Pencegahan Diare pada Balita Melalui Mencuci Tangan
Oleh : Bidan Rina Widyawati
Cuci tangan merupakan salah satu cara untuk menghindari penularan penyakit tertutama penyakit yang ditularkan melalui makanan. Kebiasaan mencuci tangan secara teratur perlu dilatih pada anak. Jika sudah terbiasa mencuci tangan sehabis bermain atau ketika akan makan maka diharapkan kebiasaan tersebut akan terbawa hingga dewasa. Pada dasarnya air untuk cuci tangan hendaknya air yang mengalir. Penggunaan sabun hendaknya mengenai seluruh tangan dan diperlukan waktu agar kontak kulit dan sabun dapat terjadi.
Cuci tangan sejak lama dikenal sebagai salah satu cara yang paling efektif untuk menguragi penularan penyakit baik diantara orang awam maupun profesional. Banyak penyakit serius dan membahayakan yang terjadi akibat penularan oleh orang yang tidak mencucin tangannya. Tinja yang masih melekat ditangan setelah buang air besar dapat masuk kedalam tubuh karena memasukan tangan ke dalam mulut atau karena mengkontaminasi makanan saat penyiapan makanan.
Perilaku pencegahan diare anak balita dalam mencuci tangan pakai sabun dengan cara yang benar dan dilakukan dengan waktu-waktu yang tepat serta menggunakan air yang tidak tercemar sangatlah berperan dalam menggurangi penyebaran penyakit infeksi dan sangat efektif untuk mencegah penyakit diare dan penyakit lainnya terhadap anak balita.
Dalam mencuci tangan pakai sabun ada lima waktu penting menurut panduan pencegahan diare yaitu sebelum makan, setelah buang air besar, sebelum memegangi bayi, setelah menceboki anak dan sebelum menyiapkan makanan. Cara praktis untuk mencegah penyakit diare adalah dengan mencuci tangan dengan sabun. Kebiasaan ini akan mengurangi resiko terjadinya diare 40 persen, kebiasaan mencuci tangan juga mempunyai daya ungkit yang besar terhadap penurunan angka kejadian diare.
Menurut panduan cara cuci tangan pakai sabun yang benar adalah membasuh tangan dengan air mengalir lalu menggosok kedua permukaan tangan dengan sabun secara merata serta sela-sela jari dan ujung kuku, lalu dibilas sampai bersih dengan air mengalir kemudian keringkan dengan lap bersih.
Praktek cuci tangan tiap melakukan pekerjaan terkait makanan atau menyusui dan minum air yang telah dimasak, merupakan bentuk praktek perawatan bayi yang dapat mencegah terjadi diare, termasuk usaha mencegah makanan dari gangguan lalat dan kontaminasi lain.
Mencuci tangan harus diajarkan pada anak sedini mungkin. Mencuci tangan sebaiknya tidak hanya dilakukan orang tua tetapi perlu juga dilakukan oleh anak walaupun masih dalam konteks dibantu orang tua. Perilaku dapat dibentuk melalui kondisioning atau kebiasaan seperti apa yang diajarkan orang tua sendiri kecil pada anaknya untuk mencuci tangan pakai sabun dan disebut dengan teori belajar asosiatif.
Hal ini didukung oleh penelitian Nugraheni tahun 2012 yang menyatakan budaya cuci tangan dengan sabun terutama sebelum makan dan setelah BAB merupakan sarana penghindar penyakit diare. Tangan yang mengandung kuman penyakit jika tidak dibersihkan dengan benar dapat menjadi media masuknya kuman penyakit kedalam tubuh manusia, baik melalui kontak langsung dengan mulut ataupun kontak dengan makanan dan minuman.
Hal ini sesuai dengan penelitian, setelah dilakukan hasil analisis data didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan kebiasaan mencuci tangan sebelum makan dan setelah BAB dengan kejadian diare. Nilai p yang diperoleh yaitu 0,027. Hanya sebagian kecil dari responden yang belum memiliki kebiasaan mencuci tangan.
Alat pemeriksaan fisik pada balita yang mengalami diare bisa didapatkan di TokoAlkes Jl. Pasir kaliki no. 239B (depan RSHS), atau bisa menghubungi telp 0851 0117 9366, SMS : 0822 144 623 86, BBM : 7F8B61CD, WA : 0822 144 623 86.
Sumber:
- Riset Kesehatan Dasar
- Buku Pedoman Tatalaksana Diare

