022 2032522
0822 144 623 86
D38FBC35
tokoalkes.com
Menu

( pcs)
jmlBarangBerat (Kg)Total
keranjang anda kosong
0 0,00Rp 0
Selesai Belanja
Rp 39.900 47.500
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSarung Tangan Karet Maxter Non Steril Powdered
Harga Rp 39.900 47.500
Anda HematRp 7.600 (16.00%)
Lihat Detail
Rp 29.500.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTempat Tidur Rumah Sakit 3 Crank Remote BFG 012 - 001
Harga Rp 29.500.000
Lihat Detail
Rp 10.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangWE CARE Adult Diapers M (Isi 2pcs)
Harga Rp 10.000
Lihat Detail

Prosedur Pemberian Obat Melalui Vagina

Thursday, September 25th 2014.

Oleh : Bidan Rina Widyawati

Pemberian obat melalui vagina merupakan cara yang meyakinkan bahwa obat akan memberikan pengaruh langsung sesuai yang diharapkan. jenis obat yang pemberiannya dapat dilakukan dengan melalui jalan saluran vagina. Obat – obat yang dimasukkan melalui vagina bisa berupa cream, jelli, busa, suppositoria atau berupa semprotan vagina. Cream vagina, jelli atau busa dapat dimasukkan melalui sebuah alat pendorong.

Sedangkan obat suppositoria akan dimasukkan dengan menggunakan jari tangan yang sudah memakai sarung tangan. Pengobatan pervaginal dilakukan untuk penanganan infeksi pada vagina atau mengatasi ketidaknyamanan pada vagina, seperti : gatal atau nyeri. Dalam pembelajaran ini akan dibahas khusus tentang pemberian obat suppositoria.

Cara kerja obat melalui panas tubuh obat akan mencair di vagina sehingga dapat diabsorbsi dan didistribusikan ke seluruh tubuh. Sehingga dalam penyimpanan sehari – hari obat ini harus disimpan di lemari pendingin.

Keuntungan pengobatan ini relatif aman, karena jarang mengakibatkan iritasi lokal atau efek samping. Menekan efek lokal dari saluran pencernaan atas, seperti terjadinya diare. Serta mampu mempertahankan kandungan kimia obat – obatan yang mungkin berubah bila bercampur dengan enzim pencernaan. Cara pemberian relatif mudah. Mengurangi kejadian mual dan muntah yang bisa terjadi bila pemberian obat secara per oral.

Kerugian Potensial terjadinya beberapa masalah, seperti : Pasien tidak dapat menahan obat suppositoria, hal ini bisa diakibatkan oleh keadaan spinter yang kurang kompeten, maka untuk mencegah, pasien dianjurkan untuk berbaring selama kurang lebih 10-15 menit dengan kedua bokong dirapatkan. Dan bila dengan cara ini juga gagal maka harus dicari cara memasukkan obat melalui jalan yang lainnya.

Obat suppositoria gagal diabsorbsi oleh vagina, hal ini bisa terjadi bila obat yang digunakan telah lewat dari tanggal penggunaannya, atau karena posisi penempatan obat yang tidak tepat. Sehingga harus diyakinkan bahwa obat telah dimasukkan pada tempat yang tepat di dalam vagina.

Pada keadaan tertentu dapat memperberat terjadinya infeksi vagina. Pemberian obat melalui vagina ini merupakan cara yang kurang disukai wanita.

Berikut terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memberikan obat melalui vagina pasien, yaitu sebagai berikut:

  1. Pusatkan perhatian pada setiap langkah kegiatan.
  2. Patuhi prosedur pengajaran.
  3. Pastikan pasien merasa aman dan nyaman.
  4. Perhatikan kondisi genitalia eksternal dan saluran vagina. Jika ada infeksi pada vagina atau adanya perdarahan sebaiknya perhatikan alternatif jalan masuk obat yang lain.
  5. Pastikan suppositoria masuk kedalam vagina.
  6. Perhatikan penangggalan serta kondisi obat. Obat yang sudah rusak atau sudah lewat dari penanggalan sering mengakibatkan keluhan lain pada pasien, seperti gatal atau panas disamping akan menyebabkan kegagalan penyerapan.
  7. Kerjakan dengan sistematis dan teratur.
  8. Pastikan sarung tangan yang digunakan adalah steril dan sekali pakai bila penanganan pada pasien dengan penyakit infeksi atau penyakit kelamin.

Adapun peralatan dan bahan yang harus disiapkan adalah sebagai berikut :

  1. Sarung tangan DTT
  2. Bak instrumen
  3. Kom tertutup
  4. Bengkok / piala ginjal
  5. Baki/troli
  6. Obat supositoria
  7. Jelly
  8. Duk steril
  9. Kapas sublimat/cebok
  10. Larutan Klorin 0,5 %
  11. Tempat tidur
  12. Lampu sorot
  13. Sampiran
  14. Tempat larutan klorin 0,5%
  15. Tempat sampah kering
  16. Tempat sampah basah.

