Sakit Kepala dan Gejalanya
- Sakit kepala tegang (tension headache)
- Migrain, penyebabnya antara lain: kurang tidur;
- Sakit kepala klaster
2. Sakit kepala sekunder.
Sakit kepala tegang (tension headache)
Paling sering ditemukan, sekitar 55-60 % kasus sakit kepala primer masuk golongan ini.
Ditandai sakit, rasa tegang, rasa tak nyaman dan rasa seperti diikat di kedua sisi kepala, sakitnya tidak berdenyut. Otot di kuduk dan belakang leher juga terasa kaku dan tegang. Intensitas sakit nya ringan sampai sedang, timbul perlahan, makin lama makin hebat dan dapat berlangsung beberapa jam sampai beberapa hari. Sakitnya tidak dipengaruhi aktifitas badan.
Pengelolaan.
1. Latihan relaksasi, massage dan kompres air hangat.
2. Obat penghilang rasa sakit a.l. parasetamol dan pelemas otot
3. Untuk kasus menahun, dapat diberi obat pencegah yaitu golongan antidepressan
Sakit kepala Klaster
Lebih sering pada pria usia dewasa muda (20-40 th). Pemicu adalah alkohol, stres dan makanan tertentu.
Ditandai sakit kepala sebelah, sekitar mata dan pelipis, sifatnya terus menerus makin lama makin hebat, tak berdenyut, berlangsung singkat (beberapa menit sampai 3 jam), terutama timbul di malam hari sampai penderita terbangun. Sering disertai mata sesisi merah bengkak, kelopak mata menutup, hidung keluar air. Ada masa bebas serangan yang dapat berlangsung beberapa minggu sampai beberapa bulan.
Pengelolaan.
1. Hilangkan pemicu.
2. Obat penghilang rasa sakit antara lain: parasetamol.
3. Obat golongan Ergotamin dan Sumatriptan
Sakit kepala Migren
Migren lebih sering terjadi pada perempuan, biasanya ada riwayat keluarga dan sudah mulai pada usia remaja. Migren terjadi karena kontraksi dan relaksasi pembuluh darah kepala dan otak.
Migren ditandai sakit kepala satu sisi, timbul berulang, terutama pagi hari, nyeri bisa sedang sampai berat, sifatnya berdenyut, berlangsung beberapa jam sampai beberapa hari, aktifitas fisik dapat memperberat keluhan. Sering disertai mula-muntah, mata tak tahan cahaya (fotofobia) dan tak tahan suara bising (fonofobia).
Pemicu timbulnya migren antara lain : stres, kurang tidur, coklat, haid, alkohol dan pil KB.
Pada kasus berat (komplikata) dapat terjadi kelumpuhan otot mata dan lumpuh sebelah badan (hemiparesis).
Secara umum migren dibagi 2 tipe :
1. Migren tanpa aura (= Migren umum).
Pada tipe ini tidak ditemukan gejala kelainan saraf baik sebelum maupun sesudah serangan migren.
2. Migren dengan aura (= Migren klasik).
Migren ini didahului aura, 15-30 menit sebelum sakit kepala timbul gangguan penglihatan (berupa bercak2 hitam, garis2 terang bergerigi atau cahaya berbintang) dan/atau kurang rasa badan sesisi (hemihipestesia) dan lumpuh sebelah badan (hemiparesis).
Penggelolaan
1. Hilangkan pemicu
2. Istirahat di kamar gelap
3. Obat penghilang sakit a.l. parasetamol
4. Obat2an golongan ergotamin dan Sumatriptan
Pencegahan
1. Hindari pemicu
2. Obat propranolol dan golongan antidepressan
Rangkuman ciri-ciri penyakit sakit kepala
|
Gejala |
Migrain |
Tension headache |
Klaster |
| Riwayat keluarga |
+ |
- |
- |
| Jenis kelamin |
Perempuan |
Tak berbeda |
Pria |
| Usia |
Remaja – dewasa |
dewasa |
20 – 40 tahun |
| Lokasi sakit |
Unilateral |
Bilateral |
Unilateral |
| Saat timbul |
Pagi |
Sore |
Malam |
| Nyeri berdenyut |
++ |
- |
- |
| Intensitas nyeri |
Sedang – berat |
Ringan – sedang |
Sangat hebat |
| Lama serangan |
4 jam – 3 hari |
beberapa hari |
15 menit – 3 jam |
| Pengaruh aktifitas fisik |
Makin parah |
Tak berpengaruh |
Tak berpengaruh |
| Nyeri hilang timbul |
+ |
- |
- |
| Enek / muntah |
+ |
- |
- |
| Fotofobia |
+ |
- |
- |
| Fonofobia |
+ |
- |
- |
| Mata merem/merah |
- |
- |
+++ |
| Hidung keluar air |
- |
- |
+++ |
| Leher kaku |
- |
++ |
- |
| Kelumpuhan badan |
+ |
- |
- |
Sumber : dokita.co


