandai dengan pipa endotrakeal atau bronkoskop.
- Insisi dibuat mulai dari bagian bawah kartilago krikoid sampai fosa suprasternal, tepat digaris tengah; cara ini lebih aman daripada insisi horisontal meskipun kosmetik lebih buruk.
- Jaringan subkutis disisihkan, sedapat mungkin jaringan subkutis di sisihkan, sedapat mungkin jaringan mememotong pembuluh darah; fasia otot dipotong di garis tengah.
- Setelah trakea tampak, ismu tiroid di sisihkan (bila perlu dipisahkan) sampai cincin trakea I-V terbuka; perdarahan dirawat.
- Dapat disuntikan beberapa tetes kokain 5% melalui interkartilago I untuk mencegah iritasi pada pemasangan kanul.
- Trakea di buka digaris tengah, sebaiknya dibawah cincin trakea III, lalu dibuat lubang atau flap yang sesuai dengan kanul yang akan dipasang.
- Bila ada, benda asing dapat dicari dan dikeluarkan melalui stoma dengan bantuan spekulum hidung dan pinset; bila ternyaya benda asing itu terletak distal stoma dan tak dapat di ambil,dorong ke salah satu bronkus agar jalan napas dapat terbuka sebagian dan segera kirim ke tempat yang mempunyai fasilitas bronkoskopi.
- Pasca tindakan tidak perlu dijahit; bila perlu dapat dibuat jahitan longgar di kedua ujung insisi.
Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan dalam Melakukan Trakeotomi
Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan tindakan trakeotomi, diantaranya:
- Insisi yang terlampau pendek mempersulit pencarian trakea dan memudahkan terjadinya emfisema subkutis.
- Kanul sedapat mungkin sesuai dengan diameter lumen trakea:
- Bila terlalu kecil akan mudah bergerak sehingga menimbulkan rangsangan.
- Bila terlalu besar akan menkan dinding trakea, akibatnya mudah terjadi nekrosis.
- Bila terlalu pendek, mudah lepas dan masuk ke subkutis.
- Bila terlalu panjang ujungnya akan menggeser dinding trakea sehingga merangsang timbulnya jaringan granulasi dan stenosis.
Perawatan Pasca Trakeotomi
Perawatan pasca tindakan trakeotomi yang dilakukan pada penderita atau pasien adalah sebagai berikut :
- Sekret sering dibersihkan dengan penghisap setiap 15 menit.
- Kanul dalam dibersihkan sedikitnya sekali sehari; sedangkan kanul luar dapat dibersihkan 2-3 hari sekali.
- Kain alas kanul harus diganti bila basah agar tidak terjadi dermatitis.
- Dekanulasi dilakukan bertahap, mula-mula ditutup seperempat bagian, bila tidak ada keluhan tutup setengah bagian, seterusnya tiga per empat bagian dan akhirnya ditutup seluruhnya, setelah itu baru kanul di lepas.
Komplikasi Trakeotomi
Komplikasi yang dapat terjadi dari tindakan trakeotomi diantaranya adalah :
- Perdarahan, terutama dari a.tiroidea yang terpotong.
- Infeksi-perikondritis rawan tiroid, pneumonia.
- Jaringan granulasi.
- Stenosis trakea atau laring.
- Fistula trakeo eusofagus.
- Emfisema subkutis dan mediastinum.
- Pneumotoraks.
Sumber :
- Buku Kedaruratan Medik (Pedoman Penatalaksanaan Praktis)
Incoming search terms:
- trakeotomi
- beli kanul trakeostomi
- harga selang trakeostomi
- jual kanul dalam trakeostomi
