Sadari Bahaya Hipertensi
Sadari bahaya hipertensi merupakan kewaspadaan universal terhadap adanya penyakit hipertensi serta komplikasi yang ditimbulkan. Hipertensi (HTN) atau tekanan darah tinggi, kadang-kadang disebut juga dengan hipertensi arteri, adalah kondisi medis kronis dengan tekanan darah di arteri meningkat. Peningkatan ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk mengedarkan darah melalui pembuluh darah. Hipertensi juga didefenisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik sedikitnya 140 mmHg atau tekanan diastoliknya sedikitnya 90 mmHg. Istilah tradisional tentang hipertensi “ringan” dan “sedang” gagal menjelaskan pengaruh utama tekanan darah tinggi pada penyakit kardiovaskular.
Informasi harga dan pembelian tensimeter (pengukur tekanan darah) klik disini

Tensimeter alat pengukur tekanan darah manual
Sadari bahaya hipertensi menjadi bagian yang penting dalam mendeteksi penyakit hipertensi. Di Indonesia Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang perlu diperhatikan oleh dokter yang bekerja pada kesehatan primer, karena angka prevalensinya yang tinggi dan akibat jangka panjang yang di timbulkannya. Berdasrkan penyebabnya hipertensi dibagi menjadi 2 yaitu : Hipertensi primer, yang tidak di ketahui penyebabnya atau diopatik, Hipertensi sekunder yaitu hipertensi yang disebabkan oleh penyakit lain.
Sadari Bahaya Hipertensi dari Tanda Gejalanya
Sadari bahaya hipertensi dapat di deteksi dari tanda gejala yang terjadi. Menurut dokter, gejala hipertensi biasanya tidak dirasakan, sehingga penyakit ini disebut silence diaseas. Banyak orang yang menganggap tekanan darah tinggi itu pasti menyebabkan pusing. Karena kekeliruan itu, tidak semua pasien berobat, karena memang tidak mengeluh pusing. Bagi orang sehat paling tiap tahun sekali memeriksa tekanan darah, sedang yang sakit setiap bulan sekali.
Hipertensi sulit disadari karena tidak memiliki gejala khusus. Namun demikian, ada beberapa hal yang setidaknya dapat dijadikan indikator, sebab berkaitan langsung dengan kondisi fisik. Misalnya, pusing atau sakit kepala, sering gelisah, wajah merah, tengkuk terasa pegal, mudah marah, telinga berdenggung, susah tidur, sesak napas, mudah lelah, mata berkunang-kunang, dan mimisan.
Penatalaksanaan Hipertensi
Penatalaksanaan hipertensi dibedakan menjadi dua. Pada hipertensi ringan tanpa faktor resiko atau kerusakan organ, penatalaksanaannya adalah dengan perubahan gaya hidup dan memantau tekanan darah pasien selama 6-12 bulan. Dianjurkan mengkonsumsi makanan sehat, diet rendah garam, minum air 8 gelas per hari serta olah raga yang rutin. Sedangkan pada hipertensi berat yang disertai dengan faktor resiko dan kerusakan organ, penatalaksanaannya menggunakan terapi farmakologi (obat antihipertensi). Selain itu sangatlah penting untuk penderita hipertensi untuk selalu memantau tekanan darahnya secara teratur. Pemantauan tekanan darah ini dapat dilakukan saat melakukan kontrol atau memeriksakan diri pada dokter.
Oleh : Galang Baratama, Amd.Kep
Sumber :
- Dari berbagai sumber

