Anemia atau kurang darah, masih banyak ditemukan di Indonesia, baik di Kota besar maupun pedesaan. Baik pria maupun wanita menderita anemia dan ternyata anemia adalah penyebab kesakitan dan menimbulkan beban biaya yang cukup tinggi bagi masarakat Indonesia.
Darah terdiri dari sel-sel darah dan plasma darah. Sel darah manusia terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel darah putih(leukosit) dan keping-keping darah (trombosit). Anemia atau kurang darah didefinisikan sebagai kadar sel darah merah atau dikenal sebagi hemoglobin (Hb) darah kurang dari 12 g/dl pada wanita dan kurang dari 14 g/dl pada pria, dengan/tanpa keluhan dan gejala.
Kadar sel darah merah normal adalah 14-18 g/dL pada pria dan 12-16g/dL pada wanita. Pada kadar Hb<10g/dL akan terjadi gangguan pada tubuh akibat gangguan hantaran Oksigen dan nutrisi yang merupakan fungsi utama sel darah merah. Gangguan fisik pada pasien berupa rasa lemah, letih, kulit tampak pucat, sakit kepala, nyeri dada, sulit berkonsentrasi, pandangan gelap, jantung berdebar-debar sampai dengan pingsan.
Gejala Klinis anemia tiap individu berbeda, tergantung penyebab, derajat beratnya anemia dan penyakit penyerta.
Pemeriksaan Laboratorium untuk menentukan jenis anemia :
- Kadar Hemoglobin (Hb) dan Hematorkit (Ht) dalam darah
- Hitung retikulosit
- Sediaan Apus Darah Tepi
- Pemeriksaan tambahan lain, sesuai penyebab anemia.
Jenis anemia, penyebab dan pengobatannya:
1. Anemia akut : karena perdarahan akut atau pemecahan sel darah merah secara akut, segera atai perdarahan yang terjadi dan transfusi darah bila perlu.
2. Anemia kronis , disebabkan oleh:
a. Gangguan produksi sel darah merah oleh sumsum tulang:
- Anemia karena kekurangan zat Besi, umumnya terjadi pada wanita karena jumlah darah haid yang terlalu banyak, asupan gizi kurang zat besi, dan pada wanita hamil. Terapi ditujukan pada penyebabnya dan ditambahkan tablet besi 3×325 mg Sulfas Ferrosus selama + 6 bulan, bersama dengan vitamin C untuk meningkatkan penyerapan tablet besi dalam usus.
- Thalassemia : transfusi, obat sampai dengan transplantasi sumsum tulang
- Anemia karena kekurangan Vitamin B12 dan asam folat
- Anemia pada gagal ginjal kronis. Diobati dengan pemberian eritropoetin yang merangsang sumsum tulang memproduksi sel darah merah.
b. Gangguan pematangan sel darah merah
c. Perdarahan kronis, missal: dari saluran cerna karena tukak lambung yang berdarah, infeksi cacing,alkoholisme, dst.
c. Obat-obatan dan zat kimia lainnya, seperti antibiotik, obat anti kanker,dst.
Sumber : http://www.tanyadok.com
