Penyebab, Faktor Resiko Dan Komplikasi Penyakit Primary Sclerosing Cholangitis
Primary sclerosing cholangitis adalah penyakit saluran empedu, yang membawa cairan empedu dari hati ke usus kecil. Dalam primary sclerosing cholangitis peradangan menyebabkan bekas luka dalam saluran empedu. Bekas luka ini menyebabkan saluran menjadi keras serta sempit dan secara bertahap menyebabkan kerusakan hati yang parah.
Penyebab
Tidak jelas apa yang menyebabkan primary sclerosing cholangitis. Sistem reaksi kekebalan tubuh terhadap infeksi atau racun dapat memicu penyakit pada orang yang secara genetik cenderung untuk terkena penyakit itu.
Sebagian besar orang yang mederita penyakit primary sclerosing cholangitis juga memiliki penyakit radang usus, istilah umum untuk penyakit kolitis ulserativa dan penyakit Crohn. primary sclerosing cholangitis dan penyakit radang usus tidak selalu muncul pada saat yang sama. Meskipun dalam beberapa kasus, primary sclerosing cholangitis akan muncul selama bertahun-tahun sebelum penyakit inflamasi usus terjadi. Yang lebih jarang, orang-orang yang dirawat karena penyakit radang usus ternyata terkena primary sclerosing cholangitis juga. Dan yang jarang terjadi, orang-orang dengan primary sclerosing cholangitis terkena penyakit radang usus hanya setelah transplantasi hati.
Faktor risiko
Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit primary sclerosing cholangitis antara lain :
- Usia. Primary sclerosing cholangitis dapat terjadi pada semua usia tapi yang paling sering ditemukan pada antara usia 30 dan 50.
- Jenis kelamin. Primary sclerosing cholangitis lebih sering terjadi pada pria.
- Penyakit radang usus. Sebagian besar orang yang terkena primary sclerosing cholangitis juga menderita penyakit radang usus.
- Lokasi geografis. Orang di Amerika Serikat dan Eropa Utara memiliki risiko lebih tinggi terkena primary sclerosing cholangitis daripada orang di Asia dan Eropa Selatan.
Komplikasi
Komplikasi dari penyakit primary sclerosing cholangitis antara lain termasuk :
- Penyakit hati dan gagal hati. Peradangan kronis dari saluran empedu di seluruh hati dapat menyebabkan jaringan parut (sirosis), kematian sel hati dan akhirnya hilangnya fungsi hati.
- Infeksi berulang. Jika jaringan parut dari saluran-saluran empedu memperlambat atau menghentikan aliran empedu dari hati, anda mungkin akan sering mengalami infeksi di dalam saluran empedu. Risiko infeksi sangat tinggi setelah dilakukan prosedur pembedahan untuk memperluas saluran empedu yang rusak parah atau menghilangkan batu yang menutup saluran empedu.
- Hipertensi portal. Vena portal adalah rute utama bagi darah mengalir dari sistem pencernaan ke hati. Hipertensi portal mengacu pada tekanan darah tinggi pada vena ini. Hipertensi portal dapat menyebabkan cairan dari hati bocor ke rongga perut (ascites). Hal ini juga dapat mengalirkan darah dari vena portal ke vena lain, menyebabkan pembuluh darah menjadi bengkak (varises). Varises adalah pembuluh darah yang lemah dan cenderung mudah pecah dan dapat menyebabkan kematian.
- Tulang menipis. Orang yang terkena primary sclerosing cholangitis mungkin mengalami penipisan tulang (osteoporosis). Dokter kemungkinan akan menyarankan pemeriksaan kepadatan tulang untuk menguji terjadinya osteoporosis setiap beberapa tahun. Suplemen Kalsium dan vitamin D dapat diresepkan untuk membantu mencegah keropos tulang.
- Kanker saluran empedu. Jika Anda terkena primary sclerosing cholangitis, terdapat risiko yang lebih besar untuk terkena kanker pada saluran empedu atau kandung empedu.
- Kanker usus besar. Orang yang terkena penyakit primary sclerosing cholangitis yang terkait dengan penyakit inflamasi usus memiliki risiko resiko yang lebih besar terkena kanker usus besar. Jika Anda telah didiagnosa terkena penyakit primary sclerosing cholangitis, dokter dapat menyarankan pengujian untuk penyakit radang usus, meskipun anda tidak memiliki tanda-tanda atau gejala penyakit tersebut karena risiko kanker usus besar dapat meningkat jika anda memiliki kedua penyakit tersebut.
Sumber : www.mayoclinic.org
