Mengenal Penyebab Hipertensi Primer dan Sekunder
Oleh : Bidan Rina Widyawati
Hipertensi dapat didefenisikan sebagai tekanan darah tinggi persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan tekanan diastolik di atas 90 mmHg. Hipertensi merupakan suatu keadaan tekanan darah seseorang berada pada tingkatan di atas normal. Jadi tekanan di atas dapat diartikan sebagai peningkatan secara abnormal dan terus menerus pada tekanan darah yang disebabkan satu atau beberapa faktor yang tidak berjalan sebagaimana mestinya dalam mempertahankan tekanan darah secara normal.
Hipertensi dapat dikelompokkan dalam dua kategori besar, yaitu hipertensi esensial (primer) dan hipertensi sekunder. Hipertensi esensial (primer) merupakan tipe yang hampir sering terjadi 95 persen dari kasus terjadinya hipertensi. Hipertensi esensial (primer) dikaitkan dengan kombinasi faktor gaya hidup seperti kurang bergerak (inaktivitas) dan pola makan. Sedangkan hipertensi sekunder berkisar 5 persen dari kasus hipertensi. Hipertensi sekunder disebabkan oleh kondisi medis lain (misalnya penyakit jantung) atau reaksi terhadap obat-obatan tertentu.
Hipertensi primer terjadi karena beberapa faktor, diantaranya:
- Faktor keturunan. Dari data statistik menyebutkan bahwa seseorang akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk mendapatkan hipertensi jika orangtuanya adalah penderita hipertensi.
- Ciri perseorangan. Ciri perseorangan yang mempengaruhi timbulnya hipertensi adalah umur (jika umur bertambah maka tekanan darah meningkat), jenis kelamin (laki-laki lebih tinggi dari perempuan) dan ras (ras kulit hitam lebih banyak dari kulit putih).
- Kebiasaan hidup. Kebiasaan hidup yang sering menyebabkan timbulnya hipertensi adalah konsumsi garam yang tinggi (melebihi dari 30 gr), kegemukan atau obesitas yang diakibatkan dari makan yang berlebih, stres, serta pegaruh lain seperti merokok, minum alkohol, minum obat-obatan (ephedrine, prednisone dan epineprin).
Sedangkan hipertensi sekunder disebabkan antara lain oleh :
A. Penyakit ginjal
- Stenosis arteri renalis. Disebabkan oleh penyempitan arteri renalis yang menyebabkan penurunan tekanan perfusi, hipertensi, dan penurunan ukuran ginjal. Stenosis arteri renalis ini biasanya dipicu oleh hetero sklerosis.
- Pielonefritis. Pielonefritis adalah infeksi bakteri pada salah satu atau kedua ginjal. Escheria coli merupakan bakteri yang dalam keadaan normal ditemukan di usus besar menjadi penyebab dari 90% infeksi ginjal di luar rumah sakit dan penyebab dari 50% infeksi ginjal di rumah sakit. Infeksi ini biasanya berasal dari daerah kelamin yang naik ke kandung kemih.
- Glomerulonefritis. Merupakan penyebab penyakit gagal ginjal yang disebabkan adanya kelainna pada glomerulus ginjal. glomerulonefritis merupakan peradangan yang dimulai dari glomerulus dan bermanifestasi sebagai proteinuria dan atau hematuria.
- Tumor-tumor ginjal. Dalam keadaan normal, sel-sel di dalam saluran kemih rumbuh dan membelah secara wajar. Tetapi, terkadang sel-sel mulai membelah diluar kendali dan menghasilkan sel-sel baru yang tidak diperlukan tumbuh. Hal ini akan menyebabkan terbentuknya suatu massa yang terdiri dari jaringan berlebihan yang dikenal sebagai tumor. Sel-sel tumor tersebut akan merusak sel-sel disekitarnya sehingga mengganggu kerja ginjal.
- Penyakit ginjal polikista. Penyakit ini adalah suatu penyakit keturunan yang mana pada kedua ginjal ditemukan banyak kista. Ginjal menjadi lebih besar, tetapi hanya sedikit jaringan ginjal yang masih berfungsi.
- Trauma pada ginjal. Merupakan kecederaan pada sistem urinaria. Walaupun ginjal mendapat proteksi dari otot lumbar, thoraks, badan vertebra, dan viscera, ginjal mempunyai mobilitas yang besa dan dapat mengakibatkan kerusakan organ ginjal. Trauma sering disebabkan karena jatuh, kecelakaan lalu lintas, luka tusuk dan luka tembak.
- Terapi penyinaran yang mengenai ginjal. Terapi ini biasanya digunakan untuk mengurangi nyeri pada kanker yang telah menyebar ke tulang.
B.Kelainan hormonal
Seperti hiperaldosteronisme (kelebihan hormon aldosteron), sindroma cushing (penyakit akibat kelebihan hormon kortisol), dan feokromositoma (tumor yang berasal dari sel-sel kromafin kelenjar adrenal).
C.Obat-obatan
Seperti pil KB, kortikosteroid, siklosporin, eritropoetin, kokain, alkohol dan penyebab lainnya.
Alat pemeriksaan tekanan darah (tensimeter) bisa didapatkan di TokoAlkes Jl. Pasir kaliki no. 239B (depan RSHS), atau bisa menghubungi telp 0851 0117 9366, SMS : 0822 144 623 86, BBM : 7F8B61CD, WA : 0822 144 623 86.
Sumber: Buku Hidup Bersama Hipertensi

