Kelainan letak janin
Oleh : Bidan Rina Widyawati
Bagi seorang ibu hamil terdapat banyak hal yang tentunya menimbulkan kecemasan dan ketakutan tersendiri. Salah satu hal yang menyebabkan kecemasan bagi ibu hamil yaitu kelainan letak janin. Kelainan letak janin merupakan salah satu faktor yang menjadi penghambat dan membahayakan pada persalinan. Pada posisi normal, biasanya kepala bayi akan masuk kerongga panggul terlebih dahulu. Tetapi bila terjadi kelainan, bukan kepala yang masuk melainkan tangan, pantat atau kaki terlebih dahulu. Apabila bagian tubuh yang terbesar (kepala) keluar lebih dulu, itu akan memudahkan bagian tubuh yang lain untuk keluar. Tetapi bila selain kepala yang keluar lebih dulu itu akan membahayakan persalinan dan fatalnya dapat mengakibatkan janin dan ibu meninggal.
Masing-masing posisi janin memiliki resiko yang berbeda-beda. Berikut beberapa kelainan letak janin yang perlu diwaspadai pada saat persalinan. Antara lain :
- Posisi Rangkap
Kelainan letak janin yang pertama yaitu posisi rangkap. Pada posisi ini, satu bagian anggota gerak tubuh ( ekstrimitas ) contohnya tangan turun kedalam rongga panggul secara bersama-sama. Hal itu terjadi dikarenakan terhalangnya proses penutupan sempurna pintu atas panggul oleh kepala janin. Oleh sebab itu jika janin berada pada posisi ini persalinan caesar menjadi pilihan yang utama. - Muka Dibawah
Kelainan letak janin yang berikutnya yaitu posisi muka dibawah. Pada posisi ini, kepala mengalami hiperekstensi (kepala menengadah ) sehingga bagian kepala janin menempel pada punggung janin, dagu menjadi bagian terendah dan biasanya muka janin membengkak hingga tulang tengkorak terhimpit. Pada umumnya kondisi ini terjadi apabila ibu hamil mempunyai panggul sempit dan ukuran janin yang besar - Dahi Dibawah
Kelainan letak janin yang lainnya yaitu posisi dahi di bawah. Pada posisi ini, bagian kepala janin yaitu antara tulang sekitar mata dan ubun-ubun berada pada bagian terendah pada pintu atas panggul. Kondisi ini biasanya bisa berubah menjadi bagian muka berada dibawah. Pada posisi ini sangat tidak dianjurkan untuk melakukan persalinan secara normal. - Presentasi Bahu
Pada kondisi ini, sumbu panjang janin tegak lurus dengan sumbu ibu atau biasa disebut letak lintang. Pada saat persalinan berlangsung biasanya posisi ini akan berubah membujur dan posisi bahu berada dipintu atas panggung. Posisi ini diduga akibat relaksasi berlebihan pada dinding perut sebagai akibat seringnya melahirkan. Kelahiran spontan ( melalui jalan lahir ) tidak mungkin terjadi pada posisi ini. Hal itu disebabkan kepala dan tubuh bayi tak bisa masuk rongga panggul. Kalaupun dipaksa melahirkan normal sangat beresiko tinggi karena janin dan ibu bisa meninggal. - Posisi Sungsang
Posisi sungsang merupakan sebuah kelainan letak janin yang tidak asing lagi di dengar. pada posisi ini biasanya pantat janin terletak dibawah. Kondisi ini bisa diketahui pada saat usia kehamilan berusia 6 bulan, dan bisa berubah saat kehamilan mulai tua. Meskipun ada kejadian posisi sungsang ini tidak berubah hingga persalinan tiba. Apabila hal ini terjadi maka persalinan harus dilakukan dengan melalui operasi cesar.
Untuk mencegah kelainan letak janin, hal yang harus dilakukan yaitu rajin memeriksakan kehamilan secara rutin. Hal tersebut bermanfaat untuk mengetahui janin yang berada didalam kandungan dalam keadaan baik dan bila terjadi kelainan letak janin, dokter akan segera mencari solusi untuk mengatasi keadaan tersebut. Jika kelainan letak janin tidak diatasi dengan baik, hal tersebut dapat menyebabkan akibat yang fatal.
Sumber:
- Buku Obstetri Patologi
- dloepiq.blogspot.com

