Penyakit Flu, Penyebab, Gejala Dan Pengobatannya
Setiap orang baik tua maupun muda pasti pernah terkena flu, mulai dari yang ringan hanya bersin-bersin dan hidung meler, hingga yang berat yang membuat Anda harus istirahat di rumah dan mengganggu aktivitas harian Anda. Apa sih sebenarnya penyakit flu yang selalu datang dan pergi dalam hidup Anda ini? Bagaimana mencegahnya? Dan apa obat yang tepat untuk mengatasi flu yang membandel ini ?
Influenza atau biasa disebut flu adalah penyakit infeksi akut saluran pernafasan atas mulai dari hidung hingga tenggorokan, terutama ditandai oleh demam, menggigil, sakit otot, sakit kepala, dan sering disertai pilek, sakit tenggorokan, dan batuk non-produktif (tidak menghasilkan dahak/batuk kering). Flu biasa berlangsung antara 2-7 hari dan biasanya dapat sembuh sendiri tanpa diobati. Flu dapat menyerang semua umur mulai dari bayi hingga orang tua. Flu merupakan penyakit yang mudah sekali menular, penularan dapat melalui droplet (tetesan/percikan air) sewaktu batuk/ bersin atau kontak langsung antara penderita dengan orang yang sehat terutama bila berada di ruangan tertutup dan penuh sesak manusia, misalnya di kantor atau sekolah.
Apa saja yang dapat menyebabkan flu?
Penyebab utama flu adalah virus. Ada 2 jenis virus yang menimbulkan gejala influenza, yaitu :
Virus orthomiksovirus. Virus ini adalah virus jenis RNA yang memiliki protein Hemaglutinin virus (HA) dan neuromidase (NA) yang berperan dalam kekebalan virus terhadap antibodi tubuh. Seringnya kedua protein ini merubah komposisi dan strukturnya menyebabkan selalu tercipta strain baru virus ini, akibatnya orang yang terkena flu dapat terkena lagi dan tidak ada vaksin yang dapat mencegah penyakit karena struktur HA dan NA yang berbeda. Ada 3 tipe dari virus ini yang menyebabkan flu. Pertama adalah virus tipe A yaitu virus penyebab influenza yang penyebarannya bersifat luas bahkan ke seluruh dunia dan gejalanya berat. Lalu virus tipe B yang gejala penyakitnya lebih ringan dan penyebarannya tidak seluas tipe A dan yang terakhir adalah tipe C yang diragukan patogenitasnya terhadap manusia. Virus orthomiksovirus ini dapat menyerang semua umur, tapi lebih sering pada dewasa muda.
Virus paramiksovirus. Virus ini juga virus jenis RNA tapi proteinnya berupa hemaglutinin virus (HN) dan lebih stabil. Jadi imunitas/kekebalan tubuh dapat bekerja melawan virus. Akibatnya bila Anda pernah terkena influenza jenis ini, bila terkena lagi maka gejalanya akan lebih ringan dari pertama kalinya. Ada 4 tipe yang dapat menyebabkan influenza yaitu: tipe 1 dan 2 yang memiliki gejala flu lebih ringan dan tipe 3 yang gejalanya lebih berat. Tipe 1, 2, dan 3 hanya menyerang saluran pernafasan bagian atas sedangkan tipe 4 dapat menyerang hingga saluran pernafasan bawah dan paru-paru. Virus ini terutama menyerang bayi dan anak-anak.
Bagaimana virus dapat menyebabkan penyakit?
Virus dapat masuk ke dalam tubuh melalui udara yang kita hirup (air borne disease). Virus ini melekat pada saluran pernafasan kita terutama yang banyak mengandung lendir (musin), kemudian virus akan menyusup masuk dalam sel-sel di saluran pernafasan kita dan memperbanyak diri melalui proses replikasi untuk kemudian menyerang sel-sel yang lain. Bila virus telah menyebar ke seluruh saluran pernafasan maka gejala flu mulai muncul. Waktu yang diperlukan untuk virus menyebabkan penyakit disebut masa inkubasi dan ini berbeda-beda untuk tiap jenis virus. Orthomiksovirus membutuhkan waktu 1-4 hari. Paramiksovirus tipe 1-3 membutuhkan waktu 2-6 hari pada dewasa sedangkan pada anak-anak tidak diketahui, dan tipe 4 sekitar 4-5 hari.
Apa saja gejala flu ?
