Cara Mengatasi Rematik dan Asam Urat dengan Tanaman Obat
Oleh : Bidan Rina Widyawati
Penyakit rematik dan asam urat sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat Indonesia. Namun pada kenyataannya tidak semua orang mengetahui tanda dan gejala dari penyakit ini. Sehingga penyakit rematik dan asam urat tidak ditangani secara dini. Penyakit ini cenderung diobati setelah keadaan semakin parah sehingga mempersulit dalam pengobatannya.
Penyakit rematik dan asam urat paling sering terjadi pada lansia. Perlu diketahui bahwa rematik adalah peradangan sendi yang disebabkan penumpukan asam urat didalam darah, sedangkan asam urat merupakan penyakit yang terjadi akibat kadar asam urat dalam darah tinggi. Rematik dana asam urat sebenarnya dapat diatasi sejak awal, setiap orang dapat dengan mudah mengenal tanda dan gejala penyakit tersebut.
Gejala umum yang terasa biasanya rasa nyeri dan kaku pada persendian yang muncul pada pagi hari ketika bangun tidur, kaki jadi sangat sakit jika terkilir bahkan mudah nyeri dan panas. Tindakan awal yang dapat dilakukan adalah dengan mengompres bagian tubuh yang sakit dengan jahe merah hangat atau menggoyang-goyangkan bagian tubuh yang sakit. Sebenarnya pada penderita asam urat dapat dilakukan tindakan preventif yaitu dengan perencanaan makan yang baik disertai olahraga yang teratur, pengobatan rematik dan asam urat dapat diatasi dengan jalan medis dan tanaman obat.
Mengatasi rematik dan asam urat dengan tanaman obat sangat sederhana dan dapat dilakukan sendiri oleh penderita, berbagai jenis tanaman obat dapat dipergunakan untuk mengobati rematik dan asam urat contohnya dengan Mahkota dewa, bagian tumbuhan yang bisa digunakan yaitu bagian buahnya yang berkhasiat mengobati rematik yang bersifat analgesik, antipiretik, antiradang dan anti asam urat. Dalam buah mahkota dewa mengandung alkaloid, flavonoid, politenol dan tanin.
Selain mahkota dewa dapat juga menggunakan tanaman sambiloto, tanaman ini sering direkomendasikan oleh para herbalis terkemuka karena memilikikhasiat sebagai anti racun, anti radang, dan anti bengkak. Dari penelitian yang telah dilakukan samiloto mengandung andrographolid, minyak atsiri dan flavonoid.
Tanaman obat selanjutnya adalah temulawak. Tanaman ini berkhasiat menghilangkan nyeri, sebagai anti radang, peluruh air seni, anti bakteri dan rematik arthitis.
Adapun cara membuat ramuan dari tanaman-tanaman tersebut yaitu pertama ditimbang temulawak sebanyak 100 gr, mahkota dewa 20 gr dan sambiloto 15 gr serta air 4 gelas, setelah bahan-bahan ditimbang lalu bahan-bahan dicuci bersih dan temulawak di iris tipis-tipis lalu semua bahan direbus hingga air rebusan tersisia setengahnya atau 2 gelas. Ramuan tersebut sebaiknya diminum setiap pagi dan sore 1 gelas.
Pada pengobatan rematik dan asam urat berat sebaiknya digunakan dengan cara medis agar proses penyembuhannya lebih cepat dan tepat. Namun perlu diketahui bahwasanya penggunaan pengobatan secara medis dalam jangka waktu yang lama atau terus menerus dapat menyebabkan gangguan ginjal dan timbul komplikasi.
Jadi sebaiknya apabila keadaan rematik dan asam urat membaik diharapkan penggunaan obat kimia dikurangi atau diganti dengan ramuan-ramuan tradisional. Karena penggunaan obat tradisional relatif aman baik digunakan jangka pendek dan jangka panjang. Namun alangkah lebih baiknya lagi apabila kita mencegah penyakit rematik dan asam urat dengan menjalankan pola hidup yang sehat.
Pola hidup yang sehat tersebut dapat dilakukan dengan cara menjaga pola makan (konsumsi makanan sehat rendah lemak dan yang kaya nutrisi) dan olahraga teratur sesuai dengan kemampuan tubuh (jangan lakukan olahraga terus menerus tanpa istirahat).
Alat pemeriksaan asam urat bisa didapatkan di TokoAlkes Jl. Pasir kaliki no. 239B (depan RSHS), atau bisa menghubungi telp 0851 0117 9366, SMS : 0822 144 623 86, BBM : 7F8B61CD, WA : 0822 144 623 86.
Sumber :
- Harian Pagi Radar Sumedang
Incoming search terms:
- cara ukur rematik

