022 2032522
0822 144 623 86
D38FBC35
tokoalkes.com
Menu

( pcs)
jmlBarangBerat (Kg)Total
keranjang anda kosong
0 0,00Rp 0
Selesai Belanja
Rp 8.000 10.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPinset Chirurgis 14 cm SAFFA (Pinset Sirurgis)
Harga Rp 8.000 10.000
Anda HematRp 2.000 (20.00%)
Lihat Detail
Rp 159.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangWafer Colostomy Convatec Surfit Natura 57
Harga Rp 159.000
Lihat Detail
Rp 14.000
habis
Rp 29.500.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTempat Tidur Rumah Sakit 3 Crank Remote BFG 012 - 001
Harga Rp 29.500.000
Lihat Detail

Patofisiologi Asma Bronkial

Thursday, January 29th 2015.

Oleh : Bidan Rina

Secara umum asma merupakan penyakit yang menyerang pernapasan dimana saluran pernapasan tersebut mengalami penyempitan yang disebabkan karena aktivitas fisik atau alergi terhadap sesuatu. Patofisiologi asma bronkial yaitu terjadi pada seseorang yang mengalami respon dari daya tahan tubuh yang buruk. Antibodi yang dihasilkan akan menyerang sel – sel mast dalam paru. Proses yang berulang – ulang terhadap antigen menimbulkan terjadinya ikatan antigen dengan antibodi, menyebabkan pelepasan produk sel – sel mast seperti histamin, bradikinin, dan prostaglandin serta anafilaksis dari substansi yang bereaksi lambat.

Pelepasan sel – sel mast ini dalam jaringan paru mempengaruhi otot polos dan kelenjar jalan napas, bronkospasme, pembengkakan membran mukosa, dan pembentukan mukus yang sangat banyak. Sistem syaraf otonom mempengaruhi saraf paru. Tonus otot bronkial diatur oleh impuls saraf vegal melalui sistem parasimpatis.

Patofisiologi Asma Alergic dan Asma Non Alergic

Faktor dari penyakit asma dapat di klasifikasikan menjadi dua yaitu alergi dan non alergi (aktivitas fisik), patofisiologi dari faktor penyebab asma tersebut, yaitu :

1. Patofisiologi asma alergic

Asma alergic yaitu asma yang terjadi akibat adanya alergi terhadap alergen seperti debu, bulu – bulu hewan dan serbuk sari. Patofisiologi asma yang disebabkan alergic karena otot-otot bronkus menjadi spasme dan zat antibodi tubuh muncul immunoglobin E (IgE) yang disebabkan karena alergi. IgE dimunculkan pada reseptor sel mast dan akibat ikatan IgE dan antigen menyebabkan pengeluaran histamin dan zat sel – sel mast lainya. Sel mast tersebut akan memberikan gejala asma.

2. Patofisiologi asma non – alergic

Asma non alergic merupakan asma yang disebabkan karena aktivitas fisik, emosional dan udara dingin. Patofisiologi asma non alergic yaitu bronkiulus menjadi meradang dan timbulnya peningkatan sekeresi mukus. Hal ini menyebabkan lumen jalannya napas mengalami pembengkakan, kemudian terjadi peningkatan resistensi jalan nafas dan dapat menimbulkan distres penafasan/ sulit bernafas.

Gejala – gejala Asma

Setelah penderita terpapar oleh alergen atau melakukan aktivitas fisik yang menyebabkan serangan asma, maka tubuh akan menampakan gejala-gejala asma, seperti :

  • Batuk kering.
  • Pernafasan berbunyi atau disebut juga dengan bengek, mengi atau wheezing.
  • Perasaan berat didada dan kejang di dada sehingga napas menjadi pendek.
  • Dispenia ditandai dengan pernapasan cuping hidung dan retraksi dada.
  • Batuk kering berubah menjadi batuk berdahak kental.
  • Tachypnea, orthopnea.
  • Rasa gelisah dan cemas.
  • Diaphorosis
  • Rasa sakit di abdomen karena terlibat otot abdomen dalam pernapasan.
  • Mudah merasa lelah.
  • Tidak bisa makan sambil berjalan bahkan berbicara.
  • Ekspirasi menjadi lebih susah dan panjang dibanding inspirasi.
  • Kecemasan labil dan manurunnya tingkat kesadaran.
  • Sianosis sekunder.
  • Berkeringat banyak.
  • Manurut smelter dan suzan serangan tersebut dari 30 menit sampai beberapa jam dan bisa hilang dengan sendirinya (spontan).

Terapi untuk Asma

Terapi asma dimaksudkan untuk membantu dalam penyembuhan asma, terapi asma dapat dilakukan dengan berbagai macam, diantaranya :

  • Terapi herba

Terapi herba membantu dalam penyembuhan asma, terapi herba yang digunakan seperti astragalus membranacious, glycyrrhza glabara dan parthenium.

  • Terapi nutrisi

Makanan memberikan pengaruh terhadap kondisi kesehatan seseorang, makanan yang sehat maka tubuh pun akan sehat. Terapi dengan nutrisi seperti memilih asupan makanan yang membantu dalam penyembuhan penyakit asma, nutrisi tersebut seperti vitamin c untuk meningkatkan imunitas.

  • Olahraga

Olahraga dapat membantu meringankan asma, namun olahraga untuk penderita asma harus disesuaikan. Olahraga berenang merupakan salah satu olah raga yang dianjurkan karena kolam berenang yang lembab dan basah baik untuk penderita asma.

  • Aroma terapi

Aroma terapi tersebut salah satunya adalah minyak atsiri. Minyak atsiri mampu melegakan pernapasan, merelaksasi dan melebarkan saluran pernapasan.

  • Akupuntur

Akupuntur yaitu terapi yang menggunakan media jarum. Jarum tersebut ditusikan ke titik – titik tubuh tertentu.

  • Akupresur

Prinsip akupresur sama seperti akupuntur namun akupresur menggunakan benda tumpul yang dipijatkan.

 

Sumber : http://bahantutorial.blogspot.com

Produk terbaru

Rp 2.333.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTrolley Instrumen stainless 2 Tahap BFG 081-001
Harga Rp 2.333.000
Lihat Detail
Rp 34.500 35.000
habis
Rp 11.500 15.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMosquito lurus (Halsted Mosquito Forceps Straight) SAFFA 12,5 cm
Harga Rp 11.500 15.000
Anda HematRp 3.500 (23.33%)
Lihat Detail