Pengaruh Lingkungan Terhadap Penyakit Malaria
Oleh : Bidan Sulistia
Lingkungan adalah lingkungan dimana manusia dan nyamuk berada. Nyamuk berkembang biak dengan baik bila lingkungannya sesuai dengan keadaan yang dibutuhkan oleh nyamuk untuk berkembang biak, faktor lingkungan dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelompok yaitu:
A. Lingkungan fisik
- Suhu udara. Suhu udara sangat mempengaruhi panjang pendeknya siklus sporogoni atau masa inkubasi ekstrinsik. Makin tinggi suhu (sampai batas tertentu) makin pendek masa inkubasi ekstrinsik, dan sebaliknya makin rendah suhu makin panjang masa inkubasi ekstrinsik.
- Kelembaban udara (relative humidity). Kelembaban yang rendah memperpendek umur nyamuk. Tingkat kelembaban 63% misalnya, merupakan angka paling rendah untuk memungkinkan adanya penularan di Punjad India. Kelembaban mempengaruhi kecepatan berkembang biak, kebiasaan menggigit, istirahat dan lain-lain dari nyamuk.
- Hujan. Terdapat hubungan langsung antara hujan dan perkembangan larva nyamuk menjadi bentuk dewasa. Besar kecilnya pengaruh tergantung pada jenis hujan, derasnya hujan, jumlah hari hujan, jenis vektor dan jenis tempat perindukan (breeding places). Hujan yang diselingi oleh panas akan memperbesar kemungkinan berkembang biaknya Anopheles.
- Angin. Kecepatan angin pada saat matahari terbit dan terbenam yang merupakan saat terbangnya nyamuk ke dalam atau ke luar rumah, adalah salah satu faktor yang ikut menentukan jumlah kontak antara manusia dan nyamuk. Jarak terbang nyamuk (flight range) dapat diperpendek atau diperpanjang tergantung kepada arah angin.
- Sinar matahari. Pengaruh sinar matahari terhadap pertumbuhan larva nyamuk berbeda-beda. An. Sundaicus lebih suka tempat teduh, sebaliknya An. hyrcanus spp lebih menyukai tempat yang terbuka. An. Barbirostris dapat hidup baik di tempat yang teduh maupun di tempat yang terang.
- Arus air. An. Barbirostris menyukai tempat perindukan yang airnya statis atau mengalir sedikit. An. Minimus menyukai tempat perindukan yang aliran airnya cukup deras dan An. Letifer di tempat yang airnya tenang.
B. Lingkungan Kimia
Dari lingkungan ini yang baru diketahui pengaruhnya adalah kadar garam dari tempat perindukan. Sebagai contoh An. Sundaicus tumbuh optimal pada air payau yang kadar garamnya berkisar antara 12-18 o/oo dan tidak dapat berkembang baik pada kadar garam 40 o/oo ke atas, meskipun di beberapa tempat di Sumatera Utara An. Sundaicus ditemukan pula dalam air tawar. An. Letifer dapat hidup di tempat yang asam/ pH rendah.
C. Lingkungan biologik (flora dan fauna)
Lingkungan biologi merupakan lingkungan yang terdiri atas fauna dan flora. Yang dapat berfungsi sebagai bahan pangan, sandang, dan papan. Didalam lingkungan ini juga terdapat flora dan fauna yang berbahaya bagi kehidupan manusia, seperti agent penyebab penyakit yang hidup, vektor penyakit, reservoir penyakit, dan lain-lain. Oleh karena itu lingkungan ini dapat memberi berbagai paparan terhadap masyarakat. Kualitas lingkungan ini sangat mudah dimodifikasi oleh kegiatan manusia, dan karenanya mudah sekali berpengaruh terhadap kesehatan. Paparan dapat diukur sesuai elemen biologis yang ingin. Apakah makanan, serangga, zat kimia yang ada dalam makanan seperti pestisida. Jadi, parameter yang diukur juga sangat tergantung pada elemen yang diukur. Misalnya, makanan, insektisida, pengawet, pewarna, index nyamuk, index lalat, index pinjal. Tumbuhan bakau, lumut, ganggang dan berbagai jenis tumbuh-tumbuhan lain dapat mempengaruhi kehidupan larva nyamuk karena dapat menghalangi sinar matahari yang masuk ke tempat perindukan serta melindungi jentik nyamuk dari serangan mahluk hidup lain. Adanya berbagai jenis ikan pemangsa larva seperti ikan kepala timah (panchax spp), gambusia, nila, mujair dan lain-lain dapat mempengaruhi populasi nyamuk di suatu daerah. Selain itu adanya ternak besar seperti sapi dan kerbau yang kandangnya diletakkan tidak jauh dari rumah dapat mengurangi jumlah gigitan nyamuk pada manusia (Cattle Barrier).
Alat Uji Malaria bisa didapatkan di Toko Alkes Jl. Pasir kaliki no. 239B (depan RSHS), atau bisa menghubungi telp 0851 0117 9366, SMS : 0822 144 623 86, BBM : 7F8B61CD, WA : 0822 144 623 86.
Sumber : Buku Parasitologi Kedokteran
