022 2032522
0822 144 623 86
D38FBC35
tokoalkes.com
Menu

( pcs)
jmlBarangBerat (Kg)Total
keranjang anda kosong
0 0,00Rp 0
Selesai Belanja
Rp 70.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangGunting Operasi Tajam Tajam Bengkok Renz 20 cm
Harga Rp 70.000
Lihat Detail
Rp 14.000
habis
Rp 6.500
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangFeeding Syringe / Alat Suntik Untuk Memberi Makan Pasien OneMed 50 cc
Harga Rp 6.500
Lihat Detail

Patofisiologi Asma

Friday, January 23rd 2015.

Oleh : Bidan Rina

Penyakit asma merupakan sebuah penyakit yang sudah tidak asing lagi di Indonesia. Penyakit tersebut dapat menyerang siapa saja tanpa memandang jenis kelamin, baik orang dewasa bahkan anak-anak juga dapat menderita penyakit tersebut. Pada anak-anak penyakit asma biasanya terjadi jika anak tersebut maupun keluarga mempunyai riwayat alergi yang dapat memicu terjadinya penyakit asma. Maka dari itu untuk menghindarkan asma dari anak-anak hindarkan anak tersebut dari asap, hewan berbulu, debu, cuaca dingin mapun hal-hal lain yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit asma.

Penyakit asma merupakan penyakit keturunan yang biasanya dapat kambuh apabila penderita kontak langsung dengan alergen. Alergen adalah zat yang dapat mencetuskan penyakit asma. Selain itu, penyakit asma merupakan penyakit yang terjadi karena terdapatnya peradangan atau inflamasi pada dinding rongga saluran pernapasan atau dapat pula terjadi karena terdapatnya kelainan yang lain sehingga menyebabkan terjadinya penyempitan saluran pernapasan. Oleh karena itu seseorang yang menderita penyakit asma biasanya menderita sesak napas. Penyakit asma merupakan penyakit yang sangat mengganggu aktivitas manusia. Salah satu gejala atau tanda-tanda jika seseorang terkena serangan asma yang hebat orang tersebut akan sulit berbicara dan terasa sakit pada bagian dada. Pada pembahasan kali ini akan dijelaskan mengenai patofisiologi asma.

Patofisiologi asma menjelaskan mengenai perjalanan penyakit asma

Patofisiologi asma menerangkan tentang perjalanan penyakit asma. Pada dasarnya penyakit asma terjadi sebagai akibat dari respon imun yang buruk terhadap lingkungan. Respon imun yang dibentuk seperti IgE menyerang sel-sel mast yang terdapat dalam paru. Pemaparan antigen dengan antibodi mengakibatkan suatu ikatan yang menyebabkan pelepasan produk-produk sel mast seperti histamin, bradikinin dan prostaglandin serta anafilaksis dari substansi yang bereaksi lambat.

Patofisiologi asma berkaitan dengan pelepasan sel-sel mast dalam jaringan paru yang mempengaruhi otot polos dan kelenjar jalan napas, bronkospasme, pembengkakan membran mukosa dan pembentukan mukus yang sangat banyak. Dalam patofisiologi asma, sistem saraf otonom mempersarafi paru. Tonus otot bronkial diatur oleh impuls saraf vegal melalui sistem parasimpatis. Pada asma yang berasal dari keturunan atau non alergi ketika ujung saraf pada jalan napas dirangsang oleh faktor seperti infeksi, latihan, dingin, merokok, emosi polutan, jumlah asetilkolin yang dilepaskan meningkat. Pelepasan asetilkolin ini dapat menyebabkan bronkokontriksi dan juga merangsang pembentukan zat kimiawi lain.

Dalam patofisiologi asma, individu yang memiliki penyakit asma mempunyai toleransi yang rendah terhadap respon parasimpatis. Setelah pasien terpajan alergen penyebab atau faktor pencetus dari terjadinya penyakit asma maka dalam waktu yang singkat dapat menyebabkan dispnea. Dalam patofisiologi asma, dispnea yang dirasakan penderita seperti merasa tercekik, sehingga membuat penderita asma harus berusaha keras untuk bernapas. Kesulitan terutama dirasakan saat penderita menghembuskan udara pernapasan atau ekspirasi.

Dalam patofisiologi asma disebutkan bahwa percabangan trankeobronkial melebar dan memanjang selama inspirasi, tetapi sulit memaksakan udara keluar dari bronkiolus yang sempit, mengalami edema dan terisi mukus, yang apabila dalam keadaan normal akan berkontraksi sampai tingkatan tertentu pada saat menghembuskan udara keluar.

Dalam patofisiologi asma, udara terperangkap pada bagian distal tempat penyumbatan, sehingga terjadi hiperinflasi progresif dari paru-paru. Akibat hiperinflasi tersebut, maka akan timbul mengi dengan ekspirasi memanjang yang merupakan ciri khas dari penyakit asma sewaktu pasien berusaha memaksakan udara keluar. Dalam patofisiologi asma dijelaskan bahwa serangan asma dapat berlangsung selama beberapa menit sampai beberapa jam disertai dengan batuk yang produktif dan sputum berwarna keputih-putihan.

 

Sumber : penyakitasma.com

 

Incoming search terms:

  • patofisiologi asma
  • patofisiologi penyakit pernapasan asma
  • jelaskan patofisiologi terjadinya asma
  • patofisiologi dari penyakit asma
  • patofisiologi penyakit asma

Produk terbaru

Rp 14.000
habis
Rp 29.500.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTempat Tidur Rumah Sakit 3 Crank Remote BFG 012 - 001
Harga Rp 29.500.000
Lihat Detail
Rp 23.000 25.500
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangGunting Episiotomi 14 cm Renz
Harga Rp 23.000 25.500
Anda HematRp 2.500 (9.80%)
Lihat Detail
Rp 101.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangNESCO Test Strip Asam Urat (Uric acid)
Harga Rp 101.000
Lihat Detail
Rp 25.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTas Instrumen Perawat Dan Bidan
Harga Rp 25.000
Lihat Detail
Rp 42.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangDressing Jar Stainless Steell
Harga Rp 42.000
Lihat Detail
Rp 28.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangM-Y Jelly Onemed 80 gr
Harga Rp 28.000
Lihat Detail