022 2032522
0822 144 623 86
D38FBC35
tokoalkes.com
Menu

( pcs)
jmlBarangBerat (Kg)Total
keranjang anda kosong
0 0,00Rp 0
Selesai Belanja
Rp 264.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBenang Operasi Catgut Plain 2/0 + Jarum Sinopharm
Harga Rp 264.000
Lihat Detail
Rp 558.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTensimeter Digital ABN DU-100 Lengan Atas
Harga Rp 558.000
Lihat Detail
Rp 369.900 413.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTensimeter Digital Polygreen KP 7520 (Lengan Atas)
Harga Rp 369.900 413.000
Anda HematRp 43.100 (10.44%)
Lihat Detail
Rp 12.516.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangEmergency Trolley BFG 072 - 002 / Troli Peralatan Darurat
Harga Rp 12.516.000
Lihat Detail

Mycobacterium Leprae Penyebab Penyakit Kusta / Lepra

Friday, April 25th 2014.

Kusta adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae yang menyerang kulit, saraf tepi di tangan maupun kaki, dan selaput lendir pada hidung, tenggorokan dan mata.

Bakteri ini masih satu keluarga dengan bakteri penyebab tuberculosis yaitu Mycobacterium tuberculosis. Kata kusta sendiri berasal dari bahasa India kustha dikenal sejak 1400 tahun sebelum masehi.

Bakteri penyebab kusta ini pertama kali diidentifiksi oleh seorang ilmuan bernama Gerhard Armuer Hansen pada tahun 1878 di Norwegia sehingga penyakit ini sering juga disebut sebagai Hansen’s disease atau Morbus Hansen.

Di Dunia

Penyakit kusta ini merupakan salah satu penyakit tertua yang telah dikenal oleh manusia. Pada zaman dahulu biasanya para penderita penyakit ini biasanya dikelompokan menjadi suatu koloni tersendiri. Hingga zaman sekarang pun, penyakit ini sering menjadi stigma sosial dalam masyarakat.

Di seluruh dunia terdapat 1.5 sampai 8 juta kasus dengan 600,000 kasus baru setiap tahunnya. Lebih dari 80% kasus terdapat di India, China, Myanmar, Indonesia, Brazil dan Nigeria. Namun WHO menyatakan 70% kasus hanya terdapat pada tiga negara yaitu India, Indonesia dan Myanmar. Ini seharusnya menjadi perhatian kita bersama.

Penyakit ini dapat menyerang semua umur, namun anak-anak lebih rentan dibanding dewasa. Di Indonesia, penderita anak-anak di bawah umur 14 tahun didapatkan ± 13%, tetapi anak-anak di bawah 1 tahun jarang sekali.

Gejalanya

Secara umum penyakit kusta menyerang kulit dan batang saraf. Infeksi dimulai dengan perubahan abnormal pada kulit yang disebut lesi. Biasanya pada permulaan tidak jelas hanya kemerahan saja dengan bentuk sangat variatif. Semakin lama, lesi kulit meluas dengan tepi yang tidak beraturan disertai dengan warna pucat pada bagian tengah lesi dan warna lebih gelap pada daerah sekitar lesi.

Bakteri ini lebih senang hidup di daerah yang bersuhu rendah seperti saraf tepi, kulit dan selaput lendir. Kerusakan pada saraf tepi ini menyebabkan hilangnya sensasi rasa pada daerah kulit yang dipersarafi. Jika saraf yang diserang pada bagian ujung tubuh seperti jari-jari maka jika terjadi luka, si penderita tidak dapat merasakannya yang berlanjut terjadi pembusukan (ganggren) yang diikuti kematian jaringan lalu terjadilah mutilasi (terlepasnya suatu bagian tubuh).

Jenis Kusta

Sebenarnya apa yang terjadi pada penderita kusta adalah ketika Mycobacterium leprae masuk akan muncul reaksi dari tubuh. Reaksi tubuh ini membagi kusta menjadi berbagai macam bentuk, ada yang disebut tuberculoid leprosy (TT) dan ada juga disebut lepromatosus leprosy (LL). Selain itu juga ada tipe peralihan antara keduanya yang disebut border line yang terdiri dari tuberculoid borderline (BT), mid borderline (BB) dan lepromatosus borderline (BL).

Pada tuberculoid leprosy (TT), sistem imun tubuh dapat membatasi penyebaran kuman sehingga bakteri yang ditemukan juga sedikit yang dalam criteria WHO disebut paucibacillary (PB).

Reaksi imun ini biasanya terjadi pada bagian dalam kulit seperti pada folikel rambut, kelenjar keringat serta saraf tepi yang biasanya diikuti dengan kerusakan jaringan tersebut. Sebagai hasilnya, kulit yang terkena menjadi kering, lebih pucat dan kehilangan sensitivitas raba. Kadang-kadang, diikuti dengan pembengkakan saraf sehingga saraf mudah teraba.

Pada lepromatosus leprosy (LL), sistem imun tubuh tidak cukup kuat untuk membatasi invasi dari bakteri ini. Akibatnya, bakteri ini bebas berada pada kulit sehingga ditemukan bakteri dalam jumlah yang banyak yang dalam criteria WHO disebut sebagai multibacillary (MB).

