Pemeriksaan Denyut Jantung Janin Menggunakan Lynex
Pemeriksaan denyut jantung janin menjadi suatu pemeriksaan yang wajib dilakukan pada ibu hamil. Pemeriksaan denyut jantung janin dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang bernama monoaural atau linex dan doppler. Pada kedua alat ini terdapat perbedaan saat melakukan pemeriksaan denyut jantung janin. Pada alat doppler, pemeriksaan denyut jantung janin dapat dilakukan pada usia kehamilan dibawah 20 minggu. Sedangkan pada alat monoaural atau linex, pemeriksaan denyut jantung janin dapat dilakukan pada usia kehamilan di atas 20 minggu.
Pada alat doppler, denyut jantung janin ada yang dapat terdengar pada usia kehamilan 9 minggu. Namun suara denyut jantung janin tersebut belum terdengar jelas. Suara denyut jantung janin akan terdengar jelas melalui doppler pada usia kehamilan 12 minggu. Sedangkan pada alat seperti monoaural, denyut jantung janin dapat terdengar jelas pada usia kehamilan diatas 20 minggu. Sehingga paling tepat pemeriksaan denyut jantung janin dengan menggunakan monoaural dilakukan pada usia kehamilan diatas 20 minggu.
Informasi harga dan pembelian berbagai alat kebidanan klik disini
Monoaural atau lynex
Normalnya denyut jantung janin berdetak dengan nilai 120-160 kali per menit. Apabila di dapatkan pada pemeriksaan denyut jantung janin dengan nilai dibawah normal maka dapat dipastikan bahwa janin mengalami bradikardi. Namun, apabila dari pemeriksaan denyut jantung janin dengan nilai diatas normal maka dapat dipastikan bahwa janin mengalami takhikardi. Pada keadaan baik bradikardi maupun takhikardi diperlukan penanganan khusus pada pasien agar denyut jantung janinnya kembali mendekati nilai normal.
Cara Pemeriksaan Denyut Jantung Janin dengan Monoaural
Pemeriksaan denyut jantung janin dengan menggunakan monoaural paling banyak digunakan oleh mahasiswa kesehatan dalam tahap pembelajaran. Metode ini dapat mengasah keterampilan para mahasiswa kesehatan terutama dalam hal memperkuat sensitifitas pendengaran telinga mereka terhadap denyut jantung janin yang didengar melalui monoaural. Pemeriksaan djj menggunakan monoaural dilakukan dengan cara sebagai berikut ini :
- Cara yang pertama ialah mempersiapkan klien dan peralatan yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan denyut jantung janin. Tentu saja peralatan yang harus dipersiapkan adalah monoaural. Kemudian klien diposisikan tidur terlentang.
- Cara yang kedua ialah melakukan palpasi leopold pada klien dengan usia kehamilan lebih dari 7 bulan, maupul palpasi untuk mengumpulkan isi abdomen tepat berada ditengah-tengah pada klien dengan usia kehamilan diatas 20 minggu. Pada klien dengan usia kehamilan lebih dari 7 bulan, tentukan bagian dari punggung janin.
- Cara yang ketiga ialah melakukan pemeriksaan denyut jantung janin dengan meletakkan monoaural pada punggung janin (bagi usia kehamilan lebih dari 7 bulan) atau pada bagian bawah pusat ibu (bagi usia kehamilan 20-28 minggu). Lalu raba bagian denyut nadi di pergelangan tangan ibu sambil muka menghadap wajah ibu atau klien.
- Cara yang keempat ialah membandingkan suara yang terdengar melalui monoaural dengan denyut nadi ibu. Apabila denyutannya berbeda, maka hitung denyutan yang terdengar melalui monoaural selama satu menit penuh. Hal tersebut dapat dipastikan bahwa denyutan yang terdengar melalui monoaural merupakan denyut jantung janin. Namun apabila denyutan yang terdengar melalui monoaural sama dengan denyutan nadi ibu maka dapat dipastikan bahwa suara tersebut bukan denyut jantung janin melainkan suara pembuluh darah aorta.
Diperlukan latihan yang berulang kali dalam melakukan pemeriksaan agar mendapatkan hasil yang tepat. Seringkali terdapat hambatan seperti suara denyutan melalui monoaural tidak terdengar, denyutan yang terdengar samar, denyutan yang terdengar sama dengan denyutan nadi ibu dan lain sebagainya. Apabila terdapat hambatan seperti itu, maka pemeriksaan denyut jantung janin pun perlu diulang.
Oleh : Bidan Rina Widyawati
Sumber:
- Buku Asuhan Kebidanan I (Kehamilan)



