Perawatan Perioperasi (Intraoperatif, Post Operatif) dan Luka
Oleh : Bidan Rina Widyawati
Perawatan Perioperatif terdiri dari 3 tahapan perawatan yaitu perawatan preoperatif (perawatan yang dilakukan pada masa sebelum dilakukannya bedah sampai pasien berada di meja bedah), perawatan intraoperatif (perawatan yang dilakukan sejak pasien ditransfer ke ruang sampai pasien berada di ruang pemulihan), dan perawatan postoperatif (perawatan yang dilakukan saat pasien masuk ruang pemulihan sampai evaluasi selanjutnya). Setelah bedah selesai, biasanya tindakan bedah meninggalkan luka. Luka yaitu suatu keadaan terputusnya kontinuitas jaringan tubuh, yang dapat menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari. Penting bagi bidan atau perawat untuk melakukan pemantauan dan perawatan pada luka post operasi, terutama untuk mencegah terjadinya infeksi dan mempercepat proses penyembuhan luka.
Perawatan Intraoperatif
Hal-hal yang perlu dikaji :
1. Pengaturan posisi.
2. Pemantauan TTV.
3. Sistem kardiovaskuler.
4. Keseimbangan cairan.
5. Pengkajian tim.
6. Instrumen pembedahan.
7. Anastesi yang akan digunakan.
Rencana tindakan :
- Penggunaan baju seragam bedah. Tujuannya untuk mencegah kontaminasi dari luar, mencegah penyebaran bakteri.
- Mencuci tangan sebelum tindakan.
- Menerima pasien di daerah bedah. Pasien harus melakukan pemeriksaan ulang untuk mere-cek identitas, jenis bedah, hasil lab dan x-ray, persiapan darah, alat protesis, dan lain-lain.
- Pembersihan dan persiapan kulit. Bertujuan untuk membuat daerah yg akan dibedah bebas kotoran, lemak kulit serta mengurangi mikroba.
- Penutupan daerah steril. Dilakukan dengan menggunakan duk steril agar daerah seputar bedah tetap steril dan mencegah pindahnya mikroorganisme antara daerah steril dan tidak.
- Pelaksanaan anestesi meliputi anastesi umum, inhalasi/intravena, regional, memblok saraf, lokal.
- Pelaksanaan pembedahan. Tim bedah melakukan pembedahan sesuai dengan ketentuan pembedahan.
Perawatan Postoperatif
Hal-hal yang harus dikaji :
- Status kesadaran.
- Kualitas jalan napas.
- Sirkulasi.
- Perubahan TTV.
- Keseimbangan elektrolit.
- Kardiovaskuler.
- Okasi daerah pembedahan.
- Alat yang digunakan.
Rencana tindakan :
- Meningkatkan proses penyembuhan luka, mengurangi rasa nyeri dengan cara merawat luka, memperbaiki asupan makanan tinggi protein, dan vit C.
- Mempertahankan respirasi yang sempurna dengan latihan napas.
- Mempertahankan sirkulasi dengan cara penggunaan stoking pada pasien dengan resiko tromboplebitis.
- Mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit, dengan cara
- memberikan cairan sesuai dengan kebutuhan pasien, memonitor iput dan output serta mencegah retensi urine.
- Mempertahankan aktivitas dengan cara latiham memperkuat otot sebelum ambulatori.
- Mengurangi kecemasan dengan komunikasi terapeutik.
Luka
Luka merupakan suatu keadaan terputusnya kontinuitas jaringan tubuh, yang dapat menyebabkan terganggunya fungsi tubuh sehingga dapat menganggu aktivitas sehari-hari. Jenis luka terbagi atas :
- Luka disengaja : radiasi/bedah
- Luka tidak disengaja : trauma
- Luka tidak di sengaja : luka tertutup dan terbuka
Tertutup : tidak terjadi robekan,
Terbuka : jika terjadi robekan
⇒Berdasarkan penyebabnya
→luka mekanik (sayatan, tusukan, memar, tembak, gigit, robek, terkikis)
→non mekanik (zat kimia, radiasi, listrik)
Luka dalam kebidanan terdiri dari luka episiotomi, luka bedah sectio cesaria dan luka dalam proses persalinan. Masalah pada luka bedah dapat berupa perdarahan, infeksi, dehiscene (pecahnya luka sebagian atau seluruhnya).
Proses penyembuhan luka meliputi :
- Tahap respons inflamasi akut, dimulai sejak saat terjadi luka. Pada tahap ini terjadi proses hemostatis yg ditandai dengan pelepasan histamin dan mediator lain lebih dari sel-sel yang rusak. Disertai proses peradangan dan mgrasi sel darah putih ke daerah yg rusak
- Tahap destruktif, pembersihan jaringan yg mati oleh leukosit polimorfonuklear dan makrofag
- Tahap poliperatif, pembuluh darah baru diperkuat oleh jaringan ikat dan menginfiltrasi luka
- Tahap maturasi , terjadi reepitelisasi, konstraksi luka dan organisasi jaringan ikat.
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan luka meliputi :
- Vaskularisasi. Mempengaruhi luka karena luka membutuhkan keadaan peredaran arah yang baik untuk pertumbuhan atau perbaikan sel.
Anemia. Memperlambat proses penyembuhan luka mengingat perbaikan sel membutuhkan kadar protein yang cukup. - Usia. Kecepatan perbaikan sel berlangsung sejalan dengan pertumbuhan atau kematangan usia seseorang.
Penyakit lain. Mempengaruhi proses penyembuhan luka, seperti diabetes mellitus. - Nutrisi. Merupakan unsur utama dalam membantu perbaikan sel, terutama karena kandunga zat gizi yang terdapat didalamnya. Contoh vitamin A diperlukan untuk proses penutupan sel, vitamin B Kompleks mengatur metabolism protein, vitamin C mencegah infeksi, vitamin K sebagai zat pembekuan darah.
- Kegemukan, obat-obatan, stress.
Sumber : Buku Keterampilan Dasar Praktik Klinik; dan Buku Ajar Keperawatan Fundamental Volume II
Incoming search terms:
- perioperasi
- perawatan perioperasi
- faktor-faktor yang mempengaruhi intraoperatif
- perawatan intraoperatif

