022 2032522
0822 144 623 86
D38FBC35
tokoalkes.com
Menu

( pcs)
jmlBarangBerat (Kg)Total
keranjang anda kosong
0 0,00Rp 0
Selesai Belanja
Rp 42.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangDressing Jar Stainless Steell
Harga Rp 42.000
Lihat Detail

Pengambilan Sampel TB Paru dengan Bronchoaveolar Lavage (BAL)

Friday, November 14th 2014.

Pengambilan Sampel TB Paru dengan Bronchoaveolar Lavage (BAL)

Oleh : Bidan Rina Widyawati

 

Tindakan BAL adalah salah satu teknik pengambilan sampel pada saat tindakan bronkoskopi berlangsung. Tindakan BAL ditujukan untuk mengambil spesimen yang berada pada ujung saluran nafas (alveolus) yang terkadang sudah mengendap. Cairan yang didapat dari tindakan BAL ini sangat berguna karena dapat digunakan untuk pemeriksaan mikrobiologi (hapusan BTA dan kultur mycobacterium tuberculosis), jumlah sel dan diferensiasi, penyakit infeksi oportunistik pada penderita immuno-compromised, tumor paru dan interstitial lung diseases, gambaran alveolar proteinosis, gambaran terpapar debu seperti badan asbestos, silika, dan sel ganas.

Melalui saluran yang ada pada bronkoskop, 20-50 ml cairan salin atau Ringer dimasukkan kebagian ujung (scope) bronkoskop yang sudah diarahkan ke arah lesi dan kemudian disedot. Tindakan ini diulang beberapa kali sampai di dapat jumlah sample 100-300 ml dengan tujuan mendapatkan material yang cukup dari alveolus. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan sitologi maupun pemeriksaan lainnya seperti pemeriksaan mikrobiologis.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Gracia, dkk pada kasus TB yang dilakukan bronkoskopi membandingkan antara kultur dari BAL, bilasan bronkial dan setelah bronkoskopi, dengan kesimpulan kultur BAL positif pada 9 (53%) dari 17 Universitas kasus, kultur dari dahak setelah bronkoskopi positif pada 9 (53%) dari 17 kasus. Pada penelitian Baughman dkk mendapatkan 68% positif dari hapusan BAL, sedangkan kulktur BAL 92% positif. Kennedy dkk, menemukan antara hasil kultur dari BAL dan kultur dahak setelah bronkoskopi yaitu 66% dari BAL dan 63% dari dahak.

Penelitian yang dilakukan oleh Parwitasari Ririek dkk di RS. Dr. Soetomo Surabaya (2007) pada 23 orang yang telah diperiksa hapusan dahak dengan hasil BTA negatif, dijumpai 8 orang (38%) yang hasil hapusan cairan BAL dijumpai kuman BTA positif. 14 Dari beberapa penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa hapusan dan kultur dari BAL lebih unggul dibandingkan hapusan dan kultur dari bilasan bronkial ataupun dari dahak setelah bronkoskopi. Conde dkk (2000) yang melakukan pemeriksaan bronkoskopi pada penderita HIV dan non HIV yang diduga menderita TB, tidak menjumpai perbedaan yang bermakna saat dilakukan pemeriksaan hapusan dahak spontan yang di induksi dengan pemeriksaan cairan BAL pada 202 peserta penelitian. Penelitian oleh Kennedy, dkk (1992) pada pemeriksaan hapusan BTA cairan BAL pada penderita HIV dan non-HIV, dari 67 penderita HIV dan 45 non-HIV yang di duga menderita TB paru, (hasil pemeriksaan dahak spontan sebelum bronkoskopi tidak dijumpai kuman BTA), dijumpai basil pada 23 orang (34%) hapusan dari BAL menjadi positif pada penderita HIV, sedangkan pada non-HIV 20 (44%).

Hendaknya sebelum dilakukan tindakan bronkoskopi kepada penderita diberikan informasi seperti prosedur, tujuan dan resiko tindakan bronkoskopi. Anemnesis terhadap riwayat penyakit penderita perlu diketahui untuk mengetahui kemungkinan adanya faktor risiko penyakit tertentu. Diperlukan juga pemeriksaan kardiopulmonal dan foto toraks sebelum dilakukan tindakan bronkoskopi. Pemeriksaan seperti darah lengkap, kimia klinik darah, waktu pembekuan (clotting time), prothrombin time, dan hitung platelet juga sebaiknya dilakukan.

Sedangkan pemeriksaan faal koagulasi diperlukan pada penderita yang memakai antikoagulan, dimana dijumpai adanya perdarahan aktif, penderita dengan kelainan darah, pada penderita dengan penyakit hati, disfungsi ginjal, malabsorpsi, manutrisi atau kelainan pembekuan darah lainnya. Pemeriksaan-pemeriksaan yang dilakukan sebelum dilakukan bronkoskopi ini sifatnya tidak sama pada semua pasien. Analisa gas darah dan faal paru sebaiknya dikerjakan sebelum bronkoskopi karena bronkoskopi dapat menyebabkan edema mukosa bronkial dan mempengaruhi hasil pemeriksaan faal paru. Setiap penderita yang akan di bronkoskopi juga diminta untuk berpuasa (tidak makan dan minum) selama minimal 6 jam. dan selama bronkoskopi oksigenasi jaringan harus selalu diobeservasi dengan pemeriksaan pulse oxymetri sebelum dan selama bronkoskopi.

 

Alat kesehatan dan kedokteran bisa didapatkan di TokoAlkes Jl. Pasir kaliki no. 239B (depan RSHS), atau bisa menghubungi telp 0851 0117 9366, SMS : 0822 144 623 86, BBM : 7F8B61CD, WA : 0822 144 623 86.

Sumber: health.org

Incoming search terms:

  • pengambilan pengemasan pengiriman sampel tb

Produk terbaru

Rp 30.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSonde Uterus atau Uterine Sonde (Pengukur Panjang Rahim)
Harga Rp 30.000
Lihat Detail
Rp 908.500 1.027.000
habis
Rp 21.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPean Bengkok / Rochester Pean Forcep CVD Renz 14 cm
Harga Rp 21.000
Lihat Detail
Rp 12.500
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMasker N95 3M
Harga Rp 12.500
Lihat Detail
Rp 25.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTas Instrumen Perawat Dan Bidan
Harga Rp 25.000
Lihat Detail
Rp 96.000
habis