Cara Memeriksa Penyakit Sifilis Di Klinik Atau Rumah Sakit
Mencegah Sifilis lebih baik daripada mengobati. Namun jika Anda mencurigai bahwa anda menderita gejala sifilis, periksakan di klinik, dokter spesialis penyakit kelamin atau rumah sakit sesegera mungkin. Semakin awal diobati, semakin sedikit kemungkinan timbulnya komplikasi sifilis seperti neurosifilis dan sifilis kardiovaskular yang dapat membahayakan jiwa anda. Pada beberapa klinik, anda mungkin tidak perlu membayar untuk konsultasi dan pemeriksaan sifilis. Anda hanya harus membayar biaya pengobatan.
Beberapa klinik atau rumah sakit memungkinkan anda untuk berobat langsung tanpa janji. Sementara untuk pemeriksaan sifilis pada rumah sakit lainnya, Anda mungkin harus mendaftar dan booking terlebih dahulu. Untuk mengetahui lebih jelas telepon dahulu untuk memastikan, atau lihat informasi tentang cara berobat pada situs web yang tersedia.
Ketika Anda berobat di klinik spesialis penyakit kelamin atau rumah sakit, Anda akan dimintai data untuk nama, tanggal lahir dan nomor kontak yang bisa dihubungi saat Anda mendaftarkan sebagai pasien. Data ini bersifat rahasia dan tidak akan diberikan ke pihak lain kecuali jika Anda memintanya.
Dokter klinik atau perawat akan bertanya alasan mengapa Anda berobat dan Anda akan dimintai data riwayat hubungan seksual, seperti saat terakhir Anda melakukan hubungan seks, apakah Anda menggunakan kondom, apakah Anda telah memiliki penyakit kelamin sebelumnya dan jika Anda telah melakukan pengobatan.
Pemeriksaan Sifilis – Tes Fisik
Dokter atau perawat akan memeriksa alat kelamin Anda. Untuk pria bagian yang diperiksa yaitu penis, kulup dan uretra (lubang di ujung penis tempat keluarnya kencing). Pada wanita pemeriksaan internal vagina juga akan dilakukan. Pemeriksaan anus juga akan dilakukan pada pria maupun wanita.
Pemeriksaan Sifilis – Tes Darah
Setelah pemeriksaan fisik untuk melihat gejala sifilis, Anda akan melakukan tes darah untuk sifilis dan infeksi penyakit menular seksual (PMS) lainnya, termasuk HIV. Hasil tes darah tersebut dapat diketahui dalam 7 sampai 10 hari. Jika Anda terinfeksi dengan sifilis, tubuh Anda akan memproduksi antibodi (protein yang dilepaskan sebagai bagian dari respon sistem kekebalan tubuh) terhadap bakteri sifilis. Oleh karena itu, salah satu cara untuk menentukan apakah Anda memiliki sifilis adalah dengan menguji sampel darah Anda dengan mendeteksi kehadiran antibodi ini.
Hasil positif (adanya antibodi) menunjukkan bahwa Anda terinfeksi sifilis atau Anda pernah memilikinya. Hal ini karena antibodi dapat tetap berada dalam tubuh Anda selama bertahun-tahun, walaupun infeksi sifilis sebelumnya berhasil diobati. Sebuah hasil negatif tidak selalu berarti bahwa Anda tidak memiliki sifilis. Antibodi mungkin tidak terdeteksi sampai tiga bulan setelah infeksi sifilis berlangsung. Anda mungkin akan disarankan untuk mengulang pemeriksaan dalam waktu tiga bulan mendatang.
Setiap wanita hamil harus melakukan tes darah untuk sifilis karena infeksi dapat membunuh bayi dalam kandungan atau yang baru lahir. Tes darah biasanya dilakukan pada minggu ke 11-20 masa kehamilan. Jika tes ini positif, pengobatan sifilis baik bagi ibu dan bayi dapat dimulai.
Pengambilan sampel
Pada luka yang timbul, dokter akan mengambil sampel kecil cairan yang ada pada luka. Sampel ini kemudian akan diperiksa di bawah mikroskop di klinik atau dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan.
Pemeriksaan Penyakit Menular Seksual (PMS) lainnya
Selain pemeriksaan sifilis, Anda juga akan dilakukan pengujian kehadiran infeksi penyakit menular seksual (PMS) lainnya seperti HIV, klamidia dan gonore. Pemeriksaan ini dilakukan karena mungkin anda memiliki lebih dari satu penyakit kelamin pada suatu waktu yang bersamaan.
Sumber http://penyakitkelamin.info


