Hamil tua
Oleh : Bidan Rina Widyawati
Pada saat hamil tua, ibu hamil dapat mengalami beberapa gangguan selama menjalani kehamilannya. Salah satu gangguan yang dapat dialami oleh seorang ibu hamil yang sedang hamil tua yaitu gangguan tidur pada malam hari. Gangguan tidur tidak jarang menjadi keluhan pada wanita yang sedang hamil tua. Hal ini tersebut diperkirakan terjadi karena berkaitan dengan kecemasan, stress, dan rasa gembira akan kedatangan buah hati. Selain itu, perubahan hormonal, perubahan fisik yang semakin memberatkan tubuh ibu sendiri dapat menjadi salah satu penyebabnya. Seperti rasa berat saat menarik napas karena pendesakan rongga dada oleh rahim, nyeri punggung karena beban kehamilan, sering kencing dimalam hari, sehingga sering bangun dari tidur, kram pada otot kaki dan tangan, dan susah buang air besar.
Kehamilan dapat menyebabkan gangguan pola tidur. Baik menyangkut durasi maupun kualitas tidurnya, hal tersebut disebabkan oleh perubahan-perubahan psikis maupun fisik pada ibu. Terlebih lagi jika sebelumnya saat masih remaja si ibu sudah mempunyai riwayat insomnia, sehingga keluhan gangguan tidur ini manifestasinya lebih menonjol saat hamil tua. Pada umumnya wanita hamil akan berusaha beradaptasi dengan perubahan-perubahan tersebut. Dan, adakalanya beberapa wanita hamil tidak mulus dalam proses adaptasi tersebut, contohnya insomnia. Saat-saat seperti ini dukungan moral dan support dari suamilah yang paling tepat untuk melewati masa-masa tersebut.
Gangguan Tidur pada Hamil Tua
Untuk mengatasi gangguan tidur pada ibu yang sedang hamil tua, disarankan bagi para suami tidak perlu cemas apabila harus menemani sang istri sampai pagi, yaitu suami dapat menggangti jadwal tidur dan mensiasati bagaimana agar tidak mengantuk saat dikantor atau saat sedang menemani istri yang sedang hamil dan insomnia. Dan bagi para ibu yang sedang hamil tua, ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk mengurangi gangguan tidur pada wanita hamil. Antara lain:
- Hindari Kerja Hingga Lewat Waktu pada Malam Hari. Kerja yang berlebihan akan melepaskan adrenalin dalam jumlah banyak yang membuat tubuh jadi tetap terjaga pada malamnya.
- Kurangi Stres dan Kecemasan. Rasa cemas dan stress akan menjadi beban psikis sehingga menyebabkan sulit tidur.
- Tidur dengan Posisi yang Benar. Posisi yang disarankan adalah miring, utamanya miring ke kiri, yang akan memperbaiki sirkulasi darah ke janin dan ginjal. Selain itu tidur miring menghindari penekanan rahim terhadap paru-paru.
- Mencegah Rasa Panas di Dada. Untuk menghindarinya jangan tidur 1-2 jam setelah makan. Jika hal ini menjadi problem, bisa diatasi dengan tidur bersandar atau posisi kepala lebih tinggi.
- Hindari Tidur pada Siang Hari. Sebisa mungkin untuk menghindarinya, tetapi jika merasakan kurang tidur pada malam hari, boleh tidur sebentar disiang hari.
- Atur Diet. Mutlak hindari minuman beralkohol dan berkafein untuk mencegah insomnia. Jika ada keluhan mual dan muntah, dicoba dengan sering makan biskuit. Hal ini akan menghindari lambung dalam keadaan kosong dan mengurangi mual serta muntah. Perut yang kosong dimalam hari, dapat memicu terjadinya insomnia.
- Mandi Air Hangat. Upaya yang lain adalah dengan mandi air hangat atau relaksasi sebelum berangkat tidur.
- Mengubah Suasana Kamar Tidur. Cara selanjutnya yang dapat digunakan untuk mengatasi gangguan tidur yaitu dengan mengubah suasana kamar. Dengan susana kamar yang diubah dapat memberikan kenyamanan tersendiri bagi ibu hamil.
Cara-cara diatas dapat dicoba untuk mengatasi gangguan tidur yang dialami oleh ibu yang sedang hamil tua. Jika cara diatas tidak berhasil, dapat berkonsultasi kepada bidan atau dokter kandungan untuk mengatasi gangguan tidur yang dialami.
Sumber: bidanku.com

