Pencegahan dan Penatalaksanaan Penyakit Jantung Koroner
Oleh : Bidan Rina Widyawati
1. Pencegahan primer
Harus dilakukan tindakan pencegahan untuk menghilangkan atau mengendalikan faktor- faktor risiko pada setiap individu. Lemahnya perhatian terhadap faktor risiko dan penyakit, terbatasnya sarana pengobatan dan perawatan, dan tingginya biaya pengobatan merupakan hambatan yang mempengaruhi keberhasilan dalam pengendalian faktor risiko dan penyakit jantung koroner. Beberapa stategi untuk menurunkan faktor risiko :
- Membatasi akses produksi tembakau dengan meningkatkan pajak dan menegaskan larangan merokok.
- Mengurangi penggunaan garam dalam makanan baik secara individu maupun di tempat makan atau restoran.
- Mengurangi konsumsi gula dan lemak.
- Meningkatkan aktivitas olahraga
- Pemberian asuransi kesehatan kerja yang melayani pemeriksaan tekanan darah, glukosa darah, dan lipid.
2. Pencegahan sekunder
Prevensi sekunder pada individu yang sudah terbukti menderita penyakit jantung koroner, adalah upaya untuk mencegah agar penyakit jantung koroner itu tidak berulang lagi. Prevensi sekunder ini sangat perlu mengingat:
- Individu yang sudah pernah, atau sudah terbukti menderita penyakit jantung koroner cenderung untuk mendapat sakit jantung lagi, lebih besar kemungkinannya ketimbang orang yang belum pernah sakit jantung.
- Proses aterosklerosis yang mendasari penyakit jantung koroner, bisa saja terjadi pada pembuluh darah organ lain di otak yang menimbulkan cerebrovascular disease (strok), pada aorta atau arteri karotis, arteri perifer dan lain-lain. Oleh sebab itu prevensi sekunder untuk penyakit jantung koroner dapat juga merupakan prevensi primer untuk penyakit aterosklerotik lainnya.
- Prevensi sekunder belum sepenuhnya mendapat perhatian (under utilized) dari kalangan praktisi kedokteran, sebagaimana dilaporkan WHO 2004, khususnya di negara-negara dengan pendapatan per kapita rendah dan menengah.
Pencegahan sekunder ini meliputi:
- Merokok. Tujuan: Berhenti total, tidak terpapar pada lingkungan perokok
- Kontrol Tekanan Darah. Tujuan: TD < 140/90 mmHg atau < 130/80 mmHg pada pasien Diabetes atau Penyakit ginjal kronik.
- Pengelolaan Lipid. Tujuan: LDL-C < 100 mg/dl Jika Triglserid ≥ 200 mg/dl, non-HDL-C seharusnya < 130 mg/dl.
- Aktivitas fisik. Tujuan: 30 menit, 7 hari dalam seminggu (minimal 5 hari dalam seminggu).
- Pengaturan Berat Badan. Tujuan:BMI: 18,5 – 24,9 kg/m2. Lingkar pinggang: Pria < 40 inci, Wanita < 35 inci.
- Pengelolaan Diabetes. Tujuan: HbA1c < 7%.
- Penggunaan obat Antiplatelet/Anticoagulant: Aspirin, clopidogrel, warfarin sesuai indikasi.
- Penggunaan Renin-Angiotensin-Aldosterone System Blockers: bila intoleran ganti dengan ARB.
- Penggunaan Β-Blockers: kecuali bila ada kontra indikasi.
- Pemberian vaksinasi influenza pada pasien dengan kelainan kardiovaskular.
3. Pengobatan
Tujuan pengobatan iskemia miokard adalah untuk mencegah terjadinya kerusakan miokard dengan mempertahankan keseimbangan antara konsumsi oksigen miokardium dan penyediaan oksigen. Memperbaiki lesi aterosklerosis pada arteri koroner dapat menggunakan teknik CABG (Coronary Artery Bypass Graft) yang pertama kali dilakukan oleh Favaloro 1969 dan juga dapat menggunakan teknik PTCA (Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty) tanpa menggunakan pembedahan, bila penderita DM yang mengidap PJK dilakukan PCI (Percuntaneous coronary intervention) akan berakibat buruk dibanding non – DM.
4. Rehabilitasi
Tujuan akhir pengobatan penyakit jantung koroner adalah mengembalikan penderita ke gaya hidup produktif dan menyenangkan. Rehabilitasi jantung, seperti yang didefinisikan oleh American Heart association dan The Task Force on Cardiovascular Rehabilitation of the National Heart, Lung, and Blood Institute adalah proses memulihkan dan memelihara potensi fisik, psikologis, sosial, pendidikan, dan pekerjaan pasien. Pasien harus dibantu untuk meneruskan kembali tingkat kegiatan mereka sesuai fisik mereka dan tidak dihambat oleh tekanan psikologis.
Alat kesehatan dan kedokteran bisa didapatkan di TokoAlkes Jl. Pasir kaliki no. 239B (depan RSHS), atau bisa menghubungi telp 0851 0117 9366, SMS : 0822 144 623 86, BBM : 7F8B61CD, WA : 0822 144 623 86.
Sumber: familiamedika.net