Gejala flu sangat luas mulai dari yang lokal hingga yang bersifat sistemik, mulai dari yang ringan hingga berat yang dapat menyebabkan kematian. Secara garis besar dibagi menjadi: Stadium prodromal, yang biasanya ditandai dengan rasa lelah dan malas kemudian diikuti dengan rasa pegal di seluruh tubuh. Kemudian gejala akan berkembang menjadi:
- demam biasanya berlangsung selama 3-4 hari
- sakit kepala
- sakit otot batuk tanpa dahak,terutama pada anak-anak sangat khas yaitu batuk yang menyalak
- pilek dan hidung tersumbat
- sakit pada waktu menelan
- sakit tenggorokan
- mata berair
- kulit kemerahan terutama muka, hidung, dan tenggorokan
- mual dan muntah serta diare (lebih sering pada anak-anak)
Pada keadaan lebih lanjut maka dapat berkembang menjadi penyakit yang berat dan mematikan terutama pada orang-orang beresiko tinggi seperti bayi dan anak-anak, orang dengan riwayat penyakit jantung dan paru, orang usia lanjut dengan penyakit ginjal kronik ataupun penyakit metabolik, misalnya diabetes dan wanita hamil. Selain itu adanya infeksi virus menyebabkan kekebalan tubuh turun akibatnya dapat timbul infeksi sekunder oleh bakteri yang dapat semakin memperparah gejala penyakit yang ada. Komplikasi yang patut diwaspadai itu adalah :
- pneumonia (infeksi pada paru) baik yang disebabkan oleh virus maupun bakteri dengan gejala batuk berdahak, panas tinggi, dan terutama adalah kesulitan bernafas yang terlihat dari timbulnya bunyi pernafasan yang tidak lazim (ronki atau mengi).
- ensefalomielitis yaitu infeksi pada otak dan saraf, terutama mengenai anak-anak, dengan gejala kesadaran yang menurun dan sakit kepala yang dahsyat.
Bila dijumpai kedua tanda diatas, Anda atau anak Anda harus segera dibawa ke rumah sakit demi mendapatkan pertolongan lebih lanjut.
Bagaimana mengobati flu ?
Tidak ada pengobatan yang bersifat spesifik untuk flu karena pada dasarnya flu merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri (self-limited disease). Hal ini dapat terjadi karena kekebalan tubuh akan segera memproduksi antibodi yang dapat mengeliminir virus dari tubuh. Pengobatan biasanya lebih bersifat simptomatik atau hanya mengurangi gejala yang ada agar aktivitas harian Anda tidak terganggu. Misalnya: analgesik untuk mengurangi nyeri, antipiretik untuk menurunkan demam, atau dekongestan untuk mengatasi hidung tersumbat dan hidung meler. Penggunaan anti viral dapat saja dilakukan tetapi harganya cukup mahal. Hal yang paling penting untuk mempercepat kesembuhan adalah Anda harus istirahat total, banyak minum air putih, dan menghindari penggunaan alkohol serta rokok. Pada infeksi sekunder oleh karena bakteri serta gejala yang lebih parah sebaiknya Anda segera ke rumah sakit atau dokter terdekat untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.
Bagaimana mencegah flu ?
- Cara sederhana untuk mencegah penularan flu:
- tutuplah hidung dan mulut Anda bila sedang batuk atau bersin
- cucilah tangan dengan sabun setiap kali Anda habis bepergian keluar rumah
- hindari kontak langsung dengan orang yang sehat
- jangan menyentuh mata, hidung, atau mulut Anda karena biasanya virus ada di situ
- tinggal dalam rumah selama sakit
Cara menghindari tertular flu:
- cucilah tangan dengan sabun setiap kali Anda habis bepergian keluar rumah
- hindari kontak langsung dengan orang sakit
- jaga kebugaran tubuh agar tidak mudah jatuh sakit
- konsumsi vitamin atau suplemen tambahan untuk meningkatkan imunitas
- tubuh vaksin flu bila perlu, terutama pada pergantian musim
Flu mungkin tidak dapat Anda hindari seumur hidup, tapi istirahat total dapat menghindarkan Anda dari gejala yang lebih parah. Hidup sehat dan olahraga teratur merupakan cara yang ampuh untuk meningkatkan ketahanan tubuh dalam menghadapi penyakit ini.
Referensi:
- conten.nejm.org
- Jawet’s, et all.1995.Mikrobiologi Kedokteran 20th edition Soeparman.1991.
- Ilmu Penyakit Dalam jilid 1 2nd edition
- wikipedia.com
- tanyadok.com

