022 2032522
0822 144 623 86
D38FBC35
tokoalkes.com
Menu

( pcs)
jmlBarangBerat (Kg)Total
keranjang anda kosong
0 0,00Rp 0
Selesai Belanja
Rp 600.000
habis
Rp 12.500
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMicropore Plester Medis 0.5 Inchi
Harga Rp 12.500
Lihat Detail

Sakit Kepala, Nyeri Epigastrik, dan Penglihatan Kabur pada saat Kehamilan

Saturday, April 4th 2015.

Oleh : Bidan Rina Widyawati

a. Sakit kepala

  • Sakit kepala bisa terjadi selama kehamilan dan sering merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan.
  • Sakit kepala yang menunjukkan masalah serius adalah sakit kepala yang menetap dan tidak hilang setelah beristirahat.
  • Kadang-kadang dengan sakit kepala yang hebat tersebut ibu mungkin merasa penglihatannya menjadi kabur atau berbayang.
  • Sakit kepala dalam kehamilan adalah gejala dari pre-eklamsi.

b. Penglihatan kabur

  • Oleh karena pengaruh hormonal, ketajaman penglihatan ibu dapat berubah selama proses persalinan.
  • Perubahan ringan adalah normal.
  • Perubahan penglihatan ini mungkin disertai dengan sakit kepala yang hebat dan mungkin merupakan gejala pre-eklamsi.

c. Gejala

  • Ekspresi wajah ibu kelihatan menahan sakit.
  • Mata dikerjap-kerjapkan supaya pandangan lebih jelas.
  • Vital sign : tekanan darah meningkat (lebih dari normal).
  • Kenaikan berat badan yang drastis sejak kehamilan.
  • Kaki oedem kanan-kiri.

d. Penanganan

−Pre-eklamsi ringan
⇒ Rawat jalan :

  • Banyak istirahat
  • Diet TKTP
  • Diet rendah garam dan lemak
  • Konsumsi vitamin, sayuran, dan buah
  • Pemberian sedatif ringan
  • Cek lab darah
  • Cek lab urine

⇒ Rawat inap :

  • Dalam dua minggu rawat jalan tidak menunjukkan perubahan.
  • Berat badan bertambah.
  • Timbul salah satu gejala pre-eklamsi berat.

− Pre-eklamsi berat

  • Penderita diriwayat diruang yang tenang.
  • Diet cukup protein (100 gram/hari) dan kurang garam (0,5 gram/hari).
  • Infus RL 125/jam (20 tetes/menit).
    MgSO4 40 gram.

Pembengkakan Di Wajah atau Ekstremitas

a. Gejala

  • Keadaan umum ibu kelihatan menurun (lemah).
  • Vital sign : nadi kecil dan cepat, tekanan darah turun, suhu normal, dan pernapasan meningkat.
  • Terdapat odem pada wajah dan ekstremitas.
  • Pasien kelihatan pucat.
  • Ujung jari pucat sampai berwarna biru.
  • Berkeringat.
  • Aktivitas berkurang.

b. Penanganan

  • Perbanyak istirahat.
  • Diet TKTP rendah garam.
  • Pemantauan vital sign.
  • Kolaborasi serta rujuk pasien bila tidak terdapat tanda-tanda perbaikan keadaan umum.

Demam, Muntah, dan Rasa Sakit Waktu Berkemih

a. Gejala

  • Suhu tubuh meningkat.
  • Denyut nadi cepat.
  • Sakit saat ditekan daerah bagian atas simpisis pubis dan daerah lipatan paha.
  • Pemeriksaan laboratorium jumlah leukosit meningkat, terdapat bakteri.
  • Ibu mengeluh sering anyang-anyangan.

b. Penanganan

  • Pemberian parasetamol 500 mg sebanyak 3-4 kali/hari.
  • Antibiotik sesuai dengan mikroorganisme yang ditemukan.
  • Minum yang banyak.
  • Kateterisasi bila perlu.
  • Makan-makanan yang bergizi.
  • Jaga kebersihan daerah genetalia.

Payudara yang Berubah Menjadi Merah, Panas, dan atau Terasa Sakit

a. Bendungan ASI
Pada permulaan nifas, apabila bayi belum menyusui dengan baik atau kemudian apabila kelenjar-kelenjar air susu tidak dikosongkan dengan sempurna, akan terjadi pembendungan air susu.

− Gejala

  • Payudara panas.
  • Keras.
  • Nyeri pada perabaan.
  • Suhu tubuh tidak naik.

− Penanganan

  • Menyokong payudara dengan BH dan memberikan analgetik.
  • Beri stilboestrol 3 kali/hari 1 mg selama 2-3 hari (sementara waktu) untuk mengurangi pembendungan dan memungkinkan air susu dikeluarkan dengan pijatan.

b. Mastitis
− Gejala

  • Rasa panas-dingin disertai dengan kenaikan suhu.
  • Penderita merasa lesu.
  • Tidak nafsu makan.
  • Payudara membesar, nyeri.
  • Kulit merah pada suatu tempat dibagian payudara.
  • Membengkak sedikit.
  • Nyeri saat perabaan.

−Pencegahan

  • Perawatan puting susu pada masa laktasi merupakan usaha penting mencegah mastitis.
  • Perawatan dengan cara membersihkan puting sebelum dan sesudah menyusui untuk menghilangkan kerak dan susu yang sudah mengering.
  • Bila ada retak/luka puting, sebaiknya bayi jangan menyusu pada bagian payudara yang sakit sampai luka sembuh. ASI dikeluarkan dengan pemijatan.

− Penanganan

  • Segera setelah mastitis ditemukan, pemberian susu kepada bayi dari payudara yang sakit dihentikan dan berikan antibiotik.
  • Bila ada abses, nanah perlu dikeluarkan dengan sayatan sedikit, mungkin pada abses. Untuk mencegah kerusakan pada ductus lactiferous, sayatan dibuat sejajar.

 

 

 

Sumber : Buku Kebidanan Komunitas

Incoming search terms:

  • sakit kepala nyeri epigastrik penglihatan kabur

Produk terbaru

Rp 15.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTongue Spatel Stainless Lubang Atau Tongue Depressor
Harga Rp 15.000
Lihat Detail
Rp 10.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangWE CARE Adult Diapers M (Isi 2pcs)
Harga Rp 10.000
Lihat Detail
Rp 600.000
habis
Rp 546.500
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangNebulizer Philips InnoSpire Essence
Harga Rp 546.500
Lihat Detail
Rp 7.600.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangDressing Trolley Stainless BFG 071 - 001 SS
Harga Rp 7.600.000
Lihat Detail
Rp 434.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKorset Lumbar Hard Prothese SPO
Harga Rp 434.000
Lihat Detail
Rp 30.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangDermafix Plester Non Woven 10 x 20 cm
Harga Rp 30.000
Lihat Detail