Pentingnya Mobilisasi dan Body Mekanik pada Ibu Hamil
Oleh : Bidan Rina Widyawati
Kemampuan bergerak bebas, melangkah dengan baik, berirama dengan maksud dan tujuan tertentu merupakan hal yang penting dalam melakukan kegiatan hidup atau suatu usaha dari manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya melalui bergerak.
Kemampuan seseorang bergerak dalam upaya memenuhi kebutuhan sehari-hari disebut dengan Mobilisasi. Pembatasan pergerakan oleh karena suatu kondisi dan keadaan disebut dengan imobilisasi. Pergerakan seseorang yang dibantu dengan alat disebut ambulasi. Mobilisasi merupakan suatu kondisi dimana tubuh dapat melakukan kegiatan dengan bebas. Tujuan dari dilakukannya mobilisasi antara lain yaitu memenuhi kebutuhan dasar manusia, mencegah terjadinya trauma, mempertahankan tingkat kesehatan, mempertahankan interaksi sosial dan peran sehari – hari dan mencegah hilangnya kemampuan fungsi tubuh.
Pada ibu hamil seiring dengan kehamilannya yang semakin membesar, ibu hamil biasanya enggan untuk bergerak bebas. Disamping hal tersebut, ibu hamil juga sering merasa khawatir akan terjadi apa-apa pada janinnya bila ia bergerak dengan bebas. Namun bukan berarti dengan adanya kehamilan, ibu hamil tidak boleh bergerak bebas. Ibu hamil masih bisa melakukan aktivitasnya sehari-hari, selama aktivitas tersebut dirasakan tidak menguras tenaga dari ibu hamil tersebut.
Dalam sistim muskuloskeletal dikenal 2 macam persendian yaitu sendi yang dapat digerakan (diartroses) dan sendi yang tidak dapat digerakan (siartrosis). Dalam melakukan mobilisasi dan body mekanik kedua sendi tersebut mempunyai perannya masing-masing.
Penilaian toleransi aktivitas sangat penting terutama pada klien khususnya ibu hamil dengan gangguan kardiovaskuler seperti Angina pektoris, Infark, Miocard atau pada klien dengan immobiliasi yang lama akibat kelumpuhan. Hal tersebut biasanya dikaji pada waktu sebelum melakukan mobilisasi, saat mobilisasi dan setelah mobilisasi.
Tanda – tanda yang dapat di kaji pada intoleransi aktivitas antara lain yaitu denyut nadi frekuensinya mengalami peningkatan, irama tidak teratur; tekanan darah biasanya terjadi penurunan tekanan sistol / hipotensi orthostatic; pernafasan terjadi peningkatan frekuensi, pernafasan cepat dangkal; warna kulit dan suhu tubuh terjadi penurunan; kecepatan dan posisi tubuh disini akan mengalami kecepatan aktivitas dan ketidak stabilan posisi tubuh.
Maka dari itu untuk ibu hamil dengan gangguan kardiovaskuler harus memperhatikan instruksi dari dokter dalam melakukan mobilisasi dan body mekanik. Dikarenakan selain mobilisasi dan body mekanik diperberat oleh adanya kehamilan, hal ini juga diperberat oleh adanya gangguan kardiovaskuler. Pada ibu hamil dengan gangguan kardiovaskuler juga biasanya sokter menyarankan untuk tidak melakukan aktivitas berat dan untuk persalinannya dokter menyarankan untuk melakukan operasi sesar.
Upaya mencegah terjadinya masalah akibat kurangnya mobilisasi antara lain dapat dilakukan dengan perbaikan status gizi, memperbaiki kemampuan monilisasi, melaksanakan latihan pasif dan aktif, mempertahankan posisi tubuh dengan benar sesuai dengan bady aligmen (struktur tubuh) dan melakukan perubahan posisi tubuh secara periodik (mobilisasi untuk menghindari terjadinya dekubitus / pressure area akibat tekanan yang menetap pada bagian tubuh.
Faktor – faktor yang Mempengaruhi Mobilisasi
1. Gaya hidup
Gaya hidup seseorang sangat tergantung dari tingkat pendidikannya. Makin tinggi tingkat pendidikan seseorang akan di ikuti oleh perilaku yang dapat meningkatkan kesehatannya. Demikian halnya dengan pengetahuan kesehatan tentang mobilitas seseorang akan senantiasa melakukan mobilisasi dengan cara yang sehat misalnya; seorang ABRI akan berjalan dengan gaya berbeda dengan seorang pramugari atau seorang pemambuk.
2. Proses penyakit dan injuri
Adanya penyakit tertentu yang di derita seseorang akan mempengaruhi mobilitasnya misalnya; seorang yang patah tulang akan kesulitan untuk obilisasi secara bebas. Demikian pula orang yang baru menjalani operasi. Karena adanya nyeri mereka cenderung untuk bergerak lebih lamban. Ada kalanya klien harus istirahat di tempat tidur karena mederita penyakit tertentu misalnya; CVA yang berakibat kelumpuhan, typoid dan penyakit kardiovaskuler.
3. Kebudayaan
Kebudayaan dapat mempengaruhi pola dan sikap dalam melakukan aktivitas misalnya; seorang anak desa yang biasa jalan kaki setiap hari akan berebeda mobilitasnya dengan anak kota yang biasa pakai mobil dalam segala keperluannya. Wanita keraton akan berbeda mobilitasnya dibandingkan dengan seorang wanita madura dan sebagainya.
4. Tingkat energi
Setiap orang mobilisasi jelas memerlukan tenaga atau energi, orang yang sedang sakit akan berbeda mobilitasnya di bandingkan dengan orang sehat apalagi dengan seorang pelari.
5. Usia dan status perkembangan
Seorang anak akan berbeda tingkat kemampuan mobilitasnya dibandingkan dengan seorang remaja. Anak yang selalu sakit dalam masa pertumbuhannya akan berbeda pula tingkat kelincahannya dibandingkan dengan anak yang sering sakit.
Sumber :
- Buku Ajar Asuhan Kebidanan Vol 1 (Kehamilan)
Incoming search terms:
- body mekanik pada ibu hamil
- mobilisasi dan body mekanik pada ibu hamil
- bagaimana kebutuhan body mekanik bagi ibu hamil?
- mobilisasi selama kehamilan
- mobilisasi dan body mekanik pd ibu hamil
- mobilisasi body
- leaflet body mekanik pada ibu hamil
- kesehatan body mekanik pada ibu hamil
- gerakan body mekanik pada ibu hamil
- gambar dari mobilisasi kehamilan
