022 2032522
0822 144 623 86
D38FBC35
tokoalkes.com
Menu

( pcs)
jmlBarangBerat (Kg)Total
keranjang anda kosong
0 0,00Rp 0
Selesai Belanja
Rp 34.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBengkok atau Nierbeken (Waskom Bengkok Stainless 23 cm)
Harga Rp 34.000
Lihat Detail
Rp 1.760.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBed Screen Stainless Steel Triple (3 Bidang)
Harga Rp 1.760.000
Lihat Detail

Fisiologi Tidur dan Pengaturan Tidur

Friday, February 27th 2015.

Tidur merupakan bagian dari kebutuhan dasar manusia. Kebutuhan ini harus dipenuhi oleh setiap orang. Apabila kebutuhan tidur ini tidak terpenuhi, maka hal ini dapat mengganggu kemampuan untuk berkonsentrasi, membuat keputusan, dan berpartisipasi dalam aktivitas harian akan menurun, dan meningkatkan iritabilitas. Kesempatan untuk istirahat dan tidur sama pentingnya dengan kebutuhan makan, aktivitas, maupun kebutuhan dasar lainnya. Setiap individu membutuhkan istirahat dan tidur untuk memulihkan kembali kesehatannya. Pengindentifikasian dan penanganan gangguan pola tidur klien adalah tujuan penting bagi tenaga kesehatan. Untuk membantu klien mendapatkan kebutuhan istirahat dan tidur, maka petugas kesehatan harus memahami sifat alamiah dari tidur (fisiologi tidur), pengaturan tidur serta faktor yang mempengaruhi dan kebiasaan tidur klien. Fisiologi tidur dan pengaturan tidur menjadi hal pertama yang harus dipahami oleh petugas kesehatan. Karena fisiologi tidur dan pengaturan tidur menjadi standar penilaian terhadap kebutuhan tidur pasien.

Fisiologi Tidur

Aktivitas tidur diatur dan dikontrol oleh dua system pada batang otak, yaitu Reticular Activating System (RAS) dan Bulbar Synchronizing Region (BSR) yang bergantian untuk mengaktifkan dan menekan pusat otak agar dapat tidur dan bangun. RAS di bagian atas batang otak diyakini memiliki sel-sel khusus yang dapat mempertahankan kewaspadaan dan kesadaran; memberi stimulus visual, pendengaran, nyeri, dan sensori raba; serta emosi dan proses berfikir. Pada saat sadar, RAS melepaskan katekolamin, sedangkan pada saat tidur terjadi pelepasan serum serotonin dari BSR.

Ritme Sirkadian

Setiap makhluk hidup memiliki bioritme (jam biologis) yang berbeda. Pada manusia, bioritme ini dikontrol oleh tubuh dan disesuaikan dengan faktor lingkungan (misalnya; cahaya, kegelapan, gravitasi dan stimulus elektromagnetik). Bentuk bioritme yang paling umum adalah ritme sirkadian-yang melengkapi siklus selama 24 jam. Dalam hal ini, fluktuasi denyut jantung, tekanan darah, temperatur, sekresi hormon, metabolisme dan penampilan serta perasaan individu bergantung pada ritme sirkadiannya. Tidur adalah salah satu irama biologis tubuh yang sangat kompleks. Sinkronisasi sirkadian terjadi jika individu memiliki pola tidur-bangun yang mengikuti jam biologisnya: individu akan bangun pada saat ritme fisiologis paling tinggi atau paling aktif dan akan tidur pada saat ritme tersebut paling rendah.

Pengaturan Tidur

Tidur merupakan aktivitas yang melibatkan susunan saraf pusat, saraf perifer, endokrin kardiovaskuler, respirasi dan musculoskeletal (Robinson 1993, dalam Potter). Tiap kejadian tersebut dapat diidentifikasi atau direkam dengan electroencephalogram (EEG) untuk aktivitas listrik otak, pengukuran tonus otot dengan menggunakan electromiogram (EMG) dan Electrooculogram (EOG) untuk mengukur pergerakan mata.

Pengaturan dan kontrol tidur tergantung dari hubungan antara dua mekanisme serebral yang secara bergantian mengaktifkan dan menekan pusat otak untuk tidur dan bangun. Reticular Activating System (RAS) di bagian batang otak atas diyakini mempunyai sel-sel kusus dalam mempertahankan kewaspadaan dan kesadaran. RAS memberikan stimulus dari korteks serebri (emosi, proses pikir).

Pada keadaan sadar mengakibatkan neuron-neuron dalam RAS melepaskan katekolamin, misalnya epinephrine. Saat tidur mungkin disebabkan oleh pelepasan serum serotinin dari sel-sel spesifik di pons dan batang otak tengah yaitu bulbar synchronizing regional (BSR). Bangun dan tidurnya seseorang tergantung dari keseimbangan impuls yang diterima dari pusat otak, reseptor sensori perifer misalnya bunyi, stimulus cahaya, dan system limbiks seperti emosi.

Seseorang yang mencoba untuk tidur, mereka menutup matanya dan berusaha dalam posisi rileks. Jika ruangan gelap dan tenang aktivitas RAS menurun, pada saat itu BSR mengeluarkan serum serotin yang menyebabkan tidur.

 

Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber :

  • Buku Ajar Fundamental Keperawatan
  • Buku Saku Keterampilan dan Prosedur Dasar

 

Incoming search terms:

  • pengaturan tidur

Produk terbaru

Rp 40.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSponge Holder Forcep Marwa 25 cm
Harga Rp 40.000
Lihat Detail
Rp 165.000 179.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangColostomy Anak, Bayi Convatec Little Ones
Harga Rp 165.000 179.000
Anda HematRp 14.000 (7.82%)
Lihat Detail
Rp 12.500 13.500
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKlem / Penjepit Colostomy
Harga Rp 12.500 13.500
Anda HematRp 1.000 (7.41%)
Lihat Detail
Rp 3.693.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMeja Periksa Gynecolog Stainless BFG 020 – 001 SS
Harga Rp 3.693.000
Lihat Detail
Rp 2.242.500
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSuction Pump ABN Aspira
Harga Rp 2.242.500
Lihat Detail