Mastitis
Mastitis menurut kedokteran diartikan sebagai inflamasi yang terjadi di payudara. Juga didefinisikan sebagai inflamasi pada daerah parenkim dari payudara yang bisa disebabkan adanya infeksi ataupun tidak. Contoh infeksi berupa infeksi bakteri, fungi atau parasit, sedangkan non infeksi berupa granulomatosa mastitis, sel plasma mastitis dan mastitis limfositik. Biasanya terjadi selama masa laktasi yang etiologinya lebih sering infeksi tetapi biasanya bisa disebabkan oleh hal lain. Inflamasi ini sendiri selain terjadi pada ibu menyusui juga pada pasien diabetes dan pasien perempuan yang merokok berat.
Informasi harga dan pembelian alat kesehatan - kedokteran klik disini

Mastitis pada ibu menyusui
Kejadian ini berkembang 1-3% pada ibu menyusui. Infeksi payudara pada umumnya terjadi dalam waktu 2-3 minggu setelah melahirkan yang di karakteristik dengan ditemukan selulitis hingga pembentukan abses. Tanda sistemik berupa demam dan mengigil.4 Inflamasi ini terbagi menjadi 2 jenis diantaranya adalah :
1. Mastitis akut.
a. Non Laktasi / nonpuerperal: Central, periduktal, jarang
- Abses biasanya terjadi di area sentral dari payudara, meskipun daerah perifer juga bisa berisiko.
- Penyakit Zuska akan mengarah pada abses dengan fistulisasi.
b. Laktasi / puerperal : perifer, umum
- Minggu pertama melahirkan
- Abses biasanya terjadi selama laktasi (3 bulan pertama)
- Infeksinya memblok duktus laktiferosa
- Biasanya terjadi pada wanitayang pertama kali melahirkan
- Adanya crack di putting à infeksi masuk
- Infeksi Staphy.aureus(sering), streptokokkus pyogenes
- Inflamasinya terlokalisasi, adanya bengkak kemerahan dan pus
2. Mastitis Kronik.
- Granulomatosa : TB, Fungal, silikon
- Traumatic fat necrosis : Granuloma kronik, foam macrophage, kanker
- Mastopati diabetik : Diabetes melitus tipe 1, limfosit rubbery
Selain dari jenis mastitis tersebut ada penyakit payudara yang mimic atau mirip dengan mastitis yaitu Inflammatory breast cancer. Secara penilain hampir sama dengan mastitis namun dapat dibedakan dengan mammography. Pada pembahasan kali ini lebih difokuskan pada laktasi dan non laktasi karena belum diketahui apakah mastitis disebabkan dari menyusui atau adanya infeksi.
Patofisiologi dan Patogenesis Mastitis menurut Kedokteran
Terjadinya inflamasi ini bisa disebabkan adanya infeksi di kulit payudara ibu ataupun dari mulut si bayi karena telah bersentuhan dengan bakteri, virus atau jamur (jarang) ataupun penyebab lainnya. Penyebab lainnya yaitu adanya obstruksi di duktus payudara. Pada pembahasan pemicu, terjadinya mastitis dari si ibu bisa diduga adanya infeksi dari si ibu atau dari si bayi sejak menyusui.
Pada ibu menyusui, inflamasi dihasilkan dari infeksi yang dimulai dari puting menuju ke struktur duktil. Terjadinya infeksi intramammary disebabkan oleh masuknya S.aureus melalui putting orificum, yang akan bercabang menuju duktus dan masuk ke dalam kelenjar mammae. Masuknya Staphhylococcus aureus karena adanya pergerakan infeksi asending yang dari putting payudara dan menuju ke bagian duktil. Organisme yang sering menyebabkan mastitis adalah Staphylococcus dan Streptococcus. Kondisi kulit dari putting akan mengalami kerusakan atau terjadinya luka karena infeksi dan inflamasi. Infeksi dan inflamasi terjadi dikarenakan adanya obstruksi di bagian sistem duktil di payudara Setelah memasuk kelenjar mammae, staphylokokkus akan melakukan adheren atau penempelan pada sel epitel yang mengakibatkan produksi susu berkurang. S. aureus akan mengeluarkan toksin dan enzim ekstraseluler berupa katalase, koagulase, hyalurodinase, phosphatase, lipase, staphylokinase dan protease yang akan mengakibatkan kerusakan jaringan di kelenjar mammae. Hal ini akan berujung pada pembentukan oklusi di duktus yang berakhir dengan abses jika tidak ditangani. Pada keadaan inflamasi yang tidak di tata laksana dini maka akan menyebabkan pengerasan, inflamasi dan tender pada payudara. Jika tidak di terapi dapat berisiko ke arah abses. Perlu diberikan terapi insisi dan drainase. Toksin dari staphylokokkus secara langsung akan berdampak pada inflamasi yang tidak terkontrol dengan berperan sebagai superantigen. Selain itu, inflamsi akut dapat berkembang saat adanya invasi bakteri yang masuk melalui ductus.
Oleh : dr. M.Sobri
Sumber :
- dari berbagai sumber
Incoming search terms:
- nama penyakit ap mastitis chronica granulatosa
- mastitis granulomatik surpuratif
- mastitis kronik granulomatik
- penyakit ap nama mastitis chronica granulatosa
