Proses Melahirkan Bayi Kembar
Oleh : Bidan Esi Esasi
Proses melahirkan bayi kembar memang memiliki banyak risiko. Salah satunya, komplikasi pada ibu. Kelahiran caesar dianggap mampu mengurangi risiko tersebut. Penelitian yang sudah diterbitkan dalam New England Journal of Medicine, ini dilakukan oleh The Canadian Institute of Health Research.
Persalinan bayi kembar normal atau Caesar, tergantung dari beberapa faktor. Faktor utama adalah posisi janin di dalam rahim. Penilaiannya dilakukan menjelang persalinan.
- Jika letak kedua janin memanjang atau membujur dengan posisi kepala di bawah dan tidak ada masalah lainnya, keduanya dapat dilahirkan normal.
- Jika letak janin pertama memanjang kepala di bawah namun janin kedua tidak, maka janin pertama bisa dilahirkan normal. Setelah ia lahir, dilakukan penilaian ulang lewat perabaan perut dan vagina untuk menilai letak dan keadaan janin kedua.
- Jika letak janin kedua melintang, namun ukurannya lebih kecil dari janin pertama sehingga bisa diputar ke letak memanjang, ia bisa dilahirkan normal.
- Jika letak janin kedua sungsang, maka ketubannya harus dipecahkan, lalu dilahirkan normal dengan bokong atau kaki keluar lebih dulu. Prosedur ini meningkatkan risiko terjadinya prolaps tali pusat, yakni tali pusat keluar lebih dulu dari vagina. Tindakan Caesar darurat mungkin diperlukan.
- Jika letak janin pertama tidak memanjang, maka kedua janin dilahirkan secara Caesar. Misal, terjadi posisi saling mengunci atau interlocking, yaitu letak janin pertama memanjang dengan bokong di bawah dan letak janin kedua juga memanjang dengan kepala di bawah. Dengan turunnya bokong janin pertama melewati jalan lahir ibu, maka dagu janin pertama dapat mengunci di dagu janin kedua. Jika ini terjadi, operasi Caesar harus segera dilakukan.
- Prolaps tali pusat. Risiko terjadinya tinggi karena ukuran janin kecil.
- Kelainan letak plasenta, misal, di bawah atau plasenta previa.
- Pada kembar monoamniotik atau 1 kantung ketuban, terjadi tali pusat saling melilit, baik di tubuh janin sendiri, di tubuh saudaranya, atau tali pusat saudaranya.
- Janin kembar 3 atau lebih umumnya dilahirkan Caesar.
Tips Menghadapi Kehamilan Kembar
- Usahakan ketahuilah lebih awal kehamilan anda apabila memang kembar. Bila dalam keluarga terdapat keturunan bayi kembar dan ditemukan kehamilan kembar pada diri ibu, segeralah periksa pada trimester awal, sekitar 11-13 minggu. Hal ini bertujuan untuk mengetahui dan mengantisipasi apakah bayi kembar ibu memiliki satu plasenta atau dua plasenta.
- Lakukan pengecekan lebih lanjut dan kontrol terhadap kondisi bayi. Jika sudah mengetahui apakah kehamilan kembar ini memiliki satu plasenta atau dua plasenta, ibu disarankan melakukan kontrol rutin 2 minggu sekali. Hal ini untuk mendeteksi lebih cepat, apakah ada komplikasi lebih lanjut atau tidak. Perlu diketahui, komplikasi biasanya terjadi setelah 16 minggu usia kehamilan sehingga perlu diwaspadai. Komplikasi yang terlambat ditangani bisa mengakibatkan kelainan-kelainan yang tidak diinginkan, seperti bayi yang satu lebih besar daripada bayi yang satunya lagi. Yang paling parah tentu janin gagal tumbuh.
- Perhatikan asupan makanan. Dengan memperhatikan status kondisi ibu, ibu dapat mengantisipasi asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh dan melihat kandungan gizi yang ada.
- Hati-hati dalam berhubungan intim. Pada kehamilan triplet, perut ibu akan sangat membesar khususnya trimester akhir, otomatis mulut rahim mudah terbuka sehingga hati-hati dalam berhubungan intim. Apabila tidak hati-hati, air ketuban akan mudah pecah, akibatnya belum cukup bulan, bayi sudah lahir.
Sumber : panduanlengkapuntukibuhamil.blogspot.com

