Prosedur Pemberian Obat Melalui Mata
Oleh : Bidan Rina Widyawati
Pemberian obat pada mata dengan tetes mata atau salep mata digunakan untuk persiapan pemeriksaan struktur internal mata dengan cara mendilatasi pupil, untuk pengukuran refraksi lensa dengan cara melemahkan otot lensa, kemudian juga dapat digunakan untuk menghilangkan iritasi mata.
Pemberian obat pada mata biasanya dilakukan pada pasien dengan penyakit mata misalnya konjungtivitis, untuk pemeriksaan mata dan sebelum dilakukan operasi mata.
Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan obat pada mata pasien, yaitu :
- Patuhi prosedur pekerjaan
- Perhatikan keadaan umum klien pada saat sebelum dan setelah obat mata diberikan
- Bila salep di dalam pot/botol, mengambilnya tidak boleh dicolek dengan tangan tetapi menggunakan spatel gelas
- Bersihkan mata dengan kapas air hangat dari luar ke dalam (dari sudut mata ke arah hidung) agar kotoran mata tidak menyebar
- Pada saat membuka botol, letakkan tutup botol secara terbalik untuk mencegah kontaminasi
- Bila obat yang tersedia tidak mempunyai pengatur tetes, maka harus menggunakan pipet untuk meneteskan obat mata
- Jangan langsung meneteskan obat mata ke kornea, karena dapat merusak kornea
- Ujung dari botol/pipet tetes mata atau salep mata jangan sampai menyentuh kelopak mata
- Letakkan peralatan pada tempat yang terjangkau dan sistematis
Peralatan dan bahan yang harus disiapkan adalah :
- Bak instrumen kecil berisi pinset anatomis steril dan kain kassa steril
- Pipet bila perlu
- Kom steril berisi kapas
- Kom steril berisi air hangat/air DTT
- Bengkok
- Sarung tangan steril
- Gunting plester
- Korentang dalam tempatnya
- Tempat sampah kering
- Tempat sampah basah
- Baki beralas
- Obat tetes mata/salep dalam tempatnya
- Kain kassa steril
- Kapas
- Tissue
- Plester
- Balutan
- Air hangat/air DTT.
Berikut prosedur dalam melakukan pemberian obat mata pasien, yaitu:
- Lakukan informed consent pada pasien. Jelaskan kepada pasien tentang tujuan pemberian obat lewat mata, prosedur yang akan dilakukan dan gunakan bahasa yang dipahami pasien.
- Siapkan peralatan dan bahan yang akan digunakan dan susun secara ergonomis. Letakkan alat sesuai dengan fungsinya dan dekatkan ke pasien agar mudah dijangkau
- Atur posisi kepala pasien. Pasien tidur terlentang dengan kepala menengadah ke atas dan posisi perawat di samping kanan pasien.
- Cuci tangan 7 langkah. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Lakukan sebersih mungkin, termasuk disela-sela jari dan lepaskan semua perhiasan lalu keringkan dengan handuk.
- Pakai sarung tangan steril. Sarung tangan jangan sampai menyentuh benda lain yang tidak steril.
- Bersihkan kelopak mata dan bulu mata pasien dengan kapas air DTT. Kelopak mata dan bulu mata dibersihkan dari sudut mata ke arah hidung. Jika mata sangat kotor, bersihkan dengan air hangat.
- Buka kelopak mata pasien dengan tangan kiri. Tarik kelopak mata bagian bawah dengan ibu jari dan jari telunjuk tangan kiri di atas tulang orbita. Anjurkan pasien untuk melihat ke atas.
- Teteskan obat mata sesuai dengan dosis yang dianjurkan pada konjungtiva. Jarak ujung tetes mata dengan mata ± 1-2 cm. Jangan meneteskan obat mata langsung ke kornea karena dapat merusak kornea.
- Jika obat berbentuk salep, oleskan salep ke dalam konjungtiva. Pijat tube sampai obat keluar dan oleskan tanpa menyentuh konjungtiva. Jika salep didalam pot, ambil salep menggunakan spatel gelas.
- Lepaskan tangan yang membuka kelopak mata.
- Anjurkan pasien untuk menutup dan mengedip-ngedipkan matanya. Untuk obat tetes mata, anjurkan pasien untuk menutup mata selama 30 detik. Pasien tidak boleh menggosok-gosok matanya, karena dengan gerakan bola mata obat akan merata sendiri.
- Bersihkan sekitar mata dari sisa obat dengan tissue. Lakukan secara pelan-pelan.
- Tutup mata dengan kassa steril dan diplester (bila perlu). Lakukan dengan hati-hati jangan sampai mencolok mata pasien.
- Rapihkan pasien dan atur dalam posisi yang nyaman.
- Bereskan alat. Buang semua bahan yang telah digunakan ke dalam tempat sampah kering. Rendam semua alat bekas pakai yang terkontaminasi ke dalam larotan Clorin 0,5 % lalu rendam selama 10 menit. Bereskan peralatan kemudian letakkan alat di tempat semula.
- Lepaskan sarung tangan. Basuh sarung tangan dalam larutan Clorin 0,5 % lalu rendam selama 10 menit.
- Cuci tangan. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah menyelesaikan tindakan. Lakukan sebersih mungkin termasuk disela-sela jari dan keringkan dengan handuk.
- Dokumentasi. Catat dalam buku obat : reaksi pasien, hasil dari pemberian obat tetes/salep, tanggal dan jam pemberian obat, nama obat yang diberikan, nama serta tanda tangan yang memberikan obat.
Peralatan untuk memberikan obat melalui mata ini bisa didapatkan di TokoAlkes Jl. Pasir kaliki no. 239B (depan RSHS), atau bisa menghubungi telp 0851 0117 9366 SMS : 0822 144 623 86, BBM : 7F8B61CD, WA : 0822 144 623 86.
Sumber : Buku Keterampilan Dasar Praktik Klinik Kebidanan
