Pencegahan dan Deteksi HIV/AIDS
Oleh : Bidan Sulistia
HIV/AIDS dapat dicegah dengan cara:
- Hindarkan hubungan seksual diluar nikah. Usahakan hanya berhubungan dengan satu orang pasangan seksual, tidak berhubungan dengan orang lain.
- Pergunakan kondom bagi resiko tinggi apabila melakukan hubungan seksual.
- Ibu yang darahnya telah diperiksa dan ternyata mengandung virus, hendaknya jangan hamil. Karena akan memindahkan virus AIDS pada janinnya.
- Kelompok resiko tinggi di anjurkan untuk tidak menjadi donor darah.
- Penggunaan jarum suntik dan alat lainnya ( akupuntur, tato, tindik ) harus dijamin sterilisasinya.
Sebagai cara yang paling efektif mencegah infeksi HIV lewat hubungan seksual adalah A B C:
- A = anda menjauhi seks sampai anda kawin atau menjalin hubungan jangka panjang dengan pasangan (Abstinesia).
- B = bersikap saling setia dengan pasangan dalam hubungan perkawinan atau hubungan tetap jangka panjang (Be faithful).
- C = cegah dengan memakai kondom secara benar dan konsisten untuk pekerja seks atau orang yang tidak mampu melaksanakan A dan B (Condom).
Adapun usaha-usaha yang dapat dilakukan pemerintah dalam usaha untuk mencegah penularan AIDS yaitu, misalnya : memberikan penyuluhan-penyuluhan atau informasi kepada seluruh masyarakat tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan AIDS, yaitu melalui seminar-seminar terbuka, melalui penyebaran brosur atau poster-poster yang berhubungan dengan AIDS, ataupun melalui iklan diberbagai media massa baik media cetak maupun media elektronik.
Penyuluhan atau informasi tersebut dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan kepada semua lapisan masyarakat, agar seluruh masyarakat dapat mengetahui bahaya AIDS, sehingga berusaha menghindarkan diri dari segala sesuatu yang bisa menimbulkan virus AIDS.
Usaha-usaha yang dilakukan terinfeksi virus AIDS disebut juga penerapan strategi pengobatan baru. Dalam pengobatan HIV / AIDS sangat penting mengetahui dinamika HIV, serta perjalanan penyakit ( patogenesis ) sehingga dapat melakukan tindakan dan pengobatan tepat waktu.
Beberapa harapan dan kabar baik dapat dicatat dari pertemuan-pertemuan “Van Couver” di Kanada saat ini cukup banyak obat anti HIV yang efektif untuk pengobatan kombinasi. Beberapa obat penghambat protease dan obat anti HIV sedang dalam tahap akhir untuk mendapat izin.
Selain itu muncul pula pemeriksaan “Viral loard” yang prosesnya lebih mudah dalam mendeteksi RNA dari HIV dalam darah. Dan semua usaha diatas seharusnya ditunjang oleh motivasi dari penderita AIDS itu sendiri. Misalnya bagi mereka yang termasuk kelompok resiko tinggi terkena AIDS selalu memeriksakan darahnya secara teratur, paling sedikit 3-6 bulan sekali, demi keselamatan pasangan seksualnya.
Dan yang tidak kalah penting adalah mendekatkan diri kepada Tuhan YME. Yaitu dengan melaksanakan ibadah-ibadah yang diperintahkan dan berusaha untuk menjauhi segala yang dilarangNya, agar penderitaan yang dirasakan tidak terlalu berat.
Uji HIV sekarang sudah dapat dilakukan di tempat pelayanan kesehatan dimanapun. Pengujian yang dilakukan dapat menggunakan serum maupun darah langsung. Diperlukan 3 alat uji cepat untuk memastikan HIV, yang dilakukan melalui tes algorithma. Skema penggunaan dan interpretasi tes HIV menggunakan alatuji cepat. A1 adalah alat uji dengan sensitivitas paling tinggi, diikuti oleh alat uji A2 dan A3 dengan spesifisitas lebih tinggi.
Alat tes UJI HIV ini merupakan produk dalam negeri dengan ijin edar AKD. Kemasan box berisi 10 tes. Dalam setiap kemasan berisi 10 buah tes, pipet tetes plastik, 1 botol buffer, dan petunjuk penggunaan.
UJI HIV bisa didapatkan di TokoAlkes Jl. Pasir kaliki no. 239B (depan RSHS), atau bisa menghubungi telp 0851 0117 9366 SMS : 0822 144 623 86, BBM : 7F8B61CD, WA : 0822 144 623 86.
Sumber : Buku Dasar-dasar Keperawatan Maternitas

