Struktur dan Fungsi Amnion (Selaput Janin)
Oleh : Bidan Rina Widyawati
Pada minggu-minggu pertama perkembangan, villi / jonjot meliputi seluruh lingkaran permukaan korion. Dengan berlanjutnya kehamilan :
- jonjot pada kutub embrional membentuk struktur korion lebat seperti semak-semak (chorion frondosum) sementara
- jonjot pada kutub abembrional mengalami degenerasi, menjadi tipis dan halus disebut chorion laeve.
Seluruh jaringan endometrium yang telah mengalami reaksi desidua, juga mencerminkan perbedaan pada kutub embrional dan abembrional :
- desidua di atas korion frondosum menjadi desidua basalis.
- desidua yang meliputi embrioblas / kantong janin di atas korion laeve menjadi desidua kapsularis.
- desidua di sisi / bagian uterus yang abembrional menjadi desidua parietalis.
Antara membran korion dengan membran amnion terdapat rongga korion. Dengan berlanjutnya kehamilan, rongga ini tertutup akibat persatuan membran amnion dan membran korion. Selaput janin selanjutnya disebut sebagai membran korion-amnion (amniochorionic membrane). Kavum uteri juga terisi oleh konsepsi sehingga tertutup oleh persatuan chorion laeve dengan desidua parietalis.
Cairan Amnion
Di dalam ruangan ini terdapat cairan amnion (likuor amnii). Asal cairan amnion diperkirakan terutama disekresi oleh dinding selaput amnion / plasenta, kemudian setelah sistem urinarius janin terbentuk, urine janin yang diproduksi juga dikeluarkan ke dalam rongga amnion.
Fungsi cairan amnion :
- Proteksi : melindungi janin terhadap trauma dari luar
- Mobilisasi : memungkinkan ruang gerak bagi janin
- Homeostasis : menjaga keseimbangan suhu dan lingkungan asam-basa (pH) dalam rongga amnion, untuk suasana lingkungan yang optimal bagi janin.
- Mekanik : menjaga keseimbangan tekanan dalam seluruh ruangan intrauterin (terutama pada persalinan).
- Pada persalinan : membersihkan / melicinkan jalan lahir, dengan cairan yang steril, sehingga melindungi bayi dari kemungkinan infeksi jalan lahir.
Keadaan normal cairan amnion :
- pada usia kehamilan cukup bulan, volume 1000-1500 cc
keadaan jernih agak keruh - steril
- bau khas, agak manis dan amis
- terdiri dari 98-99% air, 1-2% garam-garam anorganik dan bahan organik (protein terutama albumin), runtuhan rambut
- lanugo, vernix caseosa dan sel-sel epitel.
- sirkulasi sekitar 500 cc/jam.
Plasenta “dewasa” / lengkap yang normal :
- bentuk bundar / oval
- diameter 15-25 cm, tebal 3-5 cm.
- berat rata-rata 500-600 g
- insersi tali pusat (tempat berhubungan dengan plasenta) dapat di tengah / sentralis, di samping / lateralis, atau di ujung tepi / marginalis.
- di sisi ibu, tampak daerah2 yang agak menonjol (kotiledon) yang diliputi selaput tipis desidua basalis.
- di sisi janin, tampak sejumlah arteri dan vena besar (pembuluh korion) menuju tali pusat. Korion diliputi oleh amnion.
- sirkulasi darah ibu di plasenta sekitar 300 cc/menit (20 minggu) meningkat sampai 600-700 cc/menit (aterm).
CATATAN : pada kehamilan multipel / kembar, dapat terjadi variasi jumlah dan ukuran plasenta dan selaput janin.
Fungsi Plasenta
PRINSIP : Fungsi plasenta adalah menjamin kehidupan dan pertumbuhan janin yang baik.
- Nutrisi : memberikan bahan makanan pada janin
- Ekskresi : mengalirkan keluar sisa metabolisme janin
- Respirasi : memberikan O2 dan mengeluarkan CO2 janin
- Endokrin : menghasilkan hormon-hormon : hCG, HPL,estrogen,progesteron
- Imunologi : menyalurkan berbagai komponen antibodi ke janin
- Farmakologi : menyalurkan obat-obatan yang mungkin diperlukan janin, yang diberikan melalui ibu.
- Proteksi : barrier terhadap infeksi bakteri dan virus, zat-zat toksik (tetapi akhir-akhir ini diragukan, karena pada kenyataanya janin sangat mudah terpapar infeksi / intoksikasi yang dialami ibunya).
Kelainan jumlah cairan amnion
- Hidramnion (polihidramnion)
air ketuban berlebihan, di atas 2000 cc. Dapat mengarahkan kecurigaan adanya kelainan kongenital susunan saraf pusat atau sistem pencernaan, atau gangguan sirkulasi, atau hiperaktifitas sitem urinarius janin.
- Oligohidramnion
air ketuban sedikit, di bawah 500 cc. Umumnya kental, keruh, berwarna kuning kehijauan. Prognosis bagi janin buruk.
Sumber : Buku Asuhan Kebidanan Kehamilan
Incoming search terms:
- struktur dan fungsi janin

