Mengenal Agent Penyebab Penyakit Tifoid
Oleh : Bidan Rina Widyawati
Demam tifoid disebut juga dengan Typus abdominalis atau typoid fever. Penyakit tifoid ialah penyakit infeksi akut yang biasanya terdapat pada saluran pencernaan (usus halus) dengan gejala demam satu minggu atau lebih disertai gangguan pada saluran pencernaan dan dengan atau tanpa gangguan kesadaran.
Demam tifoid juga merupakan penyakit masyarakat dengan standar hidup dan kebersihan rendah, cenderung meningkat dan terjadi secara endemis. Biasanya angka kejadian tinggi pada daerah tropik.
Sumber penularan penyakit demam tifoid adalah penderita yang aktif, penderita dalam fase konvalesen, dan kronik karier. Demam Tifoid atau typhus abdominalis, typhoid fever atau enterik fever adalah penyakit sistemik yang akut yang mempunyai karakteritik demam, sakit kepala dan ketidakenakan abdomen berlangsung lebih kurang 3 minggu yang juga disertai gejala-gejala perut pembesaran limpa dan erupsi kulit. Demam tifoid (termasuk para-tifoid) dsebabkan oleh kuman Salmonella typhi, Salmonella paratyphi A, Salmonella paratyphi B dan Salmonella paratyphi C.
Dari pendapat diatas maka disimpulkan demam tifoid adalah penyakit infeksi sistemik yang disebabkan oleh bakteri Slmonella typhi (S. typhi) atau Salmonella paratyphi yang masuk ke dalam tubuh manusia (saluran pencernaan) dengan ditandai oleh demam insidius yang lama, sakit kepala, badan lemah, anoreksia, bradikardi relatif, serta splenomegali, dan juga merupakan kelompok penyakit yang mudah menular serta menyerang banyak orang sehingga dapat menimbulkan wabah.
Sistem imun memungkinkan tubuh mengenali benda asing yang memasuki tubuh, dan berenspon terhadapnya. Limfosit B ditransformasi menjadi sel plasma, yang menghasilkan anti bodi, khas terhadap protein asing tertentu atau antigen, terjadi pada respon imun homoral. Limfosit lain ( limfosit T ) terlibat dalam renspon imun bermedia sel.
Berbagai unsur dari mikroorganisme bersifat protein, terkat pada protein, atau berupa molekul karbohidrat besar dan bersifat antigenik. Pada sel bakteri, disebut unsur unsur yang dapat dianggap sebagai antigen somatik (badan sel sendiri) disebut antigen O (antigen permukaan), antigen flagela disebut antigen H atau antigen kapsula pada spesies yang mempunyai fagela. Dibentuknya antibodi berbeda sebagai respon terhadap antigen merupakan petunjuk diagnostik untuk penyakit infeksi
Demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi dari Genus Salmonella. Bakteri ini berbentuk batang, gram negatif, tidak membentuk spora, motil, berkapsul dan mempunyai flagella (bergerak dengan rambut getar). Bakteri ini dapat hidup sampai beberapa minggu di alam bebas seperti di dalam air, es, sampah dan debu. Bakteri ini dapat mati dengan pemanasan (suhu 60 derajat C) selama 15-20 menit, pasteurisasi, pendidihan dan khlorinisasi. Salmonella typhi mempunyai 3 macam antigen, yaitu :
- Antigen O (Antigen somatik), yaitu terletak pada lapisan luar dari tubuh kuman. Bagian ini mempunyai struktur kimia lipopolisakarida atau disebut juga endotoksin. Antigen ini tahan terhadap panas dan alkohol tetapi tidak tahan terhadap formaldehid.
- Antigen H (Antigen Flagella), yang terletak pada flagella, fimbriae atau pili dari kuman. Antigen ini mempunyai struktur kimia suatu protein dan tahan terhadap formaldehid tetapi tidak tahan terhadap panas dan alkohol.
- Antigen Vi yang terletak pada kapsul (envelope) dari kuman yang dapat melindungi kuman terhadap fagositosis. Ketiga macam antigen tersebut di atas di dalam tubuh penderita akan menimbulkan pula pembentukan 3 macam antibodi yang lazim disebut aglutinin.
Alat uji tifoid bisa didapatkan di TokoAlkes Jl. Pasir kaliki no. 239B (depan RSHS), atau bisa menghubungi telp 0851 0117 9366 SMS : 0822 144 623 86, BBM : 7F8B61CD, WA : 0822 144 623 86.
Sumber : Buku Patofisiologi Kedokteran


