Penatalaksanaan Distosia Bahu oleh Bidan
Distosia bahu merupakan suatu keadaan tertahannya bahu depan bayi oleh tulang simfisis. Bahu depan bayi gagal melipat mengikuti poros jalan lahir sehingga tertahan di bawah tulang simfisis. Distosia bahu dapat mengakibatkan kematian bayi jika bayi tidak dapat dilahirkan dengan cepat.
Terdapat beberapa teknik dalam melakukan pertolongan pada distosia bahu yaitu dengan manuver Mc Robert, Manuver Massanti, Manuver Wood, dan Manuver Swart Dixon. Manuver-manuver tersebut dilakukan untuk membebaskan bahu depan janin. Dalam melakukan pertolongan sebisa mungkin penolong atau bidan melakukan pertolongan dengan waktu sesingkat mungkin. Mengingat kemungkinan dari risiko kematian yang dapat terjadi pada bayi bila pertolongan memakan waktu yang lama.
Pada saat persiapan alat, hal yang terpenting yang harus disiapkan adalah alat resusitasi dan oksigen. Kemungkinan besar bayi dengan distosia bahu dapat mengalami asfiksia.
Penatalaksanaan Distosia Bahu oleh Bidan
Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan pertolongan distosia bahu, yaitu:
- Patuhi prosedur pekerjaan
- Bertindak lembut dan hati-hati pada saat melakukan tindakan
- Perhatikan keadaan umum klien
- Letakkan peralatan pada tempat yang terjangkau dan sistematis oleh petugas
- Pusatkan perhatian pada pekerjaan serta kenyamanan klien
- Lakukan tindakan dengan tetap memeperhatikan prinsip aseptik dan antiseptik.
Alat yang digunakan dalam penatalaksanaan distosia bahu oleh bidan adalah :
- Gunting episiotomi
- Apron plastik, masker, kacamata pelindung
- Sarung tangan DTT/steril
- Alas kaki/sepatu boot karet
- Alat resusitasi
- Tabung oksigen
- Partus set
- Hecting set.
Prosedur tindakan distosia bahu adalah sebagai berikut :
1. Pakai sarung tangan DTT atau steril.
2. Lakukan episiotomi secukupnya.
3. Lakukan manuver McRobert’s :
- Dengan posisi ibu berbaring pada punggungnya, minta ibu untuk menarik kedua lututnya sejauh mungkin ke arah dadanya. Minta dua asisten untuk membantu ibu
- Tekan kepala bayi secara mantap dan terus-menerus ke arah bawah (ke arah anus ibu) untuk menggerakkan bahu anterior di bawah simfisis pubis. Hindari tekanan yang berlebihan pada kepala bayi karena mungkin akan melukainya
- Secara bersamaan mintalah salah satu asisten untuk memberikan sedikit tekanan suprapubis ke arah bawah dengan lembut. Jangan lalukan dorongan pada fundus, karena akan mempengaruhi bahu lebih jauh dan bisa menyebabkan ruptura uteri.
4. Jika bahu tetap tidak lahir :
- Masukkan satu tangan ke dalam vagina dan lakukan penekanan pada bahu anterior, ke arah sternum bayi, untuk memutar bahu bayi dan mengurangi diameter bahu.
- Jika perlu, lakukan penekanan pada bahu posterior ke arah sternum.
5. Jika bahu masih tetap tidak lahir :
- Masukkan satu tangan ke dalam vagina dan pegang tulang lengan atas yang berada pada posisi posterior
- Fleksikan lengan bayi di bagian siku dan letakkan lengan tersebut melintang di dada bayi.
6. Jika bahu masih tetap tidak lahir setelah melakukan manuver-manuver di atas, minta ibu untuk berganti posisi merangkak. Coba bantu kelahiran bayi tersebut dalam posisi ini dengan cara melakukan tarikan perlahan-lahan pada bahu anterior ke arah atas dengan hati-hati; segera setelah bahu anterior lahir, lahirkan bahu posterior dengan tarikan perlahan-lahan ke arah bawah dengan hati-hati. Jika tetap tidak berhasil, rujuk ibu.
Peralatan tindakan distosia bahu ini bisa didapatkan di TokoAlkes Jl. Pasir kaliki no. 239B (depan RSHS), atau bisa menghubungi telp 0851 0117 9366 SMS : 0822 144 623 86, BBM : 7F8B61CD, WA : 0822 144 623 86.
Oleh : Bidan Rina Widyawati
Sumber :
- Buku Asuhan Kebidanan IV
Incoming search terms:
- penatalaksanaan distosia bahu
- penanganan distosia bahu oleh bidan\
- penanganan distosia bahu oleh bidan
- alat distosia bahu
- alat dan bahan distosia bahu
- persiapan peralatan distesia
- prosedur kerja distosia bahu
- alat untuk distosia bahu
- persiapan persalinaan dengan diatosia bahu
- alat dan bahan pada distosia bahu
