Siklus Hormonal (Siklus Uterus)
Oleh : Bidan Rina Widyawati
Selain siklus hormonal terjadi pada ovarium, siklus hormonal juga terjadi pada uterus. Pada siklus ovarium terjadi rangkaian peristiwa sebagai berikut :
1. Pada pubertas, dibawah pengaruh hormon gonadotropin (FSH dan LH) yang dihasilkan kelenjar hipofise dan hormon releasing gonadotropin yang dihasilkan hipotalamus, folikel primordial mengalami pematangan menjadi folikel primer.
2. Folikel primer menghasilkan hormon estrogen sambil terus berkembang menjadi folikel sekunder.
3. Folikel sekunder menjadi matang/matur menjadi folikel de Graaf.
4. Di dalam folikel de Graaf, oosit matang siap dilepaskan.
5. Dari mulai folikel primordial sampai folikel de Graaf, dibutuhkan waktu 10 – 14 hari.
6. Pelepasan oosit matang dari folikel de Graaf disebut Ovulasi.
7. Setelah oosit matang terlepas (ovulasi), bekas folikel de Graaf berubah menjadi korpus luteum. Korpus luteum ini menghasilkan hormon estrogen dan progesteron.
8. Hormon estrogen dan progesteron ini berguna untuk mematangkan endometrium.
9. Endometrium yang sudah matang ini siap untuk menjadi tempat perkembangan zigot (bila terjadi pembuahan).
10. Apabila tidak terjadi pembuahan, korpus luteum akan mengalami regresi pada hari ke 14 setelah ovulasi berubah menjadi korpus albikans.
Siklus Uterus
Dengan diproduksinya hormon steroid oleh ovarium secara siklik akan menginduksi perubahan penting pada uterus, yang melibatkan endometrium dan mukosa serviks.
- Fase Folikuler / Proliferasi (hari ke-5 sampai hari ke- 14). Pada masa ini adalah masa paling subur bagi seorang wanita. Dimulai dari hari 1 sampai sekitar sebelum kadar LH meningkat dan terjadi pelepasan sel telur (ovulasi). Dinamakan fase folikuler karena pada saat ini terjadi pertumbuhan folikel di dalam ovarium. Pada pertengahan fase folikuler, kadar FSH sedikit meningkat sehingga merangsang pertumbuhan sekitar 3 - 30 folikel yang masing-masing mengandung 1 sel telur. Tetapi hanya 1 folikel yang terus tumbuh, yang lainnya hancur. Pada suatu siklus, sebagian endometrium dilepaskan sebagai respon terhadap penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron. Endometrium terdiri dari 3 lapisan. Lapisan paling atas dan lapisan tengah dilepaskan, sedangkan lapisan dasarnya tetap dipertahankan dan menghasilkan sel-sel baru untuk kembali membentuk kedua lapisan yang telah dilepaskan. Pada akhir dari fase ini terjadi lonjakan penghasilan hormon LH yang sangat meningkat yang menyebabkan terjadinya proses ovulasi.
- Fase Luteal / fase sekresi / fase pramenstruasi (hari ke-14 sampai harike-28). Pada fase ini menunjukkan masa ovarium beraktivitas membentuk korpus luteum dari sisa-sisa folikel-folikel de Graaf yang sudah mengeluarkan sel ovum (telur) pada saat terjadinya proses ovulasi. Pada fase ini peningkatkan hormon progesteron yang bermakna, yang diikuti oleh penurunan kadar hormon-hormon FSH, estrogen, dan LH. Keadaan ini digunakan sebagai penunjang lapisan endometrium untuk mempersiapkan dinding rahim dalam menerima hasil konsepsi jika terjadi kehamilan, digunakan untuk penghambatan masuknya sperma ke dalam uterus dan proses peluruhan dinding rahim yang prosesnya akan terjadi pada akhir fase ini.
- Fase menstruasi (hari ke-28 sampai hari ke-2 atau 3). Pada fase ini menunjukkan masa terjadinya proses peluruhan dari lapisan endometrium uteri disertai pengeluaran darah dari dalamnya. Terjadi kembali peningkatan kadar dan aktivitas hormon-hormon FSH dan estrogen yang disebabkan tidak adanya hormon LH dan pengaruhnya karena produksinya telah diheikan oleh peningkatan kadar hormon progesteron secara maksimal. Hal ini mempengaruhi kondisi flora normal dan dinding-dinding di daerah vagina dan uterus yang selanjutnya dapat mengakibatkan perubahan-perubahan higiene pada daerah tersebut dan menimbulkan keputihan.
- Fase Regenerasi / pascamenstruasi (hari ke-1 sampai hari ke-5). Pada fase ini terjadi proses pemulihan dan pembentukan kembali lapisan endometrium uteri, sedangkan ovarium mulai beraktivitas kembali membentuk folikel-folikel yang terkandung di dalamnya melalui pengaruh hormon-hormon FSH dan estrogen yang sebelumnya sudah dihasilkan kembali di dalam ovarium.
Sumber : Buku Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana
Incoming search terms:
- siklus uterus

