Penyebab Dan Faktor Resiko West Nile virus
Penyebab
Infeksi ditularkan oleh nyamuk
Biasanya, virus West Nile menyebar ke manusia dan hewan melalui nyamuk yang terinfeksi. Nyamuk terinfeksi ketika mereka menghisap darah unggas yang terinfeksi. Anda tidak dapat terinfeksi dengan menyentuh atau mencium orang yang terjangkit virus.
Sebagian besar infeksi virus West Nile terjadi selama cuaca hangat, ketika populasi nyamuk aktif. Masa inkubasi yaitu periode antara saat Anda digigit oleh nyamuk yang terinfeksi dan munculnya tanda-tanda dan gejala penyakit berkisar antara tiga sampai 14 hari.
Virus West Nile kebanyakan ada di daerah-daerah seperti Afrika, sebagian Asia dan Timur Tengah. Pertama kali muncul di Amerika Serikat pada musim panas 1999 dan sejak itu telah ditemukan di semua 48 negara bagian yang bersebelahan.
Kemungkinan terinfeksi cara lain
Dalam beberapa kasus, virus West Nile mungkin telah menyebar melalui cara lain, termasuk transplantasi organ dan transfusi darah. Namun donor darah melalui skrining untuk virus, secara substansial sangat mengurangi risiko infeksi dari transfusi darah.
Ada juga laporan dari kemungkinan penularan virus dari ibu ke anak selama kehamilan atau menyusui, tetapi ini telah langka dan tidak meyakinkan informasinya.
Faktor resiko
Secara Keseluruhan risiko terkena virus West Nile tergantung pada faktor-faktor ini:
- Bulan dalam satu tahun. Mayoritas kasus di Amerika Serikat telah terjadi antara bulan Juli dan September.
- Wilayah geografis. Virus West Nile telah dilaporkan di sebagian besar Amerika Serikat, tetapi negara bagian Midwestern dan Selatan baru-baru ini memiliki tingkat insiden tertinggi.
- Waktu yang dihabiskan di luar. Jika Anda bekerja atau menghabiskan waktu di luar rumah, Anda memiliki kesempatan lebih besar untuk digigit oleh nyamuk yang terinfeksi.
Risiko infeksi serius
Jika Anda terinfeksi, risiko berkembangnya penyakit virus West Nile menjadi serius sangat kecil. Kurang dari 1 persen orang yang terinfeksi menjadi sakit parah. Dan kebanyakan orang yang menjadi sakit pulih sepenuhnya. Kemungkinan untuk berkembang menjadi infeksi yang parah atau fatal berdasarkan:
- Umur. Orang dewasa yang lebih tua dari usia 50 memiliki risiko infeksi lebih tinggi.
- Kesehatan. Mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti setelah menerima transplantasi organ dengan obat anti-penolakan (anti-rejection), beresiko terinfeksi lebih besar.
Sumber : www.mayoclinic.org
