Tiga Cara Dasar dalam Mengukur Tekanan Darah
Untuk mengukur tekanan darah maka perlu dilakukan pengukuran tekanan darah secara rutin. Pengukuran tekanan darah dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung. Pada metode langsung, kateter arteri dimasukkan ke dalam arteri. Walaupun hasilnya sangat tepat, akan tetapi metode pengukuran ini sangat berbahaya dan dapat menimbulkan masalah kesehatan lain.
Bahaya yang dapat ditimbulkan saat pemasangan kateter arteri yaitu nyeri inflamasi pada lokasi penusukkan, bekuan darah karena tertekuknya kateter, perdarahan: ekimosis bila jarum lepas dan tromboplebitis. Sedangkan pengukuran tidak langsung dapat dilakukan dengan menggunakan sphygmomanometer dan stetoskop. Sphigmomanometer tersusun atas manset yang dapat dikembangkan dan alat pengukur tekanan yang berhubungan dengan ringga dalam manset. Alat ini dikalibrasi sedemikian rupa sehingga tekanan yang terbaca pada manometer seseuai dengan tekanan dalam milimeter air raksa yang dihantarkan oleh arteri brakialis.
Informasi harga dan pembelian TENSIMETER pengukur tekanan darah klik disini
Mengukur tekanan darah menggunakan tensimeter
Pada dasarnya cara pengukuran tekanan darah dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu :
1. Cara Palpasi
Lengan atas dipasang manset dengan ketat dan sempurna. Jangan ada pakaian yang menghalangi pemasangan manset. Bila manset tidak terpasang dengan ketat maka dapat diperoleh pembacaan atau hasil yang tidak sesuai. Saluran karet dari manset kemudian dihubungkan dengan manometer. Rabalah arteri radialis pada pergelangan tangan dan pompa manset kemudian diturunkan dengan memutar tombol pada pompa secara perlahan-lahan yaitu dengan kecepatan kira-kira 3 mm/detik. Saat arteri radialis teraba kembali hal tersebut menunjukkan tekanan darah sistolik. Dengan metode ini tidak dapat ditentukan tekanan darah diastol. Metode palpasi harus dilakukan sebelum auskultasi untuk menentukan tekanan sistolik yang diharapkan.
2. Cara Auskultasi
Kedua tekanan sistolik dan diastolik dapat diukur dengan metode ini, dengan cara mendengar bunyi yang timbul pada arteri brakhialis yang disebut bunyi korotkoff. Bunyi ini terjadi akibat aliran turbulen dalam arteri yang disebabkan oleh penekanan manset pada arteri tersebut. Dalam cara auskultasi ini harus diperhatikan bahwa terdapat suatu jarak paling sedikit 5 cm, antara manset dan tempat meletakkan stetoskop. Kemudian pompalah manset sehingga tekanannya melebihi tekanan sistolik (yang diketahui dari palpasi). Turunkanlah manset perlahan-lahan sambil meletakkan stetoskop di atas arteri brakhialis pada siku. Mula-mula tidak terdengar suatu bunyi kemudian akan terdengar bunyi engetuk yaitu ketika darah mulai melewati arteri yang tertekan oleh manset sehingga terjadi turbulensi. Bunyi yang terdengar disebut korotkoff dan dapat dibagi dalam lima fase yang berbeda, yaitu:
- Fase I. Timbulnya dengan tiba-tiba suatu bunyi mengetuk yang jelas dan makin lama makin keras sewaktu tekanan menurun 10-14 mm Hg berikutnya. Ini disebut pula nada letupan.
- Fase II. Bunyi berubah kualitasnya menjadi bising selama penurunan tekanan 15-20 mmHg berikutnya.
- Fase III. Bunyi sedikit berubah dalam kualitas tetapi menjadi lebih jelas dan keras selama penurunan tekanan 5-7 mmHg berikutnya.
- Fase IV. Bunyi meredam (melemah) selama penurunan 5-6 mmhg berikutnya. Setelah itu bunyi menghilang.
- Fase V. Terjadi pada tekanan yang sangat mendekati tekanan diastolik intra arterial pada keadaan istirahat (index tekanan diastolik).
3. Cara Osilasi
Cara osilasi yaitu dengan melihat osilasi air raksa pada manometer. Manset dipompa sampai tekanannya 10-20 mmHg melebihi tekanan sistolik yang digunakan dengan menggunakan metode palpasi. Tekanan manset diturunkan perlehan-lahan sambil memperhatikan air raksa manometer. Saat timbulnya osilasi pada manometer menunjukkan tekanan sistol. Tekanan manset terus diturunkan sampai osilasi menghilang yang menunjukkan tekanan diastol.
Oleh : Bidan Rina Widyawati
Sumber:
- singhealth.com
Incoming search terms:
- gambar tekanan darah
- cara mengukur tekanan darah dengan palpasi
- tensi dengan palpasi
- tekanan darah palpasi
- mengukur tekanan darah tanpa stetoskop
- Pengukuran tekanan darah dengan cara palpasi
- pengukuran tekanan darah dengan palpasi
- Tekanan darah dengan cara palpasi
- tekanan darah palpasi adalah
- teknik teknik mengukur tekanan darah
