Jadwal Imunisasi Bayi
Oleh : Bidan Sulistia
Jadwal Imunisasi Bayi atau Anak Program Pengembangan Imunisasi (PPI)
Jenis imunisasi dibedakan menjadi dua yaitu imunisasi dalam Program Pengembangan Imunisasi (mendapat subsidi pemerintah) dan imunisasi yang di anjurkan(tidak mendapat subsidi). Perbedaan diantara keduanya bukan dikarenakan perlu atau tidaknya melainkan wajib dan dianjurkan. Sehingga pada imunisasi wajib merupakan vaksin imunisasi yang didapatkan anak dengan menggunakan fasilitas pemerintah sedangkan untuk tambahan imunisasi apabila mampu dapat dilakukan:
Jadwal Imunisasi Bayi
- Polio
Polio adalah penyakit virus yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Jadwal imunisasi ini harus dilakukan dalam satu rangkaian, yaitu pada saat anak baru dilahirkan dan pada saat anak berusia dua, empat, lalu enam bulan. Selanjutnya vaksin booster diberikan saat anak berusia satu setengah hingga dua tahun, kemudian pada usia lima tahun. Dosis vaksin booster diberikan untuk lebih memperkuat sistem kekebalan tubuh terhadap virus polio. Efek samping yang biasa terjadi seperti demam, kehilangan nafsu makan, efek samping yang jarang terjadi adalah reaksi alergi. - Hepatitis B
Hepatitis B merupakan salah satu penyakit infeksi hati yang tergolong berbahaya yang disebabkan oleh virus. Jadwal imunisasi ini diberikan pada anak yang dilakukan dalam kurun waktu 24 jam setelah kelahirannya, bahkan yang paling baik adalah dalam kurun waktu 12 jam. Vaksin ini kembali diberikan saat anak genap berusia satu bulan dan enam bulan. Efek samping yang sering terjadi seperti demam , kelelahan, sedangkan efek yang jarang terjadi seperti gatal-gatal, kulit kemerahan, serta pembengkakan pada wajah. - DPT
Vaksin DTP merupakan jenis vaksin gabungan. Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit difteri, tetanus dan pertusis. Pertusis lebih dikenal dengan sebutan batuk rejan. Difteri merupakan penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan sesak napas, radang paru-paru, hingga masalah pada jantung dan kematian. Sedangkan tetanus merupakan penyakit kejang otot yang juga tidak kalah mematikannya. Batuk rejan atau pertusis, yaitu penyakit batuk parah yang dapat mengganggu pernapasan. Sama seperti difteri, batuk rejan juga dapat menyebabkan radang paru-paru, kerusakan otak, bahkan kematian. Jadwal imunisasi vaksin DTP harus dilakukan dalam lima dosis, yaitu pada saat anak berusia dua bulan , empat bulan, satu setengah- dua dan lima bulan. Efek samping vaksin DTP yang tergolong umum adalah rasa nyeri, demam, dan mual. Efek samping yang jarang terjadi adalah kejang-kejang. - Campak
Campak adalah penyakit virus yang menyebabkan demam,pilek, batuk, sakit tenggorokan dan ruam. Jadwal imunisasi vaksin campak diberikan dalam tiga dosis yaitu pada saat anak berusia sembilan bulan, dua tahun dan enam tahun. Efek samping umum demam dan hilangnya nafsu makan. - BCG
Vaksin BCG diberikan untuk mencegah penyakit tuberkulosis atau yang lebih dikenal sebagai TBC. Penyakit ini menyerang sistem pernapasaan dan tergolong berbahaya, bahkan dapat menyebabkan kematian. Jadwal imunisasi dilakukan satu kali, yaitu pada kisaran saat anak baru dilahirkan hingga berusia dua bulan. Efek samping paling umum demam dan munculnya benjolan bekas suntik pada kulit, sedangkan efek samping yang sangat jarang terjadi adalah reaksi alergi.
Jadwal Imunisasi Tambahan
- Hib
Vaksin Hib ini dimaksudkan untuk melindungi tubuh dari virus Haemophilus influenza type B, yang bisa menyebabkan meningitis, pneumonia, dan epiglotitis (infeksi pada katup pita suara dan tabung suara). Jadwal imunisasi pemberian di berikan pada anak Umur 2, 4, 6, dan 15 bulan. - Pneumokokus (PCV)
Vaksin PCV ini bermanfaat untuk melindungi tubuh dari bakteri pnemukokus yang bisa menyebabkan meningitis, pneumonia, dan infeksi telinga. Imunisasi ini diberikan pada umur 2, 4, 6 bulan, serta antara 12 - 15 bulan. Jika vaksin ini belum diberikan hingga usia anak di atas 1 tahun, PCV hanya diberikan dua kali dengan interval 2 bulan. Jika usia anaksudah 2 - 5 tahun, PCV hanya diberikan 1 kali. - Influenza
Vaksin ini bermanfaat untuk melindungi tubuh dari beberapa jenis virus influenza. Vaksin influenza ini diberikan satu tahun sekali sejak usia 6 bulan. Bisa terus diberikan hingga dewasa. Namun, untuk usia di atas 2 tahun, vaksin bisa diberikan dalam bentuk semprotan pada saluran pernapasan.
MMR (Measles, Mumps, Rubella)
Vaksin MMR ini Melindungi tubuh dari virus campak, gondok, dan rubella (campak Jerman). Vaksin ini di berikan pada usia 15 bulan, dan kembali diberikan saat anak berusia 6 tahun. Namun bisa diberikan pada umur 12 bulan, jika belum mendapat campak di usia 9 bulan. - Tifoid
Vaksin tifoid bermanfaat untuk melindungi tubuh dari bakteri Salmonella typhi yang menyebabkan demam tifoid (tifus). Vaksin ini diberikan pada umur di atas 2 tahun, dan diberikan setiap 3 tahun. Vaksin tifoid memiliki dua jenis, yaitu oral dan suntik. Untuk tifoid oral diberikan pada anak di atas 6 tahun. - Varisela
HPV (Humanpapilloma Virus)
Vaksin HPV bermanfaat untuk menghindarkan tubuh dari Humanpapilloma Virus yang menyebabkan kanker mulut rahim. Jadwal imunisasi pemberian vaksin ini diberikan pada anak umur di atas 10 tahun, diberikan 3 kali dengan jadwal 0, 1-2 bulan kemudian, serta 6 bulan kemudian. - manfaat dari vaksin varisela ini adalah melindungi tubuh dari cacar air.diberikan pada umur di atas 5 tahun.
- Hepatitis A
Vaksin hepatitis A berguna untuk melindungi tubuh dari virus Hepatitis A, yang menyebabkan penyakit hati. Vaksin ini diberikan pada umur di atas 2 tahun, dua kali dengan interval 6 - 12 bulan.
Sumber :
- alodokter.com,
- tipsseputarkeluarga.com
- idai.or.id

