Dosis ventolin
Dosis ventolin digunakan berdasarkan aturan tertentu. Dalam menggunakan ventolin nebulizer untuk obat nebulizer, terdapat dosis ventolin yang harus diikuti oleh pasien yang mengkonsumi obat tersebut. Jangan menggunakan obat nebulizer ventolin melebihi dosis ventolin yang dianjurkan. Jika mengkonsumi obat ventolin nebulizer melebihi dosis ventolin yang dianjurkan, dikhawatirkan dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi pasien yang menggunakan obat tersebut. Ventolin nebulizer merupakan salah satu obat nebulizer yang digunakan untuk mengatasi gejala gangguan pernapasan dan mencegah terjadinya serangan penyakit asma. Dalam ventolin nebulizer terdapat kandungan salbutamol sulfonate yang termasuk ke dalam β2-agonis selektif yang memberikan short-acting. Dalam menggunakan obat tersebut terdapat hal yang harus diperhatikan.
Dosis ventolin untuk anak-anak dan dewasa
Seperti yang telah diebutkan sebelumnya, dalam menggunakan ventolin nebulizer terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan salah satunya yaitu dosis ventolin nebulizer tersebut. Dalam pemberian dosis ventolin untuk anak-anak yang berusia 4-11 tahun, biasanya diberikan 2,5 sampai 5 mg sehari sebanyak 4 kali dalam sehari. Untuk pemberian dosis ventolin untuk dewasa juga tidak jauh berbeda dengan pemberian dosis ventolin untuk anak-anak usia 4-11 tahun, hanya saja untuk dosis ventolin dewasa dosis penggunaan obatnya dapat ditingkatkan sampai 40 mg dengan catatan harus ada dalam pengawasan medis yang ketat dirumah sakit. Untuk lebih jelasnya mengenai pemberian dosis ventolin untuk anak-anak dan dewasa, sebaiknya lakukan konsultasi dengan dokter. Dalam pemberian dosis ventolin juga perlu diketahui bahwa obat tersebut sebaiknya tidak diberikan kepada anak-anak yang berusia dibawah 4 tahun.
Selain dosis ventolin yang harus diperhatikan, terdapat juga hal lainnya yang harus diperhatikan seperti kontraindikasi obat dan efek samping obat. Terdapat kontra indikasi yang perlu diketahui. Kontra indikasi ventolin nebules adalah abortus yang dapat mengancam selama kehamilan menginjak usia trimester 1 dan trimester 2, penanganan persalinan prematur seperti plasenta previa, perdarahan antepartum atau toksemia gravidarum. Selain itu, obat ini juga memiliki efek samping yang perlu diketahui. Efek samping ventolin nebules adalah takikardi, sakit kepala, tremor, iritasi mulut dan tenggorokan, kram otot. Selain itu, beberapa perhatian yang harus diwaspada dalam menggunakan ventolin nebules adalah steroid, diuretik, tirotoksikosis, glaukoma sudut tertutup akut, asma berat akut pada penggunaan bersama dengan derivat xantin, hamil dan laktasi. Dalam menggunakan ventolin nebules juga perlu dihindarkan kontak langsung antara mata dengan cairan obat dikarenakan hal tersebut dapat menyebabkan iritasi pada mata.
Obat Ventolin merupakan sebuah obat yang berbentuk cairan yang murni tanpa tambahan zat lain. Namun apabila penggunaan obat ini digunakan dalam waktu yang berkepanjangan (lebih dari 10 menit) makan akan diperlukan cairan tambahan yaitu cairan saline steril normal. Obat ventolin digunakan secara inhalasi dimana obat ini akan dihirup melalui mulut pasien untuk memasukannya ke dalam paru-paru dan tidak boleh diberikan secara parenatal dan oral. Dalam menggunakan alat ini akan menggunakan sebuah alat yang disebut dengan alat nebulizer yang digunakan untuk terapi inhalasi.
Alat nebulizer merupakan alat yang digunakan untuk mengubah obat yang berbentuk cairan menjadi partikel uap obat yang akan dihirup oleh pasien. Dengan cara inhalasi, obat nebulizer yang digunakan akan langsung masuk ke dalam saluran pernapasan pasien dan langsung mengobati objek yang dituju. Oleh karena itu, inhalasi dengan menggunakan alat nebulizer merupakan cara pengobatan yang banyak digunakan dan termasuk ke dalam cara pengobatan yang aman untuk mengatasi gejala gangguan pernapasan.
Oleh : Bidan Rina
Sumber:
- alatnebulizer.com
