Skrining dan Penatalaksanaan Medis Hepatitis B
Oleh : Bidan Sulistia
Penyakit hepatitis merupakan penyakit peradangan yang terjadi pada hati akibat infeksi sistemik oleh virus atau toksin termasuk alkohol dan berhubungan dengan manifestasi klinik berspektrum luas dari infeksi tanpa gejala, melalui hepatitis ikterik sampai nekrosis hati yang menghasilkan kumpulan perubahan klinis, biokimia serta seluler yang khas.
Penyebab hepatitis adalah virus yang dibagi menjadi :
- Hepatitis A (HAV) yang merupakan virus RNA dari famili enterovirus yang berdiameter 27 nm.
- Hepatitis B, disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV) yang merupakan virus DNA yang berkulit ganda berukuran 42 nm.
- Hepatitis C, disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV) yang merupakan virus RNA kecil terbungkus lemak dengan diameter 30 sampai 60 nm.
- Hepatitis D disebabkan oleh virus hepatitis D (HDV) yang merupakan virus RNA detektif yang membutuhkan kehadiran hepatitis B dan berdiameter 35 nm.
- Hepatitis E disebabkan oleh virus hepatitis E (HEV) yang merupakan virus RNA rantai tunggal yang tidak berselubung dan berdiameter kurang lebih 32 sampai 34 nm.
- Hepatitis F, baru ada sedikit kasus yang dilaporkan. Saat ini para pakar belum sepakat hepatitis F merupakan penyakit hepatitis terpisah.
- Hepatitis G adalah gejala serupa dengan hepatitis C, seringkali infeksi bersamaan dengan hepatitis B dan atau C. Tidak menyebabkan hepatitis fulminan ataupun hepatitis kronik. Penularan melalui tranfusi darah dan jarum suntik.
Penatalaksanaan medis hepatitis B meliputi :
1. Istirahat
Tirah baring selama fase akut dianjurkan hingga pasein bebas dari ikterus atau penyakit kuning. Aktivitas fisik biasanya perlu dibatasi sehingga gejala-gejala yang ada berkurang dan tes fungsi hati kembali normal, untuk itu diperlukan istirahat secara bertahap dalam proses penyembuhan.
2. Diet
Porsi makanan diberikan dalam porsi kecil namun sering, dengan diet rendah lemak, tinggi karbohidrat, yang juga cocok untuk pasien anoreksia. Jika pasien mual, muntah, dan tidak nafsu makan. Berikan infus glukosa. Dan jika nafsu makan mulai membaik, berikan makanan cukup kalori dan tinggi protein yang dapat mempercepat penyembuhan. Terutama yang mengandung vitamin dan mineral.
3. Obat-obatan
1) Obat Modern
Beri obat-obatan yang bersifat melindungi hati. Berikan pula antibiotik, kortikosteroid, antiemetik dan vitamin K apabila disertai perdarahan.
2) Obat Tradisonal
Obat tradisional yang digunakan biasanya berupa tanaman atau terapi herbal. Adapun tanaman yang biasanya digunakan terhadap pengendalian gejala bahkan kesembuhan hepatitis adalah kunyit, temulawak, tapak liman, daun sendok, dan sambiloto. Selain tanaman tersebut, masih banyak lagi tanaman lainnya yang dimanfaatkan untuk mengobati hepatitis.
Umumnya tanaman-tanaman tersebut disajikan dengan cara direbus untuk diambil airnya. Ataupun dnegan cara ditumbuk dan dijadikan ramuan untuk dicampur dengan air dan diminum.
Pemeriksaan hepatitis B kini dapat dilakukan di fasilitas kesehatan dimanapun. Biasanya fasilitas kesehatan menggunakan alat uji hepatitis BsAg untuk mendeteksi virus hepatitis B secara cepat.
Uji hepatitis BsAg mampu mendeteksi keberadaan antigen permukaan dari virus hepatitis B dalam serum atau plasma dengan kadar minimal 5 mg/ml. Alat tes ini merupakan produk dalam negeri dengan ijin edar AKD. Kemasan box berisi 10 tes. Dalam setiap kemasan berisi 10 buah tes, pipet tetes plastik, 1 botol buffer, dan petunjuk penggunaan.
Alat Uji Hepatitis BsAg bisa didapatkan di TokoAlkes Jl. Pasir kaliki no. 239B (depan RSHS), atau bisa menghubungi telp 0851 0117 9366, SMS : 0822 144 623 86, BBM : 7F8B61CD, WA : 0822 144 623 86.
Sumber : Buku Macam-macam Penyakit Menular dan Pencegahannya

