Jenis-jenis Koma
Oleh : Bidan Rina Widyawati
Jenis-jenis koma yang akan dijelaskan berikut merupakan jenis-jenis koma berdasarkan jenis penyakit yang menyebabkan koma. Jenis-jenis koma memiliki gejala tersendiri, artinya setiap koma yang terjadi pada suatu penyakit memiliki gejala yang berbeda dengan yang lainnya. Penatalaksanaannya pun akan berbeda, namun penatalaksanaan umum koma dapat dilakukan pada semua jenis-jenis koma sebagai tindakan pertolongan pertama terhadap penderita.
Koma Diabetik
Pada keadaan ini penderita mengalami hiperglikemi, dehidrasi dan asidosis oleh karena itu kulit dan lidah nya kering, nadi cepat dan kecil, napass kussmaul dan berbau aseton pada pemeriksaan urin biasanya ditemukan reduksi positif tinggi dan aseton.
Koma Hipoglikemik
Juga sering terdapat pada penderita diabetes melitus yang tak terkontrol terdapat gejala saraf pusat (gangguan visus, nyeri kepala), psikiatrik (defresif iritabel) atau vasomotorik (keringat, palpitasi, pucat) yang segera hilang setelah pemberian glukosa kadar gula darahnya selaalu <50 mg/dl.
Pengobatan
- 10-50 ml glukosa 40%.
- Bila pemberian tak mungkin, berikan glukagon 1-2 mg atau epineprim 1/1000 ½ ml sk segera setelah keadaan penderita lebih baik harus di susul dengan pemberian glukosa atau gula 10-30 per oral/sonde.
- Sebagai penunjang berikan infus glukosa.
Koma Hepatik
Terjadi paada kegagalan fungsi hati akibat bebagai penyakit sirosis hepatis, hepatitis fulminan, karsinoma hati. Di sini penderita kelihatan ikterik, nadi cepat dan kecil, pernapasan berbau busuk mungkin ditemukan pulsa tanda penyakit penyebab.
Pengobatan
- Cairan kombinasi antara glukosa 10%, Darrow glukosa dan asam amino (tutofuchsin).
- Mencegah produksi amonia oleh bakteri usus klisma, neomisin 4x 500 mg/hari dan laktulosa (duphalac) 3×15 ml/hari.
- Diit : diit hati I (hanya terdiri dari hidrat arang cair) per sonde selama 1-2 hari, setelah itu diit hati II (protein 30 g/hari berbentuk lunak).
- Cari faktor penyebab dan atasi penyakit infeksi dan pecahnya varises esofagus.
- Obat-obatan (kortikosteroid dan L-dopa).
Malaria Komatosa
Pada serangan malaria yang berat terjadi penurunan kesadaran sampai koma, kejang, stupor dan delusi disamping adanya gejala malaria pada umumnya seperti demam (tidak selalu), splenomegali, hepatomegali, ikterus, anemi, hipotensi ortostatik, gangguan pembekuan darah. Pemeriksaan pembantu yang penting ialah pembuatan sediaan darah tebal tiap 3-6 jam dengan pewarnaan Giemsa; pemeriksaan harus dilakukan dengan teliti (sedikitnya 20 lapangan penglihatan kecil); sering parasit baru ditemukan pada pemeriksaan yang ke sekian kalinya.
Komplikasi yang berbahaya ialah disseminated intravascular coagulation, insufisiensi paru akut, dan ruptur limpa akibat splenomegali akut.
Pengobatan :
- Perawatan koma secara umum; pemberian cairan hendaknya tidak melebihi 1500 ml/hari untuk mencegah hipervolemi dan edema paru.
- Pemeriksaan darah malaria dan hematokrit secara teratur.
- Antimalaria :
- Kinin uretan 5-10 mg/kgbb/12 jam diberikan per infus selama 4 jam, dosis berbanding terbalik dengan beratnya penyakit; pada kasus berat biasanya diberikan 100 mg/12 jam. Pemberian kinin i.v langsung dapat menyebabkan syok dan kematian, sedangkan cara i.m dapat menimbulkan iritasi dan abses, disamping penyerapan yang sukar.
- Bila kinin tak tersedia, dapat digunakan klorokuin HCL im, dosis pertama 150 mg basa, ulangi 6 jam kemudian; maksimum 600 mg basa/ 24 jam.
- Pemberian parenteral harus diganti dengan cara per oral segera setelah keadaan penderita memungkinkan.
- Kinin dan klorokuin tak dapat dikombinasi karena antagonistik.
- Setelah 6-7 dosis kinin atau 1500 mg basa klorokuin, berikan fansidar (25 mg piritamin + 500 mg sulfadoksin) 3 tablet dosis tunggal untuk mencegah rekrudensi.
- Kortikosteroid dapat diberikan untuk mengurangi/mencegah edema otak dengan dosis 3-10 mg deksametason i.v/8 jam; dapat dikombinasi dengan 500 ml dextran 75/12 jam per drip.
Sumber :
- Buku Kedaruratan Medik (Pedoman Penatalaksanaan Praktis)
Incoming search terms:
- jenis koma
- jenis jenis koma
- macam macam koma