Berikut prosedur memberikan obat melalui vagina pasien yaitu :

  1. Anjurkan ibu untuk mengosongkan kandung kencing dan pastikan bahwa kandung kencing ibu telah kosong.
  2. Siapkan lingkungan untuk menjaga privasi klien.
  3. Lakukan konseling dan informed concent.
  4. Beritahukan pasien tentang tindakan yang dilakukan.
  5. Mencuci tangan.
  6. Lakukan penjelasan tindakan dan informed consent. Lakukan dengan ramah, penuh perhatian dan dengan bahasa yang mudah dimengerti pasien. Perhatikan teknik komunikasi interpersonal agar ibu merasa nyaman.
  7. Siapkan peralatan & bahan yang akan digunakan. Susun peralatan secara berurutan / ergonomis.
  8. Siapkan pasien dalam posisi dorsal recumbent. Alas bokong terpasang klien dalam posisi dorsal recumbent, yaitu dengan tidur terlentang dan kaki ditekuk serta paha diregangkan sedikit. Jangan lupa pasang alas bokong.
  9. Cuci tangan. Lepaskan semua perhiasan termasuk jam tangan. Gunakan sabun dan air mengalir hingga kesela-sela jari, kemudian keringkan dengan handuk bersih.
  10. Buka bungkus suppositoria. Buka bungkus alumunium foil sesuai petunjuk. Suppositoria yang sudah terbuka letakkan dalam bak steril.
  11. Pakai sarung tangan. Gunakan sarung tangan steril dan sekali pakai.
  12. Lakukan vulva hygine. Bersihkan daerah vulva dan introitus vagina dengan menggunakan kapas sublimat.
  13. Ambil obat supositoria dari bak steril lalu tambahkan sejumlah jelli pada ujungnya. Perhatikan kesterilan obat. Gunakan teknik septik.
  14. Membuka lipatan labia untuk menunjukkan lubang vagina. Pastikan lubang vagina terlihat dengan jelas dengan penerangan yang cukup.
  15. Masukan suppositoria ke vagina. Gunakan tangan kiri untuk membuka labia minora, kemudian tangan kanan memasukan suppositoria perlahan-lahan kedalam vagina sejauh mungkin sampai menyentuh forniks posterior (mulut belakang uterus)/sejauh 7,5 sampai 10 cm,sambil pasien diminta untuk menarik nafas panjang.
  16. Keluarkan jari dari dalam vagina. Keluarkan jari dengan perlahan kemudian bersihkan daerah sekitar labia agar pasien merasa nyaman. Anjurkan pasien untuk tetap terlentang sedikitnya 10 menit, agar memungkinkan obat untuk meleleh dan diabsorpsi kedalam mukosa vagina.
  17. Lepaskan sarung tangan. Lepas sarung tangan dan rendam dalam larutan klorin 0,5% dengan keadaan terbalik.
  18. Rapikan pakaian pasien dan lingkungannya.
  19. Anjurkan pasien untuk berbaring dengan posisi terlentang selama 10 – 15 menit sampai obat supositoria terabsorbsi. Rapikan pasien, lingkungan dan anjurkan untuk berbaring dalam posisi terlentang.
  20. Bereskan alat.
  21. Rendam alat-alat yang telah digunakan dalam larutan clorin 0,5%. Untuk kapas buang dalam tempat sampah khusus bersama dengan sarung tangan.
  22. Cuci tangan sesudah melaksanakan tindakan. Gunakan sabun dan air mengalir hingga kesela-sela jari, kemudian keringkan dengan handuk bersih.

Peralatan untuk memberikan obat melalui vagina ini bisa didapatkan di TokoAlkes Jl. Pasir kaliki no. 239B (depan RSHS), atau bisa menghubungi SMS / WhatsApp : 0822 144 623 86 / 081 12 2345 05, BBM : 7F8B61CD / 52B65C54.

 

Sumber :

  • Buku Keterampilan Dasar Praktik Klinik Kebidanan

 

Incoming search terms:

  • cara memasukan obat ke miss v
  • cara pakai utrogestan 200mg
  • cara pakai obat utrogestan
  • cara memasukkan obat ke dalam rahim
  • cara memasukkan obat utrogestan
  • cara pemakaian utrogestan
  • cara kerja obat utrogestan
  • cara pakai utrogestan
  • cara pemakaian obat utrogestan 200mg
  • memasukkan obat ke miss v

Produk terbaru

Rp 450.000 507.000
habis
Rp 1.400.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBedside Cabinet (Lemari Samping Ranjang Pasien) BFG 043 - 001
Harga Rp 1.400.000
Lihat Detail
Rp 69.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangManset Tensimeter (Cuff) Infant / Bayi ABN
Harga Rp 69.000
Lihat Detail
Rp 51.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode076094
Nama BarangMicropore Plester Medis 2 Inchi
Harga Rp 51.000
Lihat Detail
Rp 5.500
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSarung Tangan House Hold Size S
Harga Rp 5.500
Lihat Detail