Riwayat Kebidanan Komunitas di Luar Negri
Oleh : Bidan Rina Widyawati
A. Amerika
- Tahun 1915 dokter Joseph de lee mengatakan bahwa kelahiran bayi adalah proses patologis dan bidan tidak mempunyai peran di dalamnya
- Protap pertolongan persalinan di AS yaitu : memberikan sedatif pada awal inpartu, membiarkan serviks berdilatasi memberikan ether pada kala dua, melakukan episiotomi, melahirkan bayi dengan forcep, memberikan uteronika serta menjahit episiotomi.
- Akibat protap tersebut kematian ibu mencapai angka 600-700 kematian per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 1900-1930, dan sebanyak 30-50% wanita melahirkan di rumah sakit
- Dokter Grantly Dicke meluncurkan buku tentang persalinan alamiah. Hal ini membuat para spesialis obstetric berusaha meningkatkan peran tenaga diluar medis, termasuk bidan.
- Pada waktu yang sama karena pelatihan para medis yang terbatas bagi para pria, para wanita kehilangan posisinya sebagai pembantu pada persalinan.
- Pada tahun 1979 badan pengawasan obat Amerika mengatakan bahwa ibu bersalin yang menerima anasthesi dalam dosisi tinggi telah melahirkan anak-anak melahirkan anak-anak yang mengalami kemunduran perkembangan psikomotor.
- Pernyataan ini membuat masyarakat tertarik pada proses persalinan alamiah, persalinan di rumah dan memacu peran bidan
- Pada era 1980-an ACNM (American College Nurse-Midwife) membuat pedoman alternatif lain dalam homebirth
- Pada tahun yang sama dibuat legalisasi tentang praktek profesional bidan, sehingga membuat bidan menjadi sebuah profesi dengan lahan praktek yang spesifik dan membutuhkan organisasi yang mengatur profesi tersebut.
B. Belanda
- Awal tahun 1970-an, angka persalinan di rumah berkisar 70%, dan pada masa ini pekerjaan tenaga bidan sangat berat dan pendapatannya rendah.
- Akhir tahun 70-an, angka persalinan di rumah menurun drastis sampai dengan 35%.
- Tahun 1980-an merupakan masa kebangkitan bidan di Belanda.
- Tahun 1990-an, merupakan masa pencerahan bagi profesi bidan dan membawa cara berfikir yang baru. Penelitian menunjukkan bahwa kelahiran di rumah sakit sangat rendah kualitasnya, oleh karena kelahiran di rumah sakit menunjukkan angka kematian perinatal yang sangat tinggi.
- Data-data nasional menunjukkan fakta yang merupakan pengumpulan data selama 15 tahun terakhir yang tidak dapat dipungkiri badan pengawasan berupa komite dokter obstetri dan komite bidan. Pada masa ini, kelahiran di rumah sakit mengalami penghentian.
- Tahun 1990-an, angka persalinan di rumah meningkat kembali, tetapi persalinan yang ditolong oleh bidan mengalami penurunan
- Penurunan pertolongan kelahiran oleh bidan mendapatkan kompetisi dengan dokter umum
- Pertolongan persalinan di rumah yang ditolong oleh dokter umum sekitar 17-19%, sedangkan persalinan yang ditolong bidan pada awal 1990-an hanya sekitar 6%
- Keuntungan bagi para bidan, saat itu pemerintah lebih mendukung pelayanan yang diberikan oleh bidan dibandingkan pelayanan yang diberikan dokter umum.
- Dampak keputusan pemerintah ini menyebabkan peningkatan pertolongan persalinan di rumah oleh bidan.
- Tahun 1943, pengakuan dikeluarkan pemerintah untuk mendukung bidan dan peraturan yang ditetapkan sejak tahun itu menjamin masyarakat miskin untuk mendapatkan pelayanan yang terjamin baik.
- Populasi Belanda adalah 15 juta, dan tiap tahun angka kelahiran sekitar 74.500
- Total dari angka kelahiran, 46% ditolong oleh bidan, 8% oleh dokter umum dan 46% dibantu oleh dokter obstetri.
- Ada 1422 bidan yang telah terdaftar, 70% merupakan praktek mandiri, 15% bekerja sebagai bidan yang berpindah-pindah dan 15% bekerja di kinik rumah sakit.
C. Inggris
- Semenjak pertengahan tahun 1980 makin banyak bidan di Inggris yang melakukan praktik secara mandiri (komunitas) dan semakin tahun peningkatannya semakin signifikan
- Beberapa alasan bidan di Inggris melakukan praktik secara mandiri yaitu penolakan terhadap model medis dalam kelahiran, untuk memberikan kelangsungan perawatan dan kemampuan bidan dalam memberikan pertolongan persalinan dirumah sebagai pilihan mereka
D. Australia
- New Zealand Tahun 1980-an; peningkatan Yankes mengacu pada pelayanan di masyarakat.
- Pada tahun 1913 sebanyak 30% persalinan ditolong oleh Bidan. Meskipun ada peningkatan jumlah dokter yang menangani persalinan antara tahun 1900 sampai 1940, tidak ada penurunan yang berarti pada angka kematian ibu dan bidanlah yang selalu disalahkan akan hal itu.
- Kenyataannya wanita menengah ke atas yang ditangani oleh dokter dalam persalinannya mempunyai resiko infeksi yang lebih besar daripada wanita miskin yang ditangani oleh Bidan.
- Having a baby in Victoria (Depkes Viktoria, 1990) melaporkan sebuah review pelayanan kesehatan di Viktoria yang dibutuhkan pada orientasi pelayanan kesehatan pada wanita dan keluarga.
E. Selandia Baru
- Di awal tahun 1900, secara perlahan bidan menjadi ‘asisten’ dokter.
- Dalam proses ini, bidan kehilangan pandangan bahwa persalinan adalah suatu peristiwa yang normal dan dengan peran mereka sendiripun sebagai pendamping pada peristiwa normal tersebut.
- Bidan menjadi berpengalaman memberikan intervensi dan asuhan maternitas yang penuh dengan pengaruh medis, dimana seharusnya para dokter dan rumah sakit secara langsung yang lebih tepat untuk memberikannya.
- Di Selandia Baru, para wanitalah yang melawan model asuh persalinan tersebut dan menginginkan kembalinya bidan ‘tradisional’ yaitu seseorang yang berpengalaman dari mulainya kehamilan sampai dengan enam minggu setelah persalinan.
- Mereka menginginkan bidan yang berkerja dipercaya kemampuannya untuk menolong persalinan tanpa intervensi dan memberikan dukungan bahwa persalinan adalah peristiwa yang normal
- Pada era 80-an, bidan bekerjasama dengan para wanita untuk menegaskan kembali otonomi bidan dan bersama-sama sebagai partner mereka telah membawa kebijakan politik yang diperkuat dengan legalisasi tentang prfoesionalisme praktek bidan
- Sebagian besar bidan di Selandia Baru mulai memilih untuk bekerja secara mandiri dengan tanggungjawab penuh kepada klien dan asuhannya dalam lingkup yang normal.
- Saat ini, 86% wanita mendapatkan pelayanan dari bidan selama kehamilan sampai nifas, dan asuhan berkelanjutan pada persalinan dapat dilakukan di rumah ibu.
- Model kebidanan yang digunakan di Selandia Baru adalah partnership antara bidan dan wanita. Bidan dengan pengetahuan, keterampilan dan pengalamannya, dan wanita dengan pengetahuan tentang kebutuhan diri dan keluarganya, serta harapan-harapan terhadap kehamilan dan persalinan.
- Dasar dari model partnership adalah komunikasi dan negosiasi.
Sumber : Buku Kebidanan Komunitas
Incoming search terms:
- riwayat kebidanan di luar negri

