Oleh : suster Evi Siti Saripah S.Kp.,Ners
Persalinan pertama selalu membuat panik sebagian besar kaum wanita. Kenali tanda-tanda kelahiran sebelum dimulai proses sesungguhnya. Hal itu akan mempermudah calon ibu menjalaninya. Kekuatan mental berpengaruh cukup besar. Kehadiran seorang bayi bagi pasangan muda merupakan hal yang sangat membahagiakan. Apalagi bagi wanita, setelah mengandung selama sembilan bulan, ibu berharap proses kelahiran bayinya bisa berjalan lancar. Sayangnya harapan itu kadang tidak sesuai kenyataan. Kelahiran bayi dibagi (dengan sendirinya oleh alam dan secara resmi oleh ilmu pengetahuan) dalam beberapa tahap. Tahap pertama, proses persiapan persalinan dengan fase awal, aktif dan transisi. Dalam tahap ini terjadi pembukaan (dilatasi) mulut rahim sampai penuh. Selanjutnya tahap kelahiran sampai bayi keluar dengan selamat. Tahap ketiga pengeluaran plasenta. Tahap berikut pasca lahir yakni observasi terhadap ibu selama satu jam usai plasenta keluar.
- Kontraksi
Fase ini biasanya fase paling lama terutama pada kelahiran pertama, untungnya tingkat nyerinya masih sangat rendah tau belum terlalu terasa. Pembukaan leher rahim (dilatasi) sampai 3 cm, juga disertai penipisan (effasi). Hal ini bisa terjadi dalam waktu beberapa hari, bahkan beberapa minggu, tanpa kontraksi berarti (kurang dari satu menit). Tapi bagi sebagian ibu bisa terjadi hanya 2-6 jam (atau juga sepanjang 24 jam) dengan kontraksi lebih jelas. Perubahan lain ditandai turunnya kepala janin ke rongga panggul. Penurunan dapat terjadi beberapa kali, beberapa minggu menjelang kelahiran. Atau hanya terjadi sekali saja saat menjelang persalinan sesungguhnya. Jika kontraksi masih jarang, calon ibu tak perlu segera ke rumah sakit. Kegiatan rutin sehari-hari masih bisa dilakukan sepanjang masih bisa merasakan kontraksi tdk bertambah kencang. Jika kontraksi bertambah kencang dan makin teratur, segera ke rumah sakit.
- Leher rahim makin terbuka lebar
Umumnya fase ini lebih pendek dari fase sebelumnya, berlangsung sekitar 2-3 jam. Kontraksi kuat terjadi sekitar 1 menit, polanya lebih teratur dengan dengan jarak 4-5 menit. Leher rahim membuka sampai 7 cm. Jika sudah mencapai keadaan ini, sebaiknya calon ibu sudah berada di rumah sakit. Serangkaian pemerikasaan akan dilakukan menjelang kelahiran seperti, pengambilan sampel darah, pemeriksaan tanda-tana vital (tensi, nadi, suhu), pemeriksaan cairan ketuban, , perdarahan dan pengeluaran lendir dari vagina. Kondisi janin pun dipantau seperti pemeriksaan denyut jantung janin secara rutin. Pemeriksaan dalam bagi calon ibu akan dilakukan secara rutin. Gunanya untuk memantau perkembangan pembukaan leher rahim, sehingga bisa segera dilakukan tindakan bila pembukaan tidak ada kemajuan. Secara umum dan normal, pembukaan leher rahim akan terus meningkat berbarengan dengan kontraksi yang makin kuat. Terjadi 2-3 menit sekali selama 1,5 menit dengan puncak kontraksi makin kuat, sehingga ibu merasakan seolah-olah kontraksi terjadi terus menerus tanpa jeda. . Begitu pila tekanan pada anus disertai dorongan untuk mengejan. Pengeluaran darah dan lendir makin banyak pembuluh kapiler yang pecah. Secara emosinal, calon ibu mengalami perasaan tak berdaya dan pasrah.
- Dorong seirama instruksi dokter
Proses persalinan terdiri dari 3 komponen. Pertama, passanger yaitu bayi itu sendiri, kedua, passage yaitu jalan lahir, ketiga power, yaitu kontraksi atau yang disebut His. Agar proses persalinan berjalan lancar ketiga komponen itu harus dalam kondisi baik. Bayi tak terlalu besar ukurannya agar bisa melalui jalan lahir dan powernya pun harus teratur serta efektif hingga mampu membuka jalan lahir sampai penuh dan sempurna.
- Pengeluaran plasenta
Plasenta yang selama ini menunjang bayi untuk hidup dalam rahim harus dikeluarkan. Mengerutnya rahim akan memisahkan plasenta dari dinding rahim dan menggerakkannya turun ke bagian bawah rahim atau vagina.
Daftar Pustaka :
- Azwar, Azrul. 2008. Asuhan Persalinan Normal. Jakarta : JNPK-KR/POGI
- Sarwono, Prawiroharjo. 2005. Ilmu Kebidanan. Jakarta : YBP
