Rematik dan Asam Urat
Oleh: dr. Sutopo
Penyakit rematik atau arthritis adalah salah satu penyakit yang sering ditangani dokter dalam praktek sehari-hari. Penyebab rematik sangat bervariasi dan berkaitan dengan faktor turunan, ganguan imunitas, infeksi, keganasan dan lain lain.
Gout adalah penyakit rematik yang disebabkan oleh tertimbunnya kristal asam urat di organ tubuh khususnya di persendian, ginjal dan daun telinga. Asam urat adalah sampah hasil pengolahan/metabolisme purin yaitu sejenis protein yang normal diproduksi oleh sel tubuh dan juga bersumber dari makanan. Dalam keadaan normal 2/3 asam urat yang terbentuk akan dibuang melalui air seni lewat ginjal dan 1/3 dibuang melalui usus. Bila produksi asam urat meningkat dan/atau pembuangannya menurun maka kadar asam urat akan melampaui daya tampung darah. Kelebihan tersebut akan disalurkan antara lain ke rongga persendian, mengendap menjadi kristal asam urat dan memicu terjadi peradangan sendi yang kita kenal sebagai arthritis gout.
Sendi yang mudah terserang gout adalah sendi yang banyak mendapat tekanan seperti sendi ibu jari kaki, tumit, lutut, siku dan persendian jari tangan. Kristal asam urat juga mengendap di ginjal dan saluran kemih sehingga terbentuk batu yang akan merusak fungsi ginjal yang disebut nefropati gout.
Penyebab meningkatnya asam urat dalam darah
Kadar asam urat dalam darah meningkat karena :
- Produksi asam urat yang berlebihan; Penyebab produksi berlebih ada dua yaitu faktor bawaan (ras tertentu) atau akibat berbagai penyakit antara lain kanker darah, hipotiroid.
- Proses pembuangan asam urat berkurang; Penyebab gangguan pembuangan juga ada dua yaitu kelainan bawaan dan penyakit a.l. penyakit ginjal.
- Campuran yaitu produksi berlebih dan pembuangan berkurang.
Faktor risiko gout
- Jenis kelamin.; Gout lebih sering terjadi pada pria daripada perempuan pra menopause. Hal ini diduga karena hormon estrogen membantu pembuangan asam urat melalui ginjal. Setelah menapouse, kecendrungan wanita menderita gout meningkat.
- Usia ; Gout hampir tak pernah ditemukan pada usia remaja. 90% terjadi pada usia > 30 tahun.
- Obesitas.
- Pecandu alkohol
Gejala
Gejala gout dibagi 3 tahap :
1. Tahap pertama, serangan rematik gout akut
Serangan ini adalah ciri khas gout. Biasanya didahului konsumsi makanan pemicu yang tinggi purin dan alkohol. Serangan umumnya terjadi mendadak di malam hari ditandai nyeri hebat, pembengkakan, merah dan panas di persendian ibu jari kaki, sehingga penderita terbangun dari tidur. Gangguan ini semakin lama semakin hebat dan dalam waktu 24 jam telah mencapai puncaknya hingga kegiatan harian penderita sangat terganggu. Tanpa obat pun serangan ini akan sembuh sendiri dalam waktu 5 – 7 hari. Setelah itu penderita akan masuk masa bebas serangan yang dapat berlangsung 1 – 10 tahun, rata-rata 1 – 2 tahun. Masa bebas serangan yang panjang ini adalah penyebab penderita sering lupa atau tidak sadar bahwa dia pernah menderita gout.
2. Tahap kedua, rematik gout hilang-timbul/intermiten
Setelah tahap akut penderita akan masuk tahap kedua yang ditandai kambuh serangan gout dimana jarak antar-serangan makin lama makin pendek dan masa serangan juga berlangsung makin panjang, sendi yang terlibat juga makin lama makin banyak, hingga akhirnya hampir tiap hari penderita mengeluh adanya nyeri di banyak sendi.
3. Tahap ketiga, rematik gout menahun.
Dikatakan menahun bila penderita telah menderita gout minimal 10 tahun. Ciri khas tahap ini ialah terbentuknya benjolan keras disekitar persendian dan daun telinga yang dikenal dengan nama tofus. Tofus ini berisikan serbuk seperti kapur dan terjadi karena penimbunan kristal monosodium urat yang tajam, yang akan merusak persendian dan tulang disekitarnya.
Diagnosis
Seseorang dapat dikategorikan menderita rematik gout bila :
- Mendapat serangan rematik dengan ciri khas seperti di atas.
- Mempunyai riwayat perjalanan penyakit yang khas.
- Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan asam urat tinggi. Nilai normal asam urat untuk pria < 7 mg/dL dan untuk wanita < 6,0 mg/dL. Perlu diketahui bahwa pada fase serangan akut kadar asam urat sering justru rendah sehingga untuk memastikan apakah seseorang menderita gout sebaiknya pemeriksaan dilaksanakan pada saat sehat/bebas gejala.
- Kepastian arthtitis gout ialah bila ditemukan kristal monosodium urat yang berbentuk seperti jarum di cairan sendi atau tofus.
Komplikasi
Bila tidak dikelola dengan baik maka dampak jangka panjang gout ialah kerusakan sendi permanen dan kerusakan fungsi ginjal.
Penatalaksanaan
Gout perlu dikelola dengan baik sejak dini demi mencegah berbagai komplikasi yang terjadi sehingga berpengaruh pada kinerja, produktifitas dan kesehatan seseorang. Beberapa langkah yang harus dilaksanakan untuk mencegah dan mengelola terjadinya serangan gout ialah :
1. Mengubah pola hidup dengan :
- Menurunkan berat badan
- Meningkatkan konsumsi air, sampai 2 liter sehari
- Menghindari alkohol yang selain meningkatkan produksi juga menghambat ekskresi asam urat lewat ginjal
2. Diet. Pantang atau mengurangi makanan yang tinggi purin a.l. : Jeroan, ekstrak daging, kacang kering, emping, makanan kaleng, asperagus, bayem, kembang kol dll
3. Hindari pemakaian obat pemicu naiknya asam urat a.l. golongan Thiazide, aspirin dll.
4. Obat-obatan
- Untuk menghilangkan nyeri dan mengurangi peradangan dapat diberi obat golonga NSAID mis. diklofenat dan kotikosteroid.
- Untuk menurunkan produksi asam urat diberi allopurinol. Perlu diketahui penderita dengan asam urat tingg tanpa gejala gout tidak perlu mendapat allopurinol, allopurinol baru diberikan bila kadar > 9 mg/dL
|
Kandungan purin makanan |
|||
|
Jenis Bahan makanan |
Golongan A – tinggi 150-1000 mg/100 g |
Golongan B – sedang 50-100 mg/100 g |
Golongan C – rendah 50 mg/100 g |
| Sumber hidrat arang | - | - | - |
| Sumber Protein Hewani | Otak, jantung, hati, ginjal, remis, kerang, jeroan, sardine, ekstrak daging | Ikan (bukan golongan A), daging sapi | Keju, susu, telur |
| Sumber Protein Nabati | - | Kacang-kacangan yang dikeringkan | Tempe, oncom |
| Lemak | - | - | - |
| Sayur-sayuran | - | Bayam, kembang kol, asparagus | Sayur dan buah lain |
| Lain-lain | Alkohol, makanan yang diawet dalam kalengan | - | - |
Note : Penderita dengan kadar asam urat > 7 mg/dL harus pantang makanan golongan A, sedangkan makanan golongan B perlu dibatasi.
Sumber: dokita.co
