Hamil saat Menyusui
Oleh : Bidan Sulistia
Hamil saat menyusui dapat terjadi pada ibu menyusui. Terutama terjadi pada ibu menyusui yang usia bayinya lebih dari 6 bulan. Hamil saat menyusui sebenarnya tidak meemberikan dampak yang buruk bagi janin maupun bayi. Hamil saat menyusui masih dapat dilakukan selama ibu hamil tersebut memenuhi kebutuhan nutrisinya karena menjalankan dua peran yaitu hamil dan menyusui. Namun yang menjadi masalah mengingat kualitas ASI yang dihasilkan oleh ibu hamil saat menyusui akan menurun, sebaiknya proses menyusui bayi dihentikan. Karena pada saat hamil, makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil akan terbagi menjadi dua yaitu untuk ibu dan janin sehingga akan menurunkan kualitas dari ASI yang diproduksi.
Selain itu pada saat terjadi kehamilan terutama trimester pertama kehamilan, ibu hamil biasanya akan merasakan berbagai keluhan saat kehamilan. Keluhan tersebut diantaranya adalah mual muntah. Mual muntah sebenarnya merupakan masalah yang fisiologis yang terjadi sebagai akibat perubahan hormon yang terjadi di dalam tubuh ibu hamil. Namun masalahnya ketika mual dan muntah tersebut dirasakan mengganggu dan berlebihan. Tentu saja asupan makanan pada ibu hamil pun akan berkurang. Sehingga nutrisi untuk ibu dan janinnya tidak akan terpenuhi. Hal ini akan memperberat kondisi jika ibu hamil terbut menyusui bayinya. Sehingga penting untuk memperhatikan beberapa poin di bawah ini ketika mendapatkan kondisi hamili saat menyusui :
- Bagi ibu hamil saat menyusui yang mempunyai riwayat keguguran sebelumnya harus memperhatikan kondisi kesehatannya. Selama hamil saat menyusui terjadi pembentukan hormon oksitosin yang akan menimbulkan kontraksi di bagian payudara dan rahim selama kehamilan. Walaupun kontraksi ini tidak terlalu berpengaruh untuk mengakibatkan keguguran akan tetapi bagi ibu hamil saat menyusui yang mengalami riwayat keguguran sebaiknya konsultasikan pada dokter kandungan yang menangani.
- Terjadinya kehamilan disaat menyusui dikhawatirkan akan mengurangi gizi bagi ibu, janin dan bayi yang disusuinya. Ibu hamil saat menyusui dapat memenuhi kebutuhan gizi dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi terutama makanan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin dan mineral.
- Ibu hamil saat menyusui dapat membuat produksi ASI yang berkurang dikarenakan hal ini dipengaruhi oleh faktor hormon estrogen yang meningkat dan membuat ASI menjadi berubah bahkan berkurang.
Untuk ibu bagi ibu hamil saat menyusui boleh saja untuk melanjutkan menyusui bayinya sampai bayi menolak untuk menyusu. Kemudian bagi ibu yang mengalami mual muntah saat hamildan menyusui selain itu merasakan ketidaknyaman selama kehamilan sebaiknya tidak terlalu memaksakan, lakukan konsultasi dengan bidan atau dokter kandungan untuk mengetahui kondisi kesehatan.
Bahaya Pemberian Susu Botol
Pemberian susu formula sebenarnya tidak efektif dan efisien karena susu formula cenderung diberikan tidak sesuai dengan ukuran yang semestinya misalnya lebih encer atau lebih tidak terjamin kebersihannya. Sementara menurut sumber yang lainnya menyatakan bahwa bahaya dari pemberian susu botol dapat mengakibatkan :
- Meningkatkan morbiditas diare karena kuman dan monoliasis mulut yang meningkat sebagai akibat dari pengolahan air dan sterilisasi yang kurang baik.
- Terjadi marasmus pada bayi karena kesalahan dalam penakaran susu akibat dari pendidikan dan keadaan sosial ekonomi yang kurang, mengingat pemberian susu botol akan mempengaruhi proses pengeluaran ASI dan akhirnya dapat menghentikan produksi ASI itu sendiri.
Untuk itu pemberian susu formula sebaiknya dihindari terutama pada bayi usia 0-6 bulan. Selain itu pemberian susu formula sebaiknya harus sesuai aturan yang dicantumkan dari kemasan susu formula tersebut.
Sumber : bidanku.com
