Manfaat Asi Dalam Melindungi Pencernaan Anak
Saluran cerna adalah organ tubuh yang setiap hari terpapar berbagai zat, termasuk makanan. Karena daya tahan tubuh balita belum sempurna dan tercemarnya makanan oleh kuman patogen, terjadilah infeksi usus dengan akibat diare.
Berbagai upaya dilakukan untuk menurunkan angka kesakitan akibat diare, seperti perbaikan hygiene dan sanitasi, perbaikan sarana air minum, cuci tangan sebelum makan dan merawat anak, dan lain-lain.
Penelitian membuktikan bahwa upaya tersebut dapat menurunkan 30-50% morbiditas diare pada anak. Di sisi lain, diperlukan pula upaya memperkuat ketahanan saluran cerna untuk dapat menangkal invasi kuman penyebab diare.
Mikroflora usus
Diartikan sebagai flora bakteri dalam tinja, karena flora usus bagian distal/depan (ileum-kolon) identik dengan yang terdapat pada tinja. Pada saluran cerna bagian proksimal/belakang, jumlah bakteri relatif lebih sedikit dibanding dengan di dalam kolon. Mendekati ileum jumlah bakteri mulai meningkat dan komposisinya juga mirip dengan yang terdapat pada kolon (usus besar).
Dengan kekecualian pada infeksi bayi dalam rahim, saluran cerna berkembang di kandungan dalam lingkungan steril dan pada saat lahir merupakan organ bebas kuman. Kolonisasi bakteri dimulai pada saat bayi mengadakan kontak dengan ibu dan lingkungannya. Hal ini akan menyebabkan tumbuhnya mikroflora usus yang khas dan terkendali dengan baik.
Dua puluh lima persen bayi mendapat flora tinja (Colioform, Lactobacillus dan Enterococcus) dari ibu mereka dan pada hari kedua kehidupan dapat mencapai populasi total sebanyak 108 (10 pangkat 8) bakteri per gram tinja. Bacteriodes berkembang, bahkan dapat dideteksi lebih dini pada bayi normal yang lahir melalui vagina. Pada hari kelima, Bifidobacteria muncul, dengan cepat mencapai populasi sekitar 1010-11 (10 pangkat 10-11) bakteri per gram tinja.
Pada tahap selanjutnya akan tampak perbedaan dalam komposisi flora usus bayi yang menyusu (ASI) dan bayi yang mendapat formula. Telah lama diketahui bahwa tinja bayi yang mendapat ASI ditandai oleh dominasi Bifidobacteria dan hampir tidak mengandung bakteri putrefaktif (pembusuk). Hal itu disebabkan oleh adanya faktor bifidus dalam ASI yang merangsang pertumbuhan Bifidobacteria, dengan demikian melindungi bayi terhadap kuman patogen seperti E. Coli, Bacteriodes dan Clostridium yang sering menyebabkan diare dan sepsis pada bayi.
Pada akhir minggu pertama kehidupan, terdapat 90% Bifidobacteria mencapai jumlah 1010 - 1011 koloni per gram tinja pada flora usus bayi yang mendapat ASI. Colibacteria juga ditemukan tetapi hanya 1% dari jumlah total bakteri. Bakteri lainnya (Enterococcuc, Staphylococcus dan Clostridium) berjumlah kurang dari 1%.
Komposisi flora usus seperti tersebut di atas dapat menjelaskan mengapa bayi yang menyusui eksklusif lebih jarang menderita diare dibandingkan bayi yang minum formula. Dominasi Bifidobacteria dapat menekan pertumbuhan dan mencegah kolonisasi kuman patogen penyebab diare melalui pembentukan pH asam, kompetisi makanan, pengikatan reseptor yang mencegah perlekatan kuman patogen, dan produksi bahan antimikroba.
Bagaimana setelah disapih?
Komposisi flora usus dengan dominasi Bifidobacteria hanya diperlihatkan oleh bayi yang minum ASI eksklusif. Setelah bayi disapih (diberi makanan padat), tidak ada perbedaan antara flora usus bayi yang minum ASI dan formula. Lebih buruk lagi, bila karena sakit, bayi yang sering mendapat antibiotik, makin merubah komposisi flora ususnya. Flora usus bahkan dapat didominasi oleh bakteri-bakteri oportunis yang kemudian menjadi patogen dan menyebabkan infeksi usus dengan segala konsekuensinya termasuk sepsis (infeksi meluas).
Apa Mikrofloraitu?
Probiotik adalah kuman yang bila dikonsumsi manusia dapat memberi efek positif terhadap kesehatannya.
Sejak lama para ahli berupaya mengembangkan flora usus menjadi kekuatan untuk daya tahan. Flora usus merupakan mekanisme pertahanan tubuh non-imunologis yang penting pada anak.
Selama 20 tahun terakhir, para ahli mendapatkan bahwa beberapa kuman probiotik seperti Bifidobacteria dan Lactobacillus ternyata dapat meningkatkan ketahanan usus dan dengan demikian dapat mencegah serangan infeksi patogen.
Suplementasi probiotik dapat mencegah diare karena antibiotik, menghilangkan gejala intolerasni laktosa, dan meningkatkan respon imun setelah vaksinasi polio, rotavirus dan campak.
Apa prebiotik itu?
Tidak mudah mendapatkan strain (biakan) probiotik yang terbukti bermanfaat tetapi juga aman untuk anak. Yang saat ini banyak digunakan adalah strain Bifidobacterium dan Lactobacillus. Belajar dari komposisi ASI, para ahli mendapatkan bahwa ASI mengandung faktor bifidus yakni berbagai oligosakarida yang dapat merangsang pertumbuhan Bifidobacteria. Bahan demikian dikenal sebagai prebiotik, yang secara tidak langsung memiliki efek meningkatkan dominasi Bifidobakteria dalam komposisi flora usus. Salah satu bahan prebiotik yang sering digunakan adalah fruktooligosakarida (FOS).
Bagaimana FOS tingkatkan daya tahan tubuh?
Fruktooligosakarida (FOS) tidak dapat dicerna oleh usus halus dan dengan demikian akan dikirim ke kolon dalam keadaan utuh. Bifidobacteria akan meragi FOS dan menghasilkan bahan-bahan bersifat asam antara lain short chain fatty acids (asam lemak rantai majemuk) yang sangat berguna untuk mempertahankan integritas mukosa (selaput lendir) usus. Suasana demikian akan merangsang pertumbuhan Bifidobacteria.
Secara garis besar, mekanisme probiotik dan prebiotik dalam menjaga kesehatan saluran-cerna untuk meningkatkan ketahanan mukosa usus, sebagai berikut:
- perubahan lingkungan usus (pH, oksigen)
- kompetisi nutrien (karbohidrat, zat besi, short chain fatty acids)
- stimulasi sekresi musin (sel goblet)
- produksi peptida (protein) antibakteri
- stimulasi sel imun dan humoral
- kompetisi mengikat reseptor
Referensi:
- Goldin B.R. Health benefits of probiotics. Br. J Nutr 1998;80:203-7
- Gorbach S.L. Pribiotics and gastrointestinal health. Am J Gastroenterol 2000;95:1-4
Sumber : www.sahabatnestle.co.id

