Fungsi Sonde Uterus
Sonde uterus merupakan alat yang terbuat dasi stainless steel yang berbentuk panjang dengan ujung yang melengkung. Fungsi sonde uterus itu sendiri ialah untuk mengukur panjang rahim. Panjang rahim setiap ibu berbeda-beda. Namun mormalnya ukuran panjang rahim wanita lebih dari 5 cm. Hal ini menjadi syarat mutlak dari pemasangan AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) atau IUD (Intrauterine Device). Artinya bagi setiap wanita yang ingin ber-KB dengan menggunakan IUD harus memiliki ukuran panjang rahim minimal 5 cm.
Untuk mengetahui ukuran rahim tersebut, dibutuhkan alat yang bernama sonde uterus. Sonde uterus dapat bekerja sesuai dengan fungsi sonde uterus itu sendiri apabila digunakan secara benar. Sama halnya seperti tenakulum, sonde uterus tidak dapat menjalankan fungsi sonde uterus sendiri. Dibutuhkan alat pendukung lain dalam menjalankan fungsi sonde uterus. Alat pendukung tersebut ialah spekulum vagina.
Informasi harga dan pembelian alat kedokteran kebidanan klik disini
Dalam prakteknya spekulum vagina akan membuka vagina yang tertutup oleh labia sehingga akan terlihat serviks. Kemudian saat akan mengukur rahim, pastikan spekulum vagina telah terkunci dan posisi yang diinginkan sudah tercapai. Sebelum memasukan sonde uterus, olesi ujung sonde uterus dengan betadin sebagai penanda ukuran rahim yang akan diperoleh nantinya. Tindakan ini merupakan tindakan pendukung sonde uterus dalam menjalankan fungsi sonde uterus. Setelah itu, masukkan sonde ke dalam servik sampai ke fundus atau sampai terasa tahanan dari sonde uterus. Kemudian keluarkan sonde uterus dan lihat hasil pengukuran yang di hasilkan.
Fungsi Sonde Uterus
Fungsi Sonde Uterus dalam Pemasangan AKDR
Fungsi sonde uterus dalam pemasangan AKDR pada dasarnya memiliki fungsi yang sama dengan fungsi sonde uterus pada umumnya. Dalam pemasangan AKDR, sonde uterus digunakan bersamaan dengan spekulum vagina. Spekulum vagina berfungsi membuka vagina atau serviks sedangkan fungsi sonde uterus sendiri ialah untuk mengukur ukuran panjang rahim.
Pada dasarnya setiap ibu yang telah memiliki anak boleh untuk ber-KB dengan menggunakan AKDR atau IUD. AKDR atau IUD ini merupakan alat kontrasepsi metode jangka panjang. Pemakaian IUD ini dapat digunakan maksimal sampai 10 tahun. Namun apabila ibu menginginkan anak kembali, ibu boleh melepas atau mencabut IUD sebelum masa pemakaiannya habis.
Perlu diperhatikan syarat atau kriteria yang boleh menggunakan KB IUD. Salah satu syarat yang boleh menggunakan KB IUD ini adalah ibu yang memiliki anak dengan ukuran panjang rahim melebihi 5 cm. Apabila ukuran panjang rahim ibu kurang dari 5 cm, maka ibu tersebut tidak dianjurkan untuk menggunakan KB IUD. Karena di khawatirkan apabila ibu menggunakan KB IUD maka KB IUD tersebut dapat mudah keluar dari rahim. Untuk memastikan ukuran panjang rahim dari ibu maka digunakanlah alat sonde uterus yang sesuai dengan fungsi sonde uterus.
Bentuk sonde uterus di design sedemikian rupa agar dapat menjalankan fungsi sonde uterus itu sendiri. Sonde uterus di design dengan lengkungan pada bagian ujungnya dan terdapat angka-angka pada sonde uterus. Sonde uterus di bentuk lengkung pada bagian ujungnya hal ini bertujuan untuk menyesuaikan dengan bentuk rahim yang melengkung. Lengkungan rahim dapat jatuh ke depan ataupun ke belakang. Apabila lengkungan rahim jatuh ke depan maka rahim dalam posisi antefleksi apabila ke belakang disebut retrofleksi. Sebelum dimasukkannya sonde uterus, operator terlebih dahulu melakukan pemeriksaan posisi rahim sehingga pada saat akan memasukan sonde uterus operator sudah mengetahui ke arah mana lengkungan dari sonde uterus tersebut di arahkan, ke depan atau ke belakang. Hal ini juga dapat mendukung sonde uterus untuk menjalankan fungsi sonde uterus.
Oleh : Bidan Rina Widyawati
Sumber :
- id.wikipedia.org
Incoming search terms:
- bno sonde iud
