DEFINISI
Infeksi atau iritasi pada saluran faring atau tonsil (amandel) yang biasanya disebabkan oleh kuman streptococcus beta hemolyticus, streptococcus viridians, dan streptococcus pyogenes adalah penyebab terbanyak. Dapat juga disebabkan oleh virus.
GEJALA KLINIS
Suhu tubuh meningkat hingga 40 derajat (demam), rasa gatal atau sakit di tenggorokan dirasakan karena inflamasi akibat peradangan atau infeksi. Setelah bakteri atau virus mencapai sistemik maka gejala-gejala sistemik akan muncul, seperti lesu dan lemah, nyeri pada sendi-sendi otot, tidak nafsu makan dan nyeri pada telinga. Pada gejala local dapat dilihat faring merah dan tonsil membengkak, terdapat nyeri tekan pada leher dan jika pembengkakan mencapai laring dapat disertai dengan gangguan suara atau suara serak.
jika dibutuhkan dapat dilakukan kultur dan uji resistensi pada pemeriksaan tambahan
TATALAKSANA
Dapat diberikan antibiotic golongan penisilin atau sulfomida selama 5 hari, penurun panas, obat kumur dan obat hisap untuk meredakan gejala local. Bila alergi pada penisilin dapat diberikan antibiotic eritromisin. Untuk menhindari iritasi lebih lanjut pada saluran faring dan laring, pada pasien dapat dianjurkan untuk mengurangi makanan yang berminyak dan panas. Pada pasien juga dianjurkan untuk istirahat sebanyak mungkin agar metabolism lebih dikhususkan untuk memperbaiki daya tahan tubuh. Jika demam tidak turun dengan pemberian obat dapat dibantu dengan menggunakan kompres dan intake cairan yang cukup (air putih).
EPIDEMIOLOGI
Angka kejadian pada anak – anak, rata-rata terdapat 5 kali infeksi saluran pernafasan bagian atas dan pada orang dewasa hampir separuhnya. Biasanya disebabkan oleh bakteri streptococcus dan virus adalah adenovirus atau rhinovirus.
PATOFISIOLOGI / ETIOLOGI
Penularan dapat terjadi melalu udara maupun sentuhan, biasanya terjadi jika droplet dibatukan atau dibersinkan dari penderita ke orang sehat, atau bisa juga terjadi jika droplet ditularkan melalui. Kuman menginfiltrasi lapisan epitel, kemudian bila epitel terkikis maka jaringan limfoid superficial bereaksi, terjadi pembendungan radang dengan infiltrasi leukosit polimorfonuklear.
Sumber : http://klikdokter.com
