Cara Penggunaan Nebulizer
Cara penggunaan nebulizer sangatlah sederhana dan mudah dilakukan. Penggunaan nebulizer digunakan untuk mengobati pembengkakan saluran napas, sesak napas, batuk, dan mengi yang bisa disebabkan oleh penyakit pernapasan kronis, seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), infeksi paru-paru seperti pneumonia dan reaksi alergi yang parah. Manfaat dari penggunaan nebulizer adalah cara penggunaan nebulizer yang mudah, bisa digunakan semua usia, bisa mencampur lebih dari satu obat dan diberikan pada waktu yang sama, obat dosis tinggi bisa digunakan, dan tidak ada teknik bernafas yang perlu dilakukan. untuk mengetahui lebih jauh mengenai mudahnya cara penggunaan nebulizer, berikut merupakan langkah-langkah cara penggunaan nebulizer, di antaranya:
- Cuci tangan Anda dengan sabun dan air sebelum menyiapkan nebulizer. Hal ini untuk mencegah kuman masuk ke paru-paru Anda.
- Siapkan mesin. Tempatkan mesin pada permukaan yang datar dan keras. Periksa apakah saringan udara sudah bersih. Jika kotor, bilas dengan air dingin dan biarkan mengering. Lalu pasangkan dengan mesinnya.
- Siapkan obatnya. Jika obat tidak perlu dicampur lagi, buka dan letakkan di ke wadah nebulizer. Jika Anda harus mencampur obat-obatan, masukkan lakukan penakaran yang benar ke dalam wadah menggunakan penetes atau semprit.
- Tambahkan saline/cairan jika dibutuhkan. Jika mungkin perlu menambahkan saline (air gara) ke wadah nebulizer maka belilah di apotek, jangan gunakan larutan garam buatan sendiri dalam nebulizer.
- Sambungkan wadah obat. Hubungkan wadah obat ke mesin dengan menggunakan tabung. Sambungkan masker atau corong ke bagian atas wadah.
- Tempatkan corong di antara gigi Anda. Letakan disekitar mulut Anda.
- Hidupkan mesin. Jaga wadah obat dalam posisi tegak lurus. Bernafas masuk dan keluar perlahan dan dalam melalui mulut sampai kabut hilang.
- Pengobatannya selesai saat semua obat hilang atau tidak ada kabut lagi yang keluar. Seluruh perawatan bisa memakan waktu hingga 20 menit. Mesin juga bisa membuat suara sputtering saat perawatan dilakukan.
Cara Penggunaan Nebulizer dan Cara Merawatnya
Nebulizer bekerja dengan cara tekanan udara melewati tabung dan mengubah obat cair menjadi kabut, untuk itu penggunaanya dapat dikatakan mudah. Nebulizer dapat digunakan untuk pemakaian bertindak cepat/ short acting (rescue) atau long acting (perawatan untuk mencegah serangan akut) terapi asma. Contoh obat yang digunakan dalam nebulizers seperti albuterol ipapotrium, budisonide, dan formoterol. Nebulizer merupakan alat yang menghantarkan obat langsung pada paru-paru, untuk itu sangatlah perlu menjaga nebulizer agar tetap bersih, agar ketika digunakan tidak akan membawa kuman ke dalam tubuh dan bisa menimbulkan penyakit. Berikut merupakan cara merawat nebulizer, di antaranya:
- Bersihkan nebulizer setelah digunakan
Cuci wadah obat dan masker atau corong dengan sabun cuci piring dan air panas. kocok dengan penuh air dan biarkan mengering. Anda bisa juga memasang atau menyambungkan bagian-bagian nebulizer ke mesin. Nyalakan mesin agar lebih ceat kering. Pastikan semua bagian benar-benar kering sebelum disimpan.
- Desinfektan setiap hari setelah pemakaian
Rendam semua bagian nebulizer, kecuali masker, pada satu bagian cuka putih encer dan tiga bagian air panas. Biarkan direndam selama satu jam. Basuh bagian-bagianya, kocok dengan air penuh, dan biarkan mengering. Anda bisa memasang bagian-bagian pada mesin. Nyalakan mesin untuk mengeringkan nebulizer dengan cepat. Pastikan semua bagian sudah kering sebelum disimpan.
Oleh : Bidan Rina
Sumber:
- drugs.com

