Monitoring Tekanan Darah dengan Tensimeter Digital
Oleh : Bidan Rina Widyawati
Tekanan darah merujuk kepada tekanan yang dialami darah pada pembuluh arteri darah ketika darah di pompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh manusia. Tekanan darah dibuat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya diukur seperti berikut - 120 / 80 mmHg. Nomor atas (120) menunjukkan tekanan ke atas pembuluh arteri akibat denyutan jantung dan disebut tekanan sistole. Nomor bawah (80) menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat di antara pemompaan dan disebut tekanan diastole. Saat yang paling baik untuk mengukur tekanan darah adalah saat Anda istirahat dan dalam keadaan duduk atau berbaring.
Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami. Bayi dan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah daripada dewasa. Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik, dimana akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat. Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda; paling tinggi di waktu pagi hari dan paling rendah pada saat tidur malam hari.
Bila tekanan darah diketahui lebih tinggi dari biasanya secara berkelanjutan, orang itu dikatakan mengalami masalah darah tinggi atau hipertensi. Penderita darah tinggi mesti sekurang-kurangnya mempunyai tiga bacaan tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg saat istirahat. Hipertensi (HTN) atau tekanan darah tinggi, kadang-kadang disebut juga dengan hipertensi arteri, adalah kondisi medis kronis dengan tekanan darah di arteri meningkat. Peningkatan ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk mengedarkan darah melalui pembuluh darah.
Hipertensi adalah faktor resiko utama untuk stroke, infark miokard (serangan jantung), gagal jantung, aneurisma arteri (misalnya aneurisma aorta), penyakit arteri perifer, dan penyebab penyakit ginjal kronik. Bahkan peningkatan sedang tekanan darah arteri terkait dengan harapan hidup yang lebih pendek. Perubahan pola makan dan gaya hidup dapat memperbaiki kontrol tekanan darah dan mengurangi resiko terkait komplikasi kesehatan.
Meskipun demikian, obat seringkali diperlukan pada sebagian orang bila perubahan gaya hidup saja terbukti tidak efektif atau tidak cukup dan biasanya obat harus diminum seumur hidup sampai dokter memutuskan tidak perlu lagi minum obat.
Seseorang yang pernah mengalami tekanan darah tinggi, pada kondisi normal dapat saja mengalami tekanan darah kembali dan ini yang harus diwaspadai, banyak kasus stroke terjadi pada saat seseorang lepas obat. Dan banyak orang tidak menyangka bahwa seseorang yang biasanya mengalami tekanan darah rendah suatu kali dapat juga mengalami tekanan darah tinggi. Oleh karena itu pengontrolan tekanan darah secara rutin mutlak dilakukan.
Tekanan darah dapat diukur dengan tensimeter. Terdapat dua jenis tensimeter, yaitu tensimeter manual dan tensimeter digital. Perlu keahlian khusus dalam menggunakan tensi manual seperti yang dilakukan oleh para petugas kesehatan. Namun kini tekanan darah dapat dilakukan oleh siapa saja dengan menggunakan tensimeter digital tanpa memerlukan keahlian khusus.
Mengukur tekanan darah dengan tensimeter digital tidak terlalu susah. Caranya antara lain sebagai berikut:
- Kenakan manset melingkar pada bagian lengan kiri atau kanan atas.
- Atur letak manset, sekitar 1 - 2 cm diatas siku.
- Kencangkan manset hingga pas di lengan.
- Duduklah dengan posisi badan tegak.
- Tekan tombol ON, maka perlahan-lahan manset akan terisi udara.
- Setelah mencapai tekanan maksimal yang telah diset sebelumnya, maka manset akan mengempis. Laju penurunan tekanan manset dan denyut nadi akan tampak di layar tensimeter.
- Pada akhir pengukuran, akan tertera hasil, yaitu tekanan sistolik (tekanan saat jantung memompa) dan diastolik (tekanan saat jantung istirahat), serta denyut nadi. Misalnya: 120/90 mmHg, dan denyut nadi 60 kali/menit.
Anda bisa mendapatkan alat ini di tokoalkes Jl. Pasir kaliki no. 239B (depan RSHS), atau bisa menghubungi 022-70179366.
Sumber: id.wikipedia.org

