Cara Pencegahan dan Penemuan Penderita Penyakit Malaria
Oleh : Bidan Sulistia
Pencegahan malaria secara garis besar mencakup empat aspek, yaitu :
- Mencegah penderita yang mengandung gametosit, karena penderita yang mengandung gametosit merupakan sumber infeksi. Manusia merupakan sumber infeksi yang baik, bila pengandung gametosit banyak didalam darahnya, maka pada saat darahnya diisap oleh nyamuk, nyamuk tersebut terinfeksi dan dapat menularkan penyakit. Bila gametosit yang terkandung dalam darah sedikit maka nyamuk tidak dapat terinfeksi sehingga tidak menularkan penyakit (reservoar).
- Memberantas nyamuk sebagai vektor malaria. Pemberantasan vektor meliputi pengendalian di tempat perindukan vektor dan nyamuk dewasa. Pengendalian tempat perindukan dilakukan dengan pengeringan, dengan pengisian/penimbunan lubang-lubang yang mengandung air. Larva diberantas dengan menggunakan insektisida dan juga menebarkan ikan pemangsa. N yamuk dewasa diberantas dengan menggunakan insektisida untuk mengurangi kepadatan nyamuk dan akhir-akhir ini sedang dikembangkan pemberantasan genetik untuk mensterilkan nyamuk dewasa.
- Menghindari atau mengurangi kontak/ gigitan nyamuk Anophelesyang mengandung sporozoit.
- Melindungi orang yang rentan dan berisiko terinfeksi malaria. Untuk melindungi orang-orang yang rentan terhadap malaria yaitu dengan memasang kawat kasa pada ventilasi pintu, ventilasi jendela dan lubang-lubang angin. Perlindungan pribadi dilakukan dengan menggunakan penghalau serangga. Selain itu juga dapat menggunakan repellent misalnya detil toluamid dan minyak sereh, dan pada tempat tidur dipasang kelambu. Obat anti malaria dapat digunakan untuk pencegahan infeksi malaria pada seseorang. Obat diberikan dengan tujuan mencegah terjadinya infeksi atau timbulnya gejala. Pencegahan dilakukan untuk membasmi sporozoit, segera sesudah sporozoit yang masuk melalui gigitan nyamuk Anopheles yang infektif tetapi tidak ada obat yang dapat membunuh sporozoit tersebut. Hanya obat yang dapat membunuh atau membasmi parasit stadium dini dalam sel hati adalah obat profilaksis kausal. Obat ini dapat mengurangi jumlah parasit dalam darah sedemikian sehingga tidak menimbulkan gejala klinis selama obat tersebut diminum terus dalam dosis adekuat.
Penemuan penderita adalah pencarian penderita berdasarkan gejala klinis yaitu, demam, sakit kepala, mual atau muntah dan gejala khas lainya disuatu daerah melalui pengambilan sampel darah. Sampel darah tersebut dilakukan pemeriksaan di laboratorium untuk mengetahui adanya parasit atau tidak dalam spesimen darah tersebut. Jenis pencarian kasus malaria antar daerah tidak sama, disesuaikan dengan tingkat endemisitas suatu daerah yang bersangkutan.
- Penemuan penderita secara aktif. Upaya penemuan penderita yang dilakukan oleh petugas jaru malaria desa (JMD) secara aktif dengan mendatangi rumah penduduk. Sasaran adalah semua penderita klinis malaria dengan gejala akut demam menggigil secara berkala dan sakit kepala
- Penemuan penderita secara pasif. Penemuan penderita yang dilakukan oleh petugas dengan menunggu pasien atau penderita malaria klinis baik yang akut maupun yang kronis dan penderita gagal pengobatan yang datang keunit pelayanan kesehatan baik pemerintah maupun swasta.
- Survey entomologi. Survei ini sama dengan survei malariometri. Tanpa mengetahui sifat-sifat vektor setempat tidak akan dapat disusun suatu upaya pemberantasan yang berhasil. Paremeter penting yang perlu diketahui yaitu Man Bitting Rate (gigitan nyamuk permalam perorang). Parous Rate (nyamuk yang telah bertelur). Sporosoit Rate (nyamuk dengan sporozoit didalam kelenjar liur), Human Blood Index (nyamuk dengan darah manusia dilambungnya), Masquito Density (jumlah nyamuk yang ditangkap dalam 1 jam).
- Survei kontak. Tujuan survei kontak adalah untuk mengetahui apakah kasus positif yang ditemukan telah menularkan penyakit pada orang-orang yang tinggal serumah atau berdekatan dengan tempat tinggal penderita. Metode yang digunakan yaitu dengan mengambil spesimen darah dari yang tinggal serumah dengan penderita dan disekitar rumah penderita (kurang lebih 25 orang.) Dengan diketahui secara dini maka dapat dicegah penularan lebih luas dan penderita akan disembuhkan secara dini sebelum sakit berlanjut menjadi parah.
Alat Uji Malaria bisa didapatkan di TokoAlkes Jl. Pasir kaliki no. 239B (depan RSHS), atau bisa menghubungi telp 0851 0117 9366, SMS : 0822 144 623 86, BBM : 7F8B61CD, WA : 0822 144 623 86.
Sumber :
- Buku Parasitologi Kedokteran
Incoming search terms:
- pelacakan kasus malaria

