Disleksia Atau Kesulitan Membaca Yang Kronis
Disleksia adalah kesulitan membaca yang kronis. Ini merupakan kesulitan belajar yang sangat umum. Orang dengan disleksia mungkin memiliki masalah dalam membaca, menulis, mengeja, matematika, dan kadang-kadang, musik. Anak laki-laki penderita disleksia 3 kali lebih banyak dibanding anak perempuan.
Kebanyakan orang berpikir disleksia adalah suatu kondisi yang terkait dengan membaca dari kanan ke kiri dan membalikkan kata-kata dan huruf. Memang beberapa orang dengan disleksia memiliki masalah ini, namun hal ini bukan merupakan karakteristik yang paling umum atau yang paling penting dari disleksia.
Para ahli mengatakan disleksia tak ada hubungannya dengan pengenalan bentuk visual dari kata-kata, melainkan karena otak dari orang dengan disleksia memiliki penghubung yang berbeda, sehingga sulit bagi mereka untuk memisahkan huruf dari kata tertulis ke dalam suara yang berbeda (atau fonem). Kemampuan ini yang disebut kesadaran fonologi.
Disleksia dapat terjadi pada setiap tingkat kemampuan intelektual. Terkadang anak-anak dengan disleksia tampil seperti kurang termotivasi atau tidak mencoba cukup keras di mata guru dan orang tua. Disleksia memang bisa disertai dengan kurangnya motivasi, masalah emosional atau perilaku, dan gangguan sensorik. Namun bukan berarti hal-hal tersebut merupakan hasil dari disleksia.
Pandangan yang lebih positif dari disleksia menggambarkan bahwa orang dengan disleksia adalah seorang yang visual, pemikir multidimensi yang intuitif, sangat kreatif, dan unggul dalam belajar secara praktek. Banyak orang dengan disleksia sangat berprestasi dalam seni, kreativitas, desain, komputasi, dan berpikir lateral.
Apa Penyebab Disleksia?
Disleksia cenderung menurun dalam keluarga, dan peneliti telah mengidentifikasi gen yang mungkin bertanggung jawab untuk kondisi tersebut.
Para ilmuwan juga menemukan perbedaan otak tertentu yang terlibat dalam disleksia. Gambar otak menunjukkan bahwa disleksia adalah hasil dari perbedaan struktural di otak, terutama di otak kiri.
Otak dari orang dengan disleksia menunjukkan aktivitas sangat sedikit di daerah yang dikenal, sangat penting menghubungkan kata tertulis dengan komponen fonetik mereka. Karena itu, untuk membaca, orang dengan disleksia harus menumbuhkan jalur neurologis alternatif. Orang dengan disleksia mengimbanginya dengan menggunakan lebih banyak bagian depan otak yang disebut area Broca, yang terkait dengan aspek lain dari pengolahan bahasa dan pidato.
Sumber :
- dokita.co
Incoming search terms:
- disleksia