Kusta jenis ini ditandai dengan jumlah benjol-benjolan yang banyak pada seluruh tubuh. Biasanya selaput lendir pada mata, hidung dan tenggorok juga ikut terkena. Jika muka juga terkena, maka akan menunjukan wajah menyerupai wajah singa yang sering disebut lionine facies. Jika penyakit terus berlanjut dapat menyebabkan kebutaan, perubahan suara, serta mutilasi hidung atau hidung pelana.

Dibanding TT, jenis LL mempunyai prognosa (harapan perbaikan) lebih buruk . Namun untungnya,70-80% kasus kusta biasanya bertipe TT. Tetapi pada seorang penderita dapat terjadi suatu reaksi kusta yang menyebabkan perubahan tipe kusta, misalnya dari TT menjadi BT sampai menjadi LL.

Bagaimana Penyebarannya

Kusta bukan merupakan penyakit keturunan. Kuman penyebabnya dapat ditemukan pada permukaan kulit, akar rambut, kelenjar keringat dan air susu ibu, jarang ditemukan pada air seni (urin). Dahak juga mungkin banyak mengandung kuman ini yang berasal dari selaput lendir saluran nafas atas.

Sampai saat ini penyebaran dari manusia ke manusia belum terlalu jelas. Sekitar 50% pasien yang terdiagnosa kusta mempunyai riwayat kontak erat dengan keluarga yang telah terkena kusta sebelumnya.

Ditemukan pula, pada pasien kusta yang tidak diobati, banyak ditemukan bakteri M. leprae pada ledir hidung penderita yang merujuk pada kemungkinan penyebaran penyakit kusta lewat udara (air droplets). Ada juga penelitian yang menemukan kemungkinan penyebaran melalui perantara serangga atau tanah yang telah terkontaminasi.

Juga terdapat kemungkinan keterlibatan faktor genetic dalam penyakit kusta ini. Pada tahun 2003, para peneliti menemukan gen spesifik yang berhubungan dengan penyakit kusta serta ada kemungkinan ada hubungan penyakit kusta dengan gen untuk penyakit Parkinson yang diturunkan.

Tindakan Medis

Tentunya diagnosis pasti penyakit ini dengan menemukan kuman penyakitnya. Mycobacterium leprae mempunyai kemiripan sifat dengan bakteri penyebab tuberculosis dalam hal ketahanan terhadap asam dalam pewarnaan laboratorium. Namun seperti yang telah disebutkan di atas pada TT, jumlah bakteri yang temukan biasanya sedikit, dalam kasus ini, biasanya diagnosis ditegakan hanyak melalui gejala klinik yang khas.

Kusta adalah penyakit yang dapat disembuhkan, tetapi kecacatan serta kerusakan saraf yang ditimbulkan bersifat permanen. Maka tindakan pencegahan terhadap kerusakan lebih lanjut serta tindakan rehabilitasi sangat perlu dilaksanakan bagi para penderita kusta.

Banyak tindakan yang dapat dilakukan pada para penderita kusta. Contohnya, memberitahukan bagi penderita untuk lebih memperhatikan bagian-bagian tubuh yang kehilangan sensasi rasa sehingga luka yang berlanjut pada pebusukan serta kematian jaringan dapat dihindari.

Cara lainya dengan memberikan sepatu khusus yang lebih melindungi kaki penderita dari luka atau dengan alat bantu, tindakan fisioterapi serta bedah bagi penderita yang telah mengalami kecacatan.

Tindakan pencegahan juga dapat dilaksanakan bagi orang-orang yang berkontak langsung dengan penderita dengan melakukan tes berkala terhadap kusta. Bagi orang yang tinggal erat dengan penderita, dapat diberikan obat kusta (dapson) sebagai tindakan pencegahan

 

Referensi

  • Kosasih A., et al. Kusta. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Ed.4. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2006.
  • Ross, W. Felton, Paulus W. Halim. Penyakit Kusta Untuk Petugas Kesehatan. PT. Gramedia, Jakarta. 1989.
  • Wolff, Klaus, et al. Fitzpatrick’s Color & Synopsis of Clinical Dermatology. McGraw-Hill. 2005.
  • Leprosy. www.bbc.co.uk
  • Leprosy. www.healthatoz.com
  • Neuropathy of Leprosy. www.emedicine.com

 

Sumber : tanyadok.com

 

Incoming search terms:

  • bakteri mycobacterium leprae
  • yang bukan merupakan bagian tubuh yang diserang oleh mycobacterium leprae

Produk terbaru

Rp 36.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPlester Winner Ukuran 7.5 cm x 4.5 m
Harga Rp 36.000
Lihat Detail
Rp 11.175.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTempat Tidur Rumah Sakit 3 Crank BFG 012 – 001
Harga Rp 11.175.000
Lihat Detail
Rp 2.148.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMeja Periksa Gynecolog Besi BFG 020 - 001
Harga Rp 2.148.000
Lihat Detail
Rp 908.500 1.027.000
habis
Rp 96.000
habis
Rp 493.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTes Urine Narkoba UJI NAPZA COMBO 3
Harga Rp 493.000
Lihat Detail
Rp 21.500 25.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangNeedle Holder / Nald voeder YAMACO 14 cm
Harga Rp 21.500 25.000
Anda HematRp 3.500 (14.00%)
Lihat Detail